Kamis
17 September 2026 | 3 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Ngaji Budaya, Wiwin Sumrambah Ajak Masyarakat Kembali pada Akar Tradisi

pdip jatim 250128 wiwin

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menekankan pentingnya sinergi antara nilai tradisi dan keagamaan sebagai tameng menghadapi dampak negatif globalisasi.

Hal tersebut disampaikan Wiwin dalam kegiatan Sosialisasi Dewan (Sowan) yang bertajuk “Ngaji Budaya” di Aula Bale Tani, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang didominasi oleh kaum ibu dari berbagai desa di wilayah setempat. Forum ini menjadi ruang dialog kultural untuk membahas pelestarian warisan lokal yang mulai tergerus oleh arus informasi dan perubahan zaman.

Wiwin mengatakan, globalisasi membawa dampak ganda yang berpotensi memisahkan masyarakat dari identitas aslinya. Karena itu, pemahaman kembali terhadap akar budaya menjadi krusial.

“Budaya dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat kita. Melalui ngaji budaya, kita diajak untuk memahami kembali akar tradisi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual,” ujar Wiwin di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, peran perempuan, khususnya para ibu, sangat strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai lokal di lingkungan keluarga. Keluarga, tambah dia, merupakan benteng pertama dalam menyaring pengaruh luar terhadap generasi muda.

“Dari rumah tanggalah karakter generasi masa depan dibentuk. Jika para ibu memiliki kesadaran budaya dan agama yang kuat, maka anak-anak juga akan tumbuh dengan identitas yang kokoh,” jelas Wiwin.

Dia berharap, melalui forum ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek perubahan global, tetapi juga menjadi subjek aktif dalam merawat identitas budaya agar tetap relevan dengan dinamika zaman.

Dalam sesi diskusi interaktif, sejumlah peserta mengeluhkan lunturnya praktik kearifan lokal, seperti semangat gotong royong dan nilai sopan santun di kalangan generasi muda.

Siti Aminah (45), salah seorang warga yang hadir, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai keseimbangan antara kemajuan zaman dan nilai tradisional.

“Kami jadi lebih paham bagaimana tetap mengikuti perkembangan, tapi tidak kehilangan jati diri sebagai masyarakat yang berbudaya dan religius,” ujarnya. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Magetan Datangi Posko Penanganan Kebakaran Lereng Gunung Lawu, Suppport Petugas Pemadam Api

​MAGETAN — Wakil Ketua DPRD Magetan, Suyatno, menyambangi Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Ikut Pasang Paving Bersama Warga Desa Bener

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono tak sekadar datang melihat kerja bakti. Ia ikut turun langsung ...
SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh Pimpin PA GMNI Kabupaten Malang, Komitmen Kawal Nasib Kaum Marhaen  

MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional ...
KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...