Rabu
14 Oktober 2026 | 12 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi DPRD Ngawi Perjuangkan Kenaikan Gaji Pegawai BLUD Puskesmas

pdip-jatim-dprd-ngawi-310822-slamet-riyanto-1

NGAWI – Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi merasa prihatin dengan gaji minim yang diterima pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskemas.

Melalui mekanisme sidang paripurna DPRD, legislator Banteng Ngawi memperjuangkan kenaikan gaji tenaga kesehatan yang bekerja di BLUD Puskemas.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto membeberkan fakta penghasilan tenaga kesehatan di puskesmas. Ironisnya masih banyak pegawai BLUD Puskemas berpenghasilan kurang dari Rp 1 juta tiap bulan.

“Dari hasil sampling, gaji pegawai Puskesmas BLUD sangat minim. Puskesmas yang kecil, gaji pokok hanya Rp 250 ribu. Jaspelnya, paling-paling Rp 300 – Rp 500 ribu. Totalnya tidak sampai satu juta per bulan,” kata Slamet Riyanto kepada pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (31/8/2022).

Dengan gaji yang kecil itu, Slamet Riyanto prihatin dengan pegawai yang jauh tempat tinggalnya dengan puskesmas. Belum lagi kebutuhan harian dan biaya akomodasi. Apalagi harga BBM akan naik.

“Dengan gaji sedemikian kecil itu, apakah itu manusiawi?,” ujar Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto berpandangan, jika Pemkab Ngawi belum mampu memberikan gaji pegawai Puskesmas BLUD setara UMR, setidaknya gaji yang diberikan yang manusiawi.

“Makanya kemarin yang saya usulkan tidak harus UMR. Tetapi usulan saya gaji yang manusiawi, katakanlah Rp 1,5 juta perbulan,” jelas Slamet Riyanto.

Terlebih menurut Slamet, para pegawai Puskesmas BLUD bekerja berdasarkan keahlian, yang terikat dalam profesi. Seperti bidan dan perawat.

“Memang sebagian ada yang administrasi. Tapi mayoritas kan tenaga kesehatan. Masa, nakes hanya digaji seperti itu?,” terang Slamet Riyanto.

Wakil Rakyat dari PDI Perjuangan itu berpandangan, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dapat mengeluarkan Perbup, tentang standarisasi gaji pegawai Puskesmas BLUD. Hal itu sebagai solusi atas gaji pegawai Puskesmas BLUD yang kurang manusiawi itu.

“Mungkin bisa sekian persen dari pendapatan puskesmas bisa digunakan untuk gaji pegawai Puskesmas BLUD yang non ASN, atau PNS,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya acuan persentase gaji pegawai Puskesmas BLUD, bisa memberikan hak yang proporsional. Terlepas dari kategori besar atau kecil dari Puskesmas BLUD tempatan.

“Makanya kami tetap memperjuangkan, agar teman-teman pegawai BLUD bisa menerima gaji, dan take home pay manusia. Kami tidak menuntut UMR, tapi manusiawi saja,” tandas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...
KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...