Jumat
21 Agustus 2026 | 6 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tegaskan Setia kepada Megawati, PDI Perjuangan Surabaya Tolak Upaya Pecah Belah

pdip-jatim-241221-dpc-sby

SURABAYA – Keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya mencetuskan lima sikap yang berisi kesetiaan dan solid bergerak di bawah kepemimpinan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Seluruh simpatisan, kader, dan pengurus PDIP di Surabaya juga menolak keras upaya intervensi dan pecah belah yang diduga sedang dilakukan pihak tertentu menyambut Kongres VI PDIP yang akan digelar pada 2025.

Kebulatan sikap dan tekad itu dicetuskan “banteng-banteng” Surabaya, yang terekam pada video yang beredar masif di media sosial dan grup-grup percakapan sosial seperti WhatsApp.

Dalam tayangan video itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Adi Sutarwijono didampingi para pengurus tingkat kecamatan se-Surabaya serta Satgas Cakra Buana PDIP.

Adi mengatakan, pihaknya telah mencermati situasi politik menjelang Kongres ke-6 PDI Perjuangan. Di antaranya ada upaya untuk memecah belah dan mengintervensi pelaksanaan kongres tersebut.

Adi Sutarwijono menegaskan, pertama, bahwa keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya selalu setia dan kompak, solid bergerak, mendukung kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta menjalankan seluruh amanatnya.

“Kedua, kami juga memastikan suara arus bawah menghendaki Ibu Megawati Soekarnoputri kembali terpilih menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan dalam kongres tahun depan,” tegas Adi.

“Ketiga, juga menolak keras segala macam upaya adu domba, politik pecah belah, intervensi yang mencoba mencampuri Kongres ke-VI PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Keempat; seluruh simpatisan, kader, dan pengurus PDIP se-Surabaya mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga RW mendukung penuh keputusan DPP PDI Perjuangan yang tegas memecat Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Mohammad Bobby Afif Nasution sebagai anggota PDI Perjuangan.

“Keputusan itu kami nilai tepat untuk menjaga prinsip-prinsip konstitusi, demokrasi dan AD/ART PDI Perjuangan. Serta menjaga kesetiaan dan marwah partai,” ujar Adi.

Kelima, lanjutnya, seluruh jajaran PDIP Surabaya terus bergerak di tengah masyarakat. Bagi kader-kader banteng turun membantu masyarakat tak hanya dilakukan sesaat menjelang Pemilu saja.

“Sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, kami banteng-banteng Kota Surabaya senantiasa menjaga kesolidan dan terus bergerak di tengah-tengah rakyat. Menjaga konsistensi pergerakan PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik,” tegas Adi.

Pada akhir pernyataan, keluarga besar PDIP Surabaya mendoakan Megawati Soekarnoputri agar diberikan kesehatan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin PDI Perjuangan.

“Semoga Allah SWT, Tuhan YME, meridhoi dan menjaga persatuan dan keutuhan PDI Perjuangan. Aamiin,” demikian pernyataan di video tersebut. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

JK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...