Gandeng “Kubaca,” Diana Sasa Latih Bunda PAUD Metode Baca Cepat

 22 pembaca

MAGETAN – Balai pertemuan Padimas Resto di Randugede, Plaosan, Magetan Selasa (14/12/21) siang tadi riuh oleh gelak tawa. Beberapa perempuan nampak berdiri dan mempraktikkan permainan anak-anak. Di tangan mereka ada beberapa kartu bertuliskan satu kata.

Mereka adalah Bunda PAUD (istilah pendamping belajar pada Pendidikan Anak Usia Dini) perwakilan dari berbagai kecamatan se-Magetan. Ada seratus orang yang hadir. Di balai itu mereka belajar metode membaca cepat ala Kubaca.

Para bunda PAUD begitu antusias mengikuti arahan Diah Litasari, penemu metode Kubaca. Lita mengatakan pengalaman membaca awal yang tepat dan menyenangkan itu sangat penting bagi anak. Pasalnya, melalui proses yang tepat dan menyenangkan inilah anak tidak hanya akan bisa membaca, tetapi juga senang membaca.

“Metode ini memungkinkan proses belajar membaca menjadi sebuah pengalaman yang bermakna dan menyenangkan bagi anak. Dan yang terpenting, menumbuhkan minat baca yang sehat,” ujar Lita.

Keunggulan metode Kubaca terletak pada sistem membaca kata secara utuh dengan pilihan kata yang tepat (corpus linguistic) sesuai dengan perkembangan pemerolehan bahasa anak sebagai pembaca pemula.

Sementara itu, Diana Sasa, aktivis literasi sekaligus direktur Yayasan Dbuku Magetan, inisiator acara yang dikemas dalam Training of Trainer (Pelatihan Pelatih) tersebut, mengatakan, dirinya ingin agar anak-anak menyukai aktivitas membaca sejak dini. Ia berharap, dengan pelatihan ini, para bunda PAUD di Magetan dapat melatih kemampuan membaca anak-anak PAUD sejak dini.

“Ini bukan pemaksaan pada anak ya. Karena dilakukan dengan gembira. Menurut saya, semakin cepat anak bisa membaca, akan semakin baik menumbuhkan minat bacanya. Minat baca yang tumbuh sejak dini tentu sangat bagus untuk menumbuhkan gairah membaca lebih banyak,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu.

Diana bersama Yayasan Dbuku-nya ingin menggelar pelatihan serupa secara terus-menerus selama beberapa bulan ke depan.

“Saya targetkan 300-an PAUD yang ada di Magetan, minimal satu bunda PAUD-nya sudah mendapatkan pelatihan Kubaca. Sehingga mereka bisa mengembangkannya pada bunda PAUD yang lain, atau juga pada orang tua. Saya yakin dalam tiga bulan akan tercapai target ini,” ucapnya optimis.

Ketua HIMPAUDNI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini) Kabupaten Magetan, Romlah, mengaku sangat senang mendapatkan pelatihan Kubaca tersebut.

“Saya pribadi sangat senang mendapatkan ilmu yang Kubaca ini. Masih baru bagi kami. Bu Diana sering-sering ya menggelar acara seperti ini. Sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini para bunda PAUD selain mendapatkan ilmu metode Kubaca, juga mendapatkan modul dan sertifikat. (set)