BLITAR — Gelaran Open Selection Banteng Jatim FC U-17 yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, Sabtu (7/3/2026) malam, mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Kegiatan tersebut dinilai membuka peluang besar bagi talenta sepak bola muda daerah untuk tampil di tingkat nasional.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar Fatatoh Hironi Ulya menyampaikan penghargaan kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang telah menginisiasi seleksi pemain Banteng Jatim FC U-17 sebagai persiapan menghadapi turnamen nasional Soekarno Cup 2026.
Menurutnya, penunjukan Blitar sebagai salah satu lokasi seleksi menjadi kebanggaan bagi masyarakat sekaligus momentum penting untuk mengembangkan potensi sepak bola di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan open selection Banteng Jatim U-17 ini. Selain menjadi persiapan menuju Soekarno Cup 2026, kegiatan ini juga membuka peluang besar bagi talenta sepak bola muda dari Blitar untuk tampil di tingkat nasional,” ujar Fatatoh, Minggu (8/3/2026).
Ia menilai potensi pemain muda di Kabupaten Blitar cukup besar dan perlu didukung melalui pembinaan yang terarah serta berkelanjutan.
Selama ini, pembinaan sepak bola di daerah terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, KONI, PSSI Kabupaten Blitar, hingga sekolah-sekolah sepak bola yang tergabung dalam ASEKAB Blitar.
Menurut Fatatoh, peningkatan kualitas pembinaan juga terus dilakukan, termasuk melalui penguatan kompetensi pelatih agar proses pengembangan pemain berjalan lebih optimal. “Potensi anak-anak muda di Blitar sangat besar. Karena itu kami terus mendorong peningkatan kualitas pembinaan, termasuk peningkatan lisensi pelatih agar pembinaan semakin berkualitas,” jelasnya.
Selain pembinaan sumber daya manusia, dukungan pemerintah daerah melalui APBD Kabupaten Blitar juga diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi usia dini serta pengembangan fasilitas olahraga.
Kompetisi sepak bola usia dini pun rutin digelar, salah satunya pada peringatan Bulan Bung Karno setiap Juni yang menjadi ajang bagi pemain usia di bawah 12 tahun untuk mengasah kemampuan mereka.
“Kompetisi grassroot penting agar anak-anak memiliki ruang untuk berkembang dan berkompetisi secara sehat sejak usia dini,” katanya.
Ia berharap dari proses seleksi Banteng Jatim FC U-17 tersebut akan lahir pemain-pemain muda berbakat dari Kabupaten Blitar yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi. “Semoga dari Kabupaten Blitar ada pemain yang lolos seleksi dan bisa tampil di Soekarno Cup 2026. Itu tentu menjadi kebanggaan bagi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, dengan pembinaan yang konsisten serta dukungan infrastruktur yang memadai, bukan tidak mungkin ke depan Blitar dapat melahirkan klub maupun pemain yang mampu bersaing di kompetisi sepak bola nasional. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










