Minggu
16 Agustus 2026 | 1 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP Warning WFH Rabu Bisa Kontraproduktif, Minta Gubernur Jatim Evaluasi

pdip-jatim-250915-yordan

SURABAYA – Kebijakan Work From Home (WFH) setiap Rabu bagi ASN Pemprov Jawa Timur menuai kritik tajam dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. Dewan mendesak Gubernur Jatim segera melakukan evaluasi menyeluruh karena dinilai berpotensi kontraproduktif dan tidak sinkron dengan arah kebijakan nasional.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Yordan M. Batara-Goa, menilai kebijakan tersebut belum berbasis kajian komprehensif, khususnya terkait pola mobilitas dan efektivitas efisiensi bahan bakar minyak (BBM).

“Kalau tujuannya efisiensi BBM, harus melihat puncak mobilitas. Itu terjadi di awal atau akhir pekan kerja, seperti Senin atau Jumat, bukan di tengah minggu,” tegas Yordan, Kamis (26/3/2026).

Ia menilai penempatan WFH di hari Rabu justru berisiko memecah ritme kerja birokrasi dan mengganggu kontinuitas pelayanan publik. “Ritme kerja jadi terputus. Senin–Selasa kerja normal, Rabu WFH, lalu Kamis mulai lagi. Koordinasi bisa tertunda, bahkan harus diulang,” ujarnya.

Tak hanya itu, Yordan juga menyoroti potensi ketidaksinkronan dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota. Kondisi ini dinilai dapat menghambat koordinasi lintas level pemerintahan, terutama jika agenda penting digelar pada hari Rabu.

Dari sisi ekonomi, ia mengingatkan adanya dampak lanjutan yang tidak boleh diabaikan, mulai dari sektor transportasi hingga pelaku UMKM di sekitar perkantoran yang berpotensi kehilangan aktivitas.
Ia juga mengkritik alasan penghindaran long weekend sebagai dasar kebijakan. Menurutnya, pengawasan ASN tetap dapat dilakukan melalui teknologi, seperti sistem pelaporan berbasis geotagging.

“Kalau alasannya menghindari libur panjang, berarti fokusnya bukan lagi efisiensi. Ini menunjukkan kebijakan belum sepenuhnya berbasis tujuan yang jelas,” katanya.

Karena itu, DPRD Jatim mendesak Pemprov segera mengevaluasi kebijakan WFH tersebut secara komprehensif, berbasis data mobilitas dan konsumsi energi, serta diselaraskan dengan kebijakan nasional.

“Kita tidak menolak WFH, tapi jangan sampai kebijakan yang niatnya baik justru tidak efektif atau bahkan kontraproduktif. Harus ada kajian kuat dan sinkron dengan pusat,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Musran Tuntas, PDIP Kabupaten Blitar Bidik 22 Kursi pada Pemilu 2029

PDIP Kabupaten Blitar menuntaskan Musran se-kabupaten dan membidik 22 kursi DPRD pada Pemilu 2029 melalui penguatan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Apresiasi Bringinan, Pisang Cavendish Jadi Sumber Ekonomi Warga

Novita Hardini mendorong budidaya pisang Cavendish di Desa Bringinan, Ponorogo, menjadi model pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Pesan Bupati Fauzi untuk Paskibraka 2026: Disiplin Jangan Cuma Pas Upacara!

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengukuhkan Paskibraka 2026 di Pendopo Agung Keraton, Sabtu ...
KRONIK

Tiga Wasit Perempuan Warnai Laga Soekarno Cup 2026 di Bangkalan

BANGKALAN – Laga Banteng Papua Tengah melawan Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup 2026 di Stadion ...
KRONIK

Banteng Papua Tengah Tekuk Sulawesi Selatan 2-0 di Soekarno Cup 2026

BANGKALAN – Banteng Papua Tengah meraih kemenangan 2-0 atas Banteng Sulawesi Selatan dalam lanjutan Soekarno Cup ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gerakkan Struktur di Flores, Rumah Partai Jadi Posko Pengungsian

PDI Perjuangan menggerakkan struktur di Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo membantu korban gempa Flores. ...