Rabu
07 Oktober 2026 | 4 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo Dorong Disahkannya Raperda Fasilitasi Pesantren

68b00c05c4353

KABUPATEN PROBOLINGGO — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Probolinggo berharap Rancangan perda Fasilitasi Pesantren segera disahkan dan menjadi kado pada Hari Santri, 22 Oktobee 2025.

Hal itu disampaikan legislator PDI Perjuangan, Khairul Anam saat mengikuti acara sosialisasi dan diskusi panel raperda Fasilitasi Pesantren di Ruang Amanah Lantai 1 Gedung Islamic Center Kraksaan, Rabu (28/8/2025).

Dalam sambutannya, Anam menyampaikan bahwa keberadaan pesantren merupakan bagian penting dari denyut nadi pendidikan, sosial, dan budaya masyarakat Probolinggo.

“Saya lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren, dan sebagai santri yang kini diberi amanah melalui Fraksi PDI Perjuangan, saya merasa punya kewajiban moral untuk memperjuangkan kepentingan pesantren.”

“Perda Fasilitasi Pesantren ini penting agar pemerintah daerah hadir memberikan dukungan nyata, baik berupa pendanaan, pemberdayaan SDM, maupun penguatan infrastruktur,” ujarnya.

Anam sapaan akrabnya menegaskan, raperda Fasilitasi Pesantren nantinya bukan hanya sebatas regulasi. Juga menjadi bentuk penghargaan terhadap jasa dan peran pesantren dalam mencetak generasi bangsa.

Perda ini nantinya diharapkan menjadi payung hukum untuk memberikan perlindungan, fasilitasi, dan pemberdayaan kepada pondok pesantren, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Dalam forum diskusi tersebut, banyak pengasuh pondok pesantren yang menyampaikan aspirasi terkait tantangan yang dihadapi. Mulai dari keterbatasan akses pendanaan, penguatan kurikulum, hingga upaya meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah.

Atas hal itu, Anam menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan antara aspirasi para kiai dan pembuat kebijakan.

“Kami di DPRD, khususnya melalui Fraksi PDI Perjuangan, siap menjadi corong aspirasi pesantren. Kami ingin memastikan suara kiai dan santri benar-benar didengar dan menjadi prioritas dalam penyusunan Perda ini,” tambah Anam yang juga seorang santri ini.

Anam juga berharap, melalui sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pesantren, Perda Fasilitasi Pesantren dapat segera disahkan dan memberikan manfaat nyata, bukan hanya bagi pesantren tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat Probolinggo secara luas.

Acara tersebut dihadiri oleh puluhan pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, dan perwakilan organisasi keagamaan MUI, MWC NU Probolinggo, Muslimat , Fatayat , Pergunu, Jamkur dll. (Drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...
EKSEKUTIF

Rumah Inspirasi Hadir di Pelosok Trenggalek, Mas Ipin Berharap Cetak Generasi Berkarakter

TRENGGALEK – Kehadiran Rumah Inspirasi Trenggalek PAUD Al Huda di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, diharapkan ...
KRONIK

Ditanya Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Puan: Kami Menghormati Proses yang Berjalan

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memilih tidak berspekulasi mengenai gugatan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Minta APBD Jatim 2027 Diukur dari Dampak Nyata, Bukan Serapan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta keberhasilan APBD 2027 tidak diukur hanya dari tingginya ...
LEGISLATIF

Tok! DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan UU Satu Data Indonesia

JAKARTA – DPR RI mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang dirancang memperkuat hak pekerja sekaligus menjaga ...