Minggu
16 Agustus 2026 | 8 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eva Sundari: Pancasila Sebagai Strategy Counter Radikalisme

pdip-jatim-eva-di-tokyo

pdip-jatim-eva-di-tokyoTOKYO – Dalam panel bertopik Challenges for Women in Muslim Countries, The Perspective of Women Muslim Democrats, Eva Sundari mendiskusikan menguatnya radikalisme sebagai ancaman terhadap perempuan.

Dia menyampaikan, ratusan perda berisi pembatasan dan pelarangan khusus untuk perempuan berdampak pada menyempitnya kesempatan mereka untuk meningkatkan kesejahteraan bagi dirinya maupun keluarganya.

Perda-perda yang dia sebur diskriminatif itu, misalnya pembatasan waktu dan ruang  perempuan untuk bergerak. Hal itu, menurutnya, berujung pada tingkat kesejahteraan ekonomi perempuan yang lebih rendah dari laki-laku, sehingga rendah pula modalitas para perempuan.

“Di tingkat nasional, penetapan minimum umur  perempuan untuk menikah yaitu 16 tahun akan tetap menjadi penyumbang terbesar angka kematian ibu melahirkan. Dan tentu saja penyebab rendahnya partisipasi perempuan di dunia kerja,” kata Eva, Jumat (25/11/2016).

Dia menawarkan Pancasila sebagai prinsip-prinsip nilai dalam mengembangkan demokrasi di negara muslim. Sebab, sebutnya, kekuatan Pancasila sangat Islami dan sejalan dengan nilai-nilai demokrasi universal.

Jika Pancasila bisa menjadi penangkal radikalisme di Indonesia yang mayoritas muslim, ujarnya, tentu bisa digunakan di negara-negara Islam yang sedang konflik maupun punya potensi konflik. Sebab, lanjut Eva, konflik atau perang saat ini hanya terjadi antar-muslim sendiri.

Kekuatan Pancasila, imbuhnya, adalah sifat inklusif karena masing-masing sila saling melengkapi sehingga bisa menciptakan perilaku toleransi dalam masyarakat yang majemuk.

Sehingga, menjadi solusi bagi adanya global trend dari radikalisme yang dipicu dari sikap dan mentalitas intoleransi yang ekslusif dan dapat berujung pada perilaku terorisme.

Dalam panel tersebut ada beberapa narasumber, seperti Nurul Izzah Anwar (Parliament Malaysia), Reem Abu Hassan (mantan Mensos Jordan), Yoriko Kawaguchi (eks MP Jepang), dan Zahra Saeedi Mobarak (Parliament Iran). Moderatornya, Ima Abdulrachim dari Habibie Institute.

Panel tersebut adalah bagian dari konferensi The Third World Forum for Muslim Democrats di Tokyo, 24-25 November 2016. (sa)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Anggota DPRD Jatim Ony Setiawan Dorong Penguatan UMKM dan Koperasi di Tuban

TUBAN – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Ony Setiawan, menginisiasi program ...
KRONIK

Amithya Ingatkan Generasi Muda Tak Kehilangan Jati Diri di Era Digital

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati ...
KABAR CABANG

Pengurus Ranting Se-Kecamatan Kerek dan Soko Tuban Jalani Pelantikan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban resmi memulai rangkaian pelantikan pengurus ...
KABAR CABANG

Musran Tuntas, PDIP Kabupaten Blitar Bidik 22 Kursi pada Pemilu 2029

PDIP Kabupaten Blitar menuntaskan Musran se-kabupaten dan membidik 22 kursi DPRD pada Pemilu 2029 melalui penguatan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Apresiasi Bringinan, Pisang Cavendish Jadi Sumber Ekonomi Warga

Novita Hardini mendorong budidaya pisang Cavendish di Desa Bringinan, Ponorogo, menjadi model pemberdayaan ekonomi ...
KRONIK

Pesan Bupati Fauzi untuk Paskibraka 2026: Disiplin Jangan Cuma Pas Upacara!

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengukuhkan Paskibraka 2026 di Pendopo Agung Keraton, Sabtu ...