Rabu
20 Mei 2026 | 5 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gandeng Asosiasi, Risma Minta Protokol Kesehatan di Mal Dijaga Ketat

pdip-jatim-mal-buka1

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendorong pembentukan mal, restoran dan kafe tangguh agar penerapan protokol kesehatan bisa dijalankan dan roda perekonomian tetap berjalan.

“Ini harus saya lakukan supaya ekonomi kota tetap berjalan. Karena itu saya butuh dukungan untuk bisa kita disiplin dan menjaga protokol secara ketat,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Kamis (11/6/2020).

Dia menjelaskan, kampung tangguh merupakan inisiatif Kapolda Jatim, sedangkan mal, restoran, kafe tangguh ide Kapolrestabes Surabaya.

Risma mencontohkan seperti di pusat perbelanjaan, akses jalan dibuat searah dan konsumen diwajibkan saling jaga jarak. Di kasir atau tempat pembayaran bisa dilengkapi tirai plastik untuk pembatas antara penjual dan pembeli.

“Setiap pengunjung diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk area pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Risma menyebut saat ini kondisinya masih belum aman dari penyebaran Covid-19. Karena itu, dirinya membuat protokol-protokol kesehatan di semua sektor yang salah satunya di pusat perbelanjaan, restoran dan kafe.

Risma mengajak Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur serta Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO) Jawa Timur agar disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Namun yang terpenting, tambah dia, adalah mengubah kebiasaan pengunjung atau konsumen agar mau disiplin. “Tapi yang berat mungkin mengubah kebiasaan. Namun kita harus yakin bahwa semua itu bisa kita lakukan,” ujarnya.

Jika para pengusaha tidak disiplin dan mengabaikan protokol kesehatan, Risma khawatir penularan Covid-19 bisa saja terjadi di lingkup usaha. Sehingga hal ini dapat berimbas pada ditutupnya sektor usaha yang berdampak pula pada ekonomi yang tak berjalan.

“Yang harus kita lakukan adalah disiplin untuk aturan protokol kita. Kalau mau tidak lockdown, kita harus disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” tuturnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Risma, tidak bisa memantau setiap pengunjung mal atau restoran yang datang. Makanya, dia minta dukungan pengelola pusat perbelanjaan dan restoran untuk bekerjasama dalam menerapkan protokol-protokol itu.

“Karena pengunjung tidak bisa saya pantau seperti warga dalam kantong (orang dalam pengawasan/ODP) yang kami awasi setiap harinya,” ujar wali kota yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pemerintah dan Swasta di Ngawi Wajib Sediakan Kuota Kerja untuk Penyandang Disabilitas

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi dan perusahaan swasta di wilayah setempat kini diwajibkan untuk memberikan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono: Seluruh PAC PDI Perjuangan Wajib Miliki Media Sosial

Seluruh PAC PDIP wajib memiliki media sosial untuk memperkuat komunikasi politik menuju Pemilu 2029. PACITAN — ...
KABAR CABANG

Gemulai Penari Sekar Klayar Sambut Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Pacitan

Tari Sekar Klayar tampil memukau dalam pelantikan PAC PDIP se-Kabupaten Pacitan dan menjadi simbol pelestarian ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan DPR Dukung Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat

Puan Maharani menegaskan DPR RI mendukung program pemerintah selama bertujuan untuk kesejahteraan rakyat dalam ...
SUARA MUDA

Politik, Seminar Motivasi, dan Kegelisahan Anak-anak Muda Bondowoso tentang Sampah Desa

Anak muda Bondowoso mulai bergerak lewat politik dan edukasi sosial untuk membangkitkan semangat generasi muda ...
LEGISLATIF

Baktiono Nilai Aspirasi PKL Kali Kepiting Masih Bisa Diakomodasi Melalui Penataan

Baktiono menilai aspirasi PKL Kali Kepiting masih bisa diakomodasi Pemkot Surabaya melalui penataan yang tepat. ...