Jumat
09 Oktober 2026 | 1 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP Warning WFH Rabu Bisa Kontraproduktif, Minta Gubernur Jatim Evaluasi

pdip-jatim-250915-yordan

SURABAYA – Kebijakan Work From Home (WFH) setiap Rabu bagi ASN Pemprov Jawa Timur menuai kritik tajam dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. Dewan mendesak Gubernur Jatim segera melakukan evaluasi menyeluruh karena dinilai berpotensi kontraproduktif dan tidak sinkron dengan arah kebijakan nasional.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Yordan M. Batara-Goa, menilai kebijakan tersebut belum berbasis kajian komprehensif, khususnya terkait pola mobilitas dan efektivitas efisiensi bahan bakar minyak (BBM).

“Kalau tujuannya efisiensi BBM, harus melihat puncak mobilitas. Itu terjadi di awal atau akhir pekan kerja, seperti Senin atau Jumat, bukan di tengah minggu,” tegas Yordan, Kamis (26/3/2026).

Ia menilai penempatan WFH di hari Rabu justru berisiko memecah ritme kerja birokrasi dan mengganggu kontinuitas pelayanan publik. “Ritme kerja jadi terputus. Senin–Selasa kerja normal, Rabu WFH, lalu Kamis mulai lagi. Koordinasi bisa tertunda, bahkan harus diulang,” ujarnya.

Tak hanya itu, Yordan juga menyoroti potensi ketidaksinkronan dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota. Kondisi ini dinilai dapat menghambat koordinasi lintas level pemerintahan, terutama jika agenda penting digelar pada hari Rabu.

Dari sisi ekonomi, ia mengingatkan adanya dampak lanjutan yang tidak boleh diabaikan, mulai dari sektor transportasi hingga pelaku UMKM di sekitar perkantoran yang berpotensi kehilangan aktivitas.
Ia juga mengkritik alasan penghindaran long weekend sebagai dasar kebijakan. Menurutnya, pengawasan ASN tetap dapat dilakukan melalui teknologi, seperti sistem pelaporan berbasis geotagging.

“Kalau alasannya menghindari libur panjang, berarti fokusnya bukan lagi efisiensi. Ini menunjukkan kebijakan belum sepenuhnya berbasis tujuan yang jelas,” katanya.

Karena itu, DPRD Jatim mendesak Pemprov segera mengevaluasi kebijakan WFH tersebut secara komprehensif, berbasis data mobilitas dan konsumsi energi, serta diselaraskan dengan kebijakan nasional.

“Kita tidak menolak WFH, tapi jangan sampai kebijakan yang niatnya baik justru tidak efektif atau bahkan kontraproduktif. Harus ada kajian kuat dan sinkron dengan pusat,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...