BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, melaksanakan reses masa sidang ke-2 yang telah dilakukannya beberapa waktu lalu di Dukuh Pakel, Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro.
Menurutnya, reses tersebut menjadi ruang penting untuk mendengar langsung suara masyarakat di tingkat desa.
Fatatoh menyampaikan, kegiatan reses yang dihadiri seluruh elemen masyarakat itu berjalan lancar dan penuh dinamika.
Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan pelayanan dasar hingga persoalan pembangunan desa.
“Pada reses kemarin, masyarakat sangat terbuka menyampaikan keluhan dan harapannya. Ini menunjukkan bahwa forum reses masih sangat dibutuhkan sebagai sarana komunikasi langsung antara warga dan wakilnya di DPRD,” ujar Fatatoh pada tim media ini, Kamis (22/1/2026).
Dia mengungkapkan, pelayanan dasar menjadi salah satu isu utama yang disampaikan warga, khususnya terkait layanan terpadu di desa yang diharapkan tetap maksimal meskipun terdapat penyesuaian alokasi dana desa (ADD).

Selain itu, kondisi infrastruktur jalan desa yang rusak juga banyak dikeluhkan karena berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Tak kalah penting, Fatatoh menilai aspirasi warga terkait pengembangan potensi desa, terutama sektor pariwisata, sebagai masukan strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.
“Warga tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga menawarkan gagasan. Mereka ingin potensi desa, termasuk pariwisata, bisa dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, dia menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan setiap masukan warga melalui pembahasan di DPRD Kabupaten Blitar.
Anggota Komisi IV DPRD ini juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah agar program pembangunan tetap berjalan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Reses bukan sekadar formalitas, tapi pijakan awal untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










