Senin
21 September 2026 | 8 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

FGD Wacana Pilkada Tak Langsung, Nadia Minta Evaluasi Menyeluruh dengan Berbagai Pihak

IMG-20241228-WA0007_copy_578x396

SIDOARJO – Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang digulirkan Presiden Prabowo turut menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Sidoarjo.

Sejumlah elemen masyarakat hadir dan mencurahkan pemikirannya merespon wacana tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Quo Vadis Pilkada Langsung (Efisiensi atau Kemunduran Demokrasi?)” di Kantor DPD Golkar Sidoarjo, Jumat (27/12/2024).

Nadia Bafagih, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo yang hadir pada acara itu menyampaikan, pihaknya meminta semua pihak dapat melakukan kajian mendalam dan evaluasi yang objektif mengenai sistem pemilihan kepala daerah.

“Guna memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan sesuai dengan keinginan dan hak rakyat,” katanya.

Sejauh ini belum ada sikap resmi dari PDI Perjuangan terkait wacana pilkada tak langsung.

Nadia menegaskan bahwa, PDI Perjuangan tetap teguh pada prinsip bahwa hak rakyat untuk memilih secara langsung merupakan salah satu bentuk demokrasi yang harus dihormati.

Nadia lantas mengkritisi alasan efisiensi anggaran yang sering dikemukakan oleh pihak yang mendukung pembatasan pilkada langsung. Ia menilai bahwa pengalihan sistem tersebut justru hanya memindahkan pengelolaan keuangan tanpa menyelesaikan masalah substansial.

Terkait evaluasi terhadap penyelenggara pemilu, Nadia menyebut bahwa hal tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari demokrasi yang sehat. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengidentifikasi dan mengatasi kecurangan yang mungkin terjadi selama proses pemilu.

“Kecurangan sering kali sulit terukur, tetapi penyelenggara pemilu harus bertanggung jawab. Kami siap melakukan evaluasi bersama-sama untuk memperbaiki sistem yang ada,” jelas Nadia.

Disinggung soal rendahnya partisipasi pemilih dalam pilkada, pihaknya mengaku miris dengan kondisi itu dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya.

Nadia menyebutkan bahwa partai politik perlu lebih intensif dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi.

“Penyelenggara mempunyai peranan penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Begitu juga dengan parpol. Nah, seharusnya ini yang perlu kita evaluasi. Tentunya, kami (PDI Perjuangan) siap bekerja sama dengan penyelenggara untuk melakukan evaluasi bersama untuk keberlangsung pilkada yang lebih baik kedepannya,” ungkapnya. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

KONI Trenggalek Buka Jalur Mini Soccer ke Porprov 2027, Doding: Saatnya Cari Pemain Andal

KONI Trenggalek membuka peluang mini soccer menjadi sumber talenta Porprov Jatim 2027. Doding Rahmadi mendorong ...
EKSEKUTIF

Pramono ke Mayors Summit 2026, Dorong Kerja Sama Jakarta-New York di Sejumlah Sektor

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertolak ke New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Urban 20 (U20) ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Lantik Pengurus Ranting Se-Kecamatan Senori dan Parengan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Pengurus ...
LEGISLATIF

Amirah Dorong Pokir DPRD Kota Batu Sasar Pemulihan Ekonomi hingga Kelompok Inklusif

BATU — Anggota Komisi C DPRD Kota Batu dari Fraksi PDI Perjuangan, Amirah Ghaida Dayanara, mendorong agar ...
KRONIK

Seusai Berlari, Peserta Soekarno Run BWX Disambut Sport Massage Terapis Disabilitas Netra

BANYUWANGI — Kaki pegal dan tubuh yang mulai terasa lelah menjadi hal biasa setelah pelari menyelesaikan lomba. ...
KRONIK

Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

BANYUWANGI – Gelaran Soekarno Run di Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah pada Minggu (20/9/2026). Event lari ...