Selasa
21 Juli 2026 | 3 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

FGD Wacana Pilkada Tak Langsung, Nadia Minta Evaluasi Menyeluruh dengan Berbagai Pihak

IMG-20241228-WA0007_copy_578x396

SIDOARJO – Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang digulirkan Presiden Prabowo turut menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Sidoarjo.

Sejumlah elemen masyarakat hadir dan mencurahkan pemikirannya merespon wacana tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Quo Vadis Pilkada Langsung (Efisiensi atau Kemunduran Demokrasi?)” di Kantor DPD Golkar Sidoarjo, Jumat (27/12/2024).

Nadia Bafagih, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo yang hadir pada acara itu menyampaikan, pihaknya meminta semua pihak dapat melakukan kajian mendalam dan evaluasi yang objektif mengenai sistem pemilihan kepala daerah.

“Guna memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan sesuai dengan keinginan dan hak rakyat,” katanya.

Sejauh ini belum ada sikap resmi dari PDI Perjuangan terkait wacana pilkada tak langsung.

Nadia menegaskan bahwa, PDI Perjuangan tetap teguh pada prinsip bahwa hak rakyat untuk memilih secara langsung merupakan salah satu bentuk demokrasi yang harus dihormati.

Nadia lantas mengkritisi alasan efisiensi anggaran yang sering dikemukakan oleh pihak yang mendukung pembatasan pilkada langsung. Ia menilai bahwa pengalihan sistem tersebut justru hanya memindahkan pengelolaan keuangan tanpa menyelesaikan masalah substansial.

Terkait evaluasi terhadap penyelenggara pemilu, Nadia menyebut bahwa hal tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari demokrasi yang sehat. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengidentifikasi dan mengatasi kecurangan yang mungkin terjadi selama proses pemilu.

“Kecurangan sering kali sulit terukur, tetapi penyelenggara pemilu harus bertanggung jawab. Kami siap melakukan evaluasi bersama-sama untuk memperbaiki sistem yang ada,” jelas Nadia.

Disinggung soal rendahnya partisipasi pemilih dalam pilkada, pihaknya mengaku miris dengan kondisi itu dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan hak suaranya.

Nadia menyebutkan bahwa partai politik perlu lebih intensif dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi.

“Penyelenggara mempunyai peranan penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Begitu juga dengan parpol. Nah, seharusnya ini yang perlu kita evaluasi. Tentunya, kami (PDI Perjuangan) siap bekerja sama dengan penyelenggara untuk melakukan evaluasi bersama untuk keberlangsung pilkada yang lebih baik kedepannya,” ungkapnya. (hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...