Jumat
12 Juni 2026 | 11 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Kabupaten Pasuruan Perjuangkan Penanganan Kemiskinan Esktrim jadi Prioritas APBD 2022

pdip-jatim-dprd-kabuptan-pasuruan-281021-andri-wahyudi-a

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan mengupayakan arah kebijakan pembangunan pemerintah kabupaten pada tahun 2022 memprioritaskan penanganan kemiskinan ekstrim. Sikap resmi fraksi dituangkan dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD Tahun 2022, Kamis (28/10/2021).

“Arah kebijakan Kabupaten Pasuruan Tahun 2022 adalah Kelembagaan Ekonomi Desa. Untuk bidang urusan pemerintahan dan bidang pemberdayaan masyarakat desa, perubahan RPJMD yang telah dilakukan harus selaras dengan RPJMN, yang salah satunya menetapkan program penanganan kemiskinan ekstrim,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi.

Untuk melaksanakan program penanganan kemiskinan ekstrim itu, Andri memandang jika pemerintah daerah (Pemda) harus bekerja sama dengan semua leading sector sampai dengan level pemerintahan desa. Termasuk dengan NGO dari pemerintah pusat yang di dalamnya ada pendamping PKH, Pendamping Desa, Pekerja Sosial dan pendampingan lainnya.

Juga termasuk bisa berkolaborasi dengan NGO lokal yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan, seperti Kader Desa, Kader Posyandu, Perawat Desa, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Desa lainnya, dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrim.

“Kami dari Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan berharap program penanganan kemiskinan Ekstrim ini menjadi prioritas di dalam APBD Tahun 2022,” tegasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan ini juga mengimbau kepada Dinas Sosial untuk segera melakukan verifikasi, validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang masif dan terpadu, agar dihasilkan out put data kemiskinan yang valid. Karena masih banyak ditemukan pada DTKS yang eksclusion dan inclusion error.

Eksclusion dalam artian data orang miskin tapi belum terdata di DTKS. Sedangkan, Inclusion artinya data DTKS banyak yang mampu dan tidak layak, tapi masuk di DTKS.

“Ini dimaksudkan agar warga yang tidak mampu bisa terakomodir denga baik dan cepat,” tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan pun berharap, agar dinas lain yang banyak melakukan pemberdayaan dan ketenagakerjaaan seperti Disperindag, Dinas Koperasi, lingkup pertanian, wisata dan Disnaker bisa melakukan transformasi percepatan.

“Semua harus bergerak cepat, berkolaborasi, agar angka pengangguran dan kemiskinan tidak semakin meninggi,” tandasnya. (moc/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Warga Panekan Magetan Sampaikan Aneka Aspirasi, dari Bantuan Unggas hingga Pelatihan Wirausaha

MAGETAN – Jeda masa persidangan (reses) ke IV masa sidang ke II Tahun 2026 DPRD Magetan, dimanfaatkan Plt Ketua ...
UMKM

BUMDes Pelangkidul Ngawi Jajal Peluang Sektor Hortikultura, Kembangkan Melon Greenhouse

NGAWI – Program ketahanan pangan berbasis hortikultura yang dikembangkan BUMDes Mekarsari Desa Pelang Kidul, ...
LEGISLATIF

Sengketa Perbatasan Jember-Banyuwangi Hambat Petani, Tabroni Minta Segera Diselesaikan

Anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni mendesak penyelesaian batas wilayah Jember-Banyuwangi. Sengketa yang belum ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Ingatkan Sekda Kota Batu Terpilih Jaga Independensi dan Profesionalisme Birokrasi

Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari mengingatkan Sekda Kota Batu yang akan terpilih agar menjaga independensi ...
KRONIK

Disperinaker Bangkalan Gelar Job Fair 2026, Bupati Lukman Dorong Penurunan Angka Pengangguran

BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan menggelar Job Fair 2026. Hal ...
KABAR CABANG

Panen Perdana Posko Pangan, PDIP Jombang Targetkan Ekspansi di 21 Kecamatan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menargetkan pembentukan posko pangan di seluruh atau 21 kecamatan di ...