Kamis
24 September 2026 | 12 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Bikin Masker Sendiri dapat Respon Masyarakat Magetan

pdip-jatim-masker-magetan1

MAGETAN – Gerakan “Warga melindungi Warga” terkait upaya melawan penyebaran virus Corona yang digagas anggota Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih mulai dapat sambutan elemen masyarakat di Kabupaten Magetan.

“Dua hari setelah gagasan #maskeruntuksemua dibagikan ke beberapa jaringan, ternyata ada yang merespon dengan cukup antusias. Sudah ada beberapa desa, dan pondok pesantren mulai membikin masker kain yang akan dibagikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Diana Sasa, Selasa (7/4/2020).

Baca juga:

> Jokowi: Keluar Rumah, Wajib Pakai Masker!

> Diana Sasa Gerakkan Warga Produksi Masker Sendiri

Legislator yang juga pegiat literasi dan penulis ini menyebut Ponpes Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, di Kecamatan Lembeyan, mulai membuat masker kain dengan menyulap ruang praktik tata busana menjadi tempat produksi.

“Pengasuh pondok ini cepat tanggap. Senyampang santrinya libur/dipulangkan, sebagian yang tetap tinggal di pondok memilih jadi relawan menjahit masker. Nantinya masker kain itu akan dibagikan gratis pada warga sekitar pondok,” jelasnya.

Anggota dewan dari dapil 9 Jatim (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi) ini juga mencontohkan Desa Turi di Kecamatan Panekan.

Menurut Sasa, pamong Desa Turi merespon gerakan saling peduli warga dengan menggalang donatur desa untuk membeli kain. Kemudian relawannya menjahit maskernya.

“Info yang masuk, segera menyusul 8 desa lain yang akan membuat masker kain dengan memanfaatkan relawan setempat. Masker yang mereka buat nantinya dibagikan gratis untuk warga desa setempat. Alhamdulillah, ini sungguh membahagiakan,” ucap dia.

Jika gerakan ini sudah meluas di masyarakat, sebutnya, maka ini mendukung imbauan terbaru dari pemerintah, yakni mewajibkan masyarakat memakai masker setiap keluar rumah.

Dalam proses produksi masker kain ini, Diana Sasa membantu bahan kain. “Tidak banyak, hanya untuk stimulan. Selanjutnya desa bisa menganggarkan dari dana desa,” jelasnya.

Dengan pola seperti ini, dia optimistis konsep “warga melindungi warga” itu dapat terwujud. “Bagi saya, ini juga sebagai bentuk akhir dari implementasi Pancasila, yakni terwujudnya gotong royong di masyarakat,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...