Senin
27 Juli 2026 | 3 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Berharap Kesenjangan Tenaga Medis Teratasi

padip jatim -ilustrasi
padip jatim -ilustrasi

Catatan Fraksi PDI Perjuangan, sebanyak 73,9% dokter spesialis menumpuk di lima kabupaten dan kota. Yakni Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Kediri.

Demikian pula dengan distribusi dokter umum dan dokter gigi. “Bahkan masih ada 19 puskesmas yang tanpa dokter umum serta 201 puskesmas yang tanpa dokter gigi,” ungkap Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Ali Mudji, Senin (28/7/2014).

Untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tenaga kesehatan tersebut, selain adanya perda ini, fraksi juga merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meniru kebijakan pola pemerataan tenaga kesehatan seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Bali.

Pemprov DKI Jakarta, jelas Ali Mudji, telah membuat perjanjian penempatan selama lima tahun saat rekruitmen tenaga kesehatan. Sedangkan Pemprov Bali memberi beasiswa pada anak-anak daerah terpencil.

“Jika kedua hal ini dilakukan, maka kami yakin persoalan kekurangan dan ketidakmerataan tenaga kesehatan akanbisa teratasi,” ujarnya.

Terkait digedoknya Raperda Tenaga Kesehatan yang terdiri dari 22 bab dan 47 pasal ini, pihaknya menyambut baik. Karena bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Jawa Timur ini, terutama menghadapi era pasar bebas.

Peningkatan kualitas ini, sebutnya, sangatlah mendesak, karena pada 2015 telah memasuki era ASEAN Free Trade Area atau AFTA. Era ini akan memunculkan ledakan jumlah tenaga kesehatan asing serta persaingan dari negara tetangga ASEAN yang bekerja di Indonesia.

“Namun, di sisi lain, ini juga adalah peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk masuk ke negara ASEAN lain,” ujar Ali Mudji.

Fraksi PDI Perjuangan juga berharap, peningkatan kualitas tenaga kesehatan akan berdampak pada meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Jawa Timur, terutama pada beberapa indikator kesehatan yang masih belum menggembirakan.

“Misalnya pada indikator persentase balita gizi buruk di Jawa Timur masih mencapai 2,22 persen pada 2013 serta indikator angka harapan hidup yang masih mencapai 70,19 tahun,” pungkasnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Diana: Legitimasi Kekuasaan Lahir dari Kepercayaan Rakyat, Bukan Rasa Takut

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Refleksi Ideologis 30 Tahun Tragedi Kudatuli di Kantor ...
KABAR CABANG

Ratusan Anak Muda di Sidoarjo Gelar Teatrikal Kolosal Detik-detik Kudatuli

SIDOARJO – Asap membubung disertai jerit kesakitan menyeruak dari dalam Kantor sekretariat DPC PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

DPC Lumajang Gelar Dialog Interaktif Peringati 30 Tahun Kudatuli

LUMAJANG – Mengenang Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli), DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang menggelar ...
KABAR CABANG

Refleksi Kudatuli, DPC Bojonegoro Ajak Mahasiswa dan Budayawan Tak Takut Bersuara

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar acara refleksi untuk ...
KABAR CABANG

Cahaya Lilin dan Ingatan Kudatuli yang Tak Pernah Padam di DPC PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi pada Minggu malam (26/7/2026) tampak lebih sunyi dari ...
KABAR CABANG

Peringati 30 Tahun Kudatuli, DPC Magetan Nyalakan 27 Lilin dan Gelar Doa Bersama

​MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar acara renungan dan silaturahmi ...