Selasa
26 Mei 2026 | 8 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Bikin Masker Sendiri dapat Respon Masyarakat Magetan

pdip-jatim-masker-magetan1

MAGETAN – Gerakan “Warga melindungi Warga” terkait upaya melawan penyebaran virus Corona yang digagas anggota Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih mulai dapat sambutan elemen masyarakat di Kabupaten Magetan.

“Dua hari setelah gagasan #maskeruntuksemua dibagikan ke beberapa jaringan, ternyata ada yang merespon dengan cukup antusias. Sudah ada beberapa desa, dan pondok pesantren mulai membikin masker kain yang akan dibagikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Diana Sasa, Selasa (7/4/2020).

Baca juga:

> Jokowi: Keluar Rumah, Wajib Pakai Masker!

> Diana Sasa Gerakkan Warga Produksi Masker Sendiri

Legislator yang juga pegiat literasi dan penulis ini menyebut Ponpes Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, di Kecamatan Lembeyan, mulai membuat masker kain dengan menyulap ruang praktik tata busana menjadi tempat produksi.

“Pengasuh pondok ini cepat tanggap. Senyampang santrinya libur/dipulangkan, sebagian yang tetap tinggal di pondok memilih jadi relawan menjahit masker. Nantinya masker kain itu akan dibagikan gratis pada warga sekitar pondok,” jelasnya.

Anggota dewan dari dapil 9 Jatim (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi) ini juga mencontohkan Desa Turi di Kecamatan Panekan.

Menurut Sasa, pamong Desa Turi merespon gerakan saling peduli warga dengan menggalang donatur desa untuk membeli kain. Kemudian relawannya menjahit maskernya.

“Info yang masuk, segera menyusul 8 desa lain yang akan membuat masker kain dengan memanfaatkan relawan setempat. Masker yang mereka buat nantinya dibagikan gratis untuk warga desa setempat. Alhamdulillah, ini sungguh membahagiakan,” ucap dia.

Jika gerakan ini sudah meluas di masyarakat, sebutnya, maka ini mendukung imbauan terbaru dari pemerintah, yakni mewajibkan masyarakat memakai masker setiap keluar rumah.

Dalam proses produksi masker kain ini, Diana Sasa membantu bahan kain. “Tidak banyak, hanya untuk stimulan. Selanjutnya desa bisa menganggarkan dari dana desa,” jelasnya.

Dengan pola seperti ini, dia optimistis konsep “warga melindungi warga” itu dapat terwujud. “Bagi saya, ini juga sebagai bentuk akhir dari implementasi Pancasila, yakni terwujudnya gotong royong di masyarakat,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDIP Kabupaten Blitar Terima Dua Ekor Sapi Kurban dari M Said Abdullah

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menerima bantuan dua ekor sapi kurban dari M Said Abdullah untuk dibagikan ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Kediri Distribusikan Sapi Kurban, Perkuat Kepedulian dan Kedekatan dengan Masyarakat

DPC PDI Perjuangan Kota Kediri mendistribusikan bantuan sapi kurban ke yayasan dan masjid sebagai bentuk kepedulian ...
KRONIK

Renny Pramana Salurkan Bantuan Sapi Kurban ke Ponpes dan Panti Asuhan di Kediri

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Wara Sundari Renny Pramana menyalurkan bantuan sapi kurban ke pondok pesantren, ...
KRONIK

Mbak Susy Serahkan Bantuan Sapi Kurban PDIP Jatim di Lamongan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan bantuan hewan kurban di Lamongan untuk memperkuat semangat gotong royong ...
KRONIK

Sambut Idul Adha 1447 H, PDIP Jatim Sembelih 10 Ekor Sapi untuk Warga dan Ponpes Sekitar Kantor DPD 

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, dengan menyembelih sepuluh ekor sapi ...
KABAR CABANG

Said Abdullah Salurkan 298 Ekor Sapi Kurban di Madura, Sasar Pesantren hingga Musala

SUMENEP – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, bersama Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan ...