Kamis
04 Juni 2026 | 2 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

FGD Wacana Pilkada Tak Langsung, Nadia Minta Evaluasi Menyeluruh dengan Berbagai Pihak

IMG-20241228-WA0007_copy_578x396

SIDOARJO – Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang digulirkan Presiden Prabowo turut menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Sidoarjo.

Sejumlah elemen masyarakat hadir dan mencurahkan pemikirannya merespon wacana tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Quo Vadis Pilkada Langsung (Efisiensi atau Kemunduran Demokrasi?)” di Kantor DPD Golkar Sidoarjo, Jumat (27/12/2024).

Nadia Bafagih, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo yang hadir pada acara itu menyampaikan, pihaknya meminta semua pihak dapat melakukan kajian mendalam dan evaluasi yang objektif mengenai sistem pemilihan kepala daerah.

“Guna memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan sesuai dengan keinginan dan hak rakyat,” katanya.

Sejauh ini belum ada sikap resmi dari PDI Perjuangan terkait wacana pilkada tak langsung.

Nadia menegaskan bahwa, PDI Perjuangan tetap teguh pada prinsip bahwa hak rakyat untuk memilih secara langsung merupakan salah satu bentuk demokrasi yang harus dihormati.

Nadia lantas mengkritisi alasan efisiensi anggaran yang sering dikemukakan oleh pihak yang mendukung pembatasan pilkada langsung. Ia menilai bahwa pengalihan sistem tersebut justru hanya memindahkan pengelolaan keuangan tanpa menyelesaikan masalah substansial.

Terkait evaluasi terhadap penyelenggara pemilu, Nadia menyebut bahwa hal tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari demokrasi yang sehat. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengidentifikasi dan mengatasi kecurangan yang mungkin terjadi selama proses pemilu.

“Kecurangan sering kali sulit terukur, tetapi penyelenggara pemilu harus bertanggung jawab. Kami siap melakukan evaluasi bersama-sama untuk memperbaiki sistem yang ada,” jelas Nadia.

Disinggung soal rendahnya partisipasi pemilih dalam pilkada, pihaknya mengaku miris dengan kondisi itu dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya.

Nadia menyebutkan bahwa partai politik perlu lebih intensif dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi.

“Penyelenggara mempunyai peranan penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Begitu juga dengan parpol. Nah, seharusnya ini yang perlu kita evaluasi. Tentunya, kami (PDI Perjuangan) siap bekerja sama dengan penyelenggara untuk melakukan evaluasi bersama untuk keberlangsung pilkada yang lebih baik kedepannya,” ungkapnya. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...