Kamis
16 April 2026 | 1 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi DPRD Ngawi Perjuangkan Kenaikan Gaji Pegawai BLUD Puskesmas

pdip-jatim-dprd-ngawi-310822-slamet-riyanto-1

NGAWI – Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi merasa prihatin dengan gaji minim yang diterima pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskemas.

Melalui mekanisme sidang paripurna DPRD, legislator Banteng Ngawi memperjuangkan kenaikan gaji tenaga kesehatan yang bekerja di BLUD Puskemas.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto membeberkan fakta penghasilan tenaga kesehatan di puskesmas. Ironisnya masih banyak pegawai BLUD Puskemas berpenghasilan kurang dari Rp 1 juta tiap bulan.

“Dari hasil sampling, gaji pegawai Puskesmas BLUD sangat minim. Puskesmas yang kecil, gaji pokok hanya Rp 250 ribu. Jaspelnya, paling-paling Rp 300 – Rp 500 ribu. Totalnya tidak sampai satu juta per bulan,” kata Slamet Riyanto kepada pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (31/8/2022).

Dengan gaji yang kecil itu, Slamet Riyanto prihatin dengan pegawai yang jauh tempat tinggalnya dengan puskesmas. Belum lagi kebutuhan harian dan biaya akomodasi. Apalagi harga BBM akan naik.

“Dengan gaji sedemikian kecil itu, apakah itu manusiawi?,” ujar Slamet Riyanto.

Slamet Riyanto berpandangan, jika Pemkab Ngawi belum mampu memberikan gaji pegawai Puskesmas BLUD setara UMR, setidaknya gaji yang diberikan yang manusiawi.

“Makanya kemarin yang saya usulkan tidak harus UMR. Tetapi usulan saya gaji yang manusiawi, katakanlah Rp 1,5 juta perbulan,” jelas Slamet Riyanto.

Terlebih menurut Slamet, para pegawai Puskesmas BLUD bekerja berdasarkan keahlian, yang terikat dalam profesi. Seperti bidan dan perawat.

“Memang sebagian ada yang administrasi. Tapi mayoritas kan tenaga kesehatan. Masa, nakes hanya digaji seperti itu?,” terang Slamet Riyanto.

Wakil Rakyat dari PDI Perjuangan itu berpandangan, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dapat mengeluarkan Perbup, tentang standarisasi gaji pegawai Puskesmas BLUD. Hal itu sebagai solusi atas gaji pegawai Puskesmas BLUD yang kurang manusiawi itu.

“Mungkin bisa sekian persen dari pendapatan puskesmas bisa digunakan untuk gaji pegawai Puskesmas BLUD yang non ASN, atau PNS,” terangnya.

Menurutnya, dengan adanya acuan persentase gaji pegawai Puskesmas BLUD, bisa memberikan hak yang proporsional. Terlepas dari kategori besar atau kecil dari Puskesmas BLUD tempatan.

“Makanya kami tetap memperjuangkan, agar teman-teman pegawai BLUD bisa menerima gaji, dan take home pay manusia. Kami tidak menuntut UMR, tapi manusiawi saja,” tandas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi, Slamet Riyanto. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...