Sabtu
24 Oktober 2026 | 11 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eva Sundari: Pancasila Sebagai Strategy Counter Radikalisme

pdip-jatim-eva-di-tokyo

pdip-jatim-eva-di-tokyoTOKYO – Dalam panel bertopik Challenges for Women in Muslim Countries, The Perspective of Women Muslim Democrats, Eva Sundari mendiskusikan menguatnya radikalisme sebagai ancaman terhadap perempuan.

Dia menyampaikan, ratusan perda berisi pembatasan dan pelarangan khusus untuk perempuan berdampak pada menyempitnya kesempatan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan bagi dirinya maupun keluarganya.

Perda-perda yang dia sebur diskriminatif itu, misalnya pembatasan waktu dan ruang  perempuan untuk bergerak. Hal itu, menurutnya, berujung pada tingkat kesejahteraan ekonomi perempuan yang lebih rendah dari laki-laku, sehingga rendah pula modalitas para perempuan.

“Di tingkat nasional, penetapan minimum umur  perempuan untuk menikah yaitu 16 tahun akan tetap menjadi penyumbang terbesar angka kematian ibu melahirkan. Dan tentu saja penyebab rendahnya partisipasi perempuan di dunia kerja,” kata Eva, Jumat (25/11/2016).

Dia menawarkan Pancasila sebagai prinsip-prinsip nilai dalam mengembangkan demokrasi di negara muslim. Sebab, sebutnya, kekuatan Pancasila sangat Islami dan sejalan dengan nilai-nilai demokrasi universal.

Jika Pancasila bisa menjadi penangkal radikalisme di Indonesia yang mayoritas muslim, ujarnya, tentu bisa digunakan di negara-negara Islam yang sedang konflik maupun punya potensi konflik. Sebab, lanjut Eva, konflik atau perang saat ini hanya terjadi antar-muslim sendiri.

Kekuatan Pancasila, imbuhnya, adalah sifat inklusif karena masing-masing sila saling melengkapi sehingga bisa menciptakan perilaku toleransi dalam masyarakat yang majemuk.

Sehingga, menjadi solusi bagi adanya global trend dari radikalisme yang dipicu dari sikap dan mentalitas intoleransi yang ekslusif dan dapat berujung pada perilaku terorisme.

Dalam panel tersebut ada beberapa narasumber, seperti Nurul Izzah Anwar (Parliament Malaysia), Reem Abu Hassan (mantan Mensos Jordan), Yoriko Kawaguchi (eks MP Jepang), dan Zahra Saeedi Mobarak (Parliament Iran). Moderatornya, Ima Abdulrachim dari Habibie Institute.

Panel tersebut adalah bagian dari konferensi The Third World Forum for Muslim Democrats di Tokyo, 24-25 November 2016. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Buleks Desak Revitalisasi Pasar Tradisional Surabaya, Aset Mangkrak Diminta Produktif

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mendesak PD Pasar Surya mempercepat revitalisasi pasar ...
KRONIK

Deni Wicaksono Ingatkan Warga Jangan Gadaikan Masa Depan karena Politik Uang

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengingatkan masyarakat agar tidak menggadaikan masa depan ...
KRONIK

Erma Beri Bantuan Gerobak dan Pendampingan pada UMKM Desa Tulungrejo

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, memberikan bantuan gerobak dan pendampingan ...
LEGISLATIF

Baktiono Desak Perda Air Limbah Surabaya Segera Dijalankan, Tarif Warga Harus Terjangkau

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya sekaligus Ketua Pansus Air Limbah Domestik, Baktiono, mendesak Pemerintah ...
KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...