Selasa
27 Oktober 2026 | 3 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Irawan Apresiasi Wirawiri Purabaya–Kenpark Kembali Lewat Tol, Pangkas Waktu Tempuh hingga 50 Menit

pdip jatim 260223 wirawiri

SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Eri Irawan mengapresiasi keputusan Pemerintah Kota Surabaya mengembalikan rute transportasi umum Wirawiri Purabaya–Kenpark melalui jalur tol mulai 23 Februari 2026.

Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan dan sangat membantu mobilitas pekerja maupun pelajar.

Sebelumnya, sejak awal 2026 rute tersebut sempat tidak melintasi jalan tol serta mengalami perubahan layanan dari bus menjadi feeder Wirawiri FD12.

Menurut Eri, kembalinya rute melalui tol merupakan langkah responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang mengandalkan transportasi publik untuk aktivitas harian.

“Dengan kembali masuk tol, waktu tempuh bisa dipangkas signifikan, sekitar 50 menit. Ini tentu sangat membantu pekerja, pelajar, dan warga yang setiap hari bergantung pada konektivitas Kenjeran Park dan Purabaya,” ujar Eri Irawan, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, DPRD Surabaya sebelumnya telah meminta Dinas Perhubungan melakukan kajian efektivitas rute tanpa jalur tol. Hasil evaluasi tersebut kemudian mendorong pengaturan kembali alokasi anggaran agar layanan dapat kembali melintasi tol.

Selain mempercepat perjalanan, kebijakan ini juga dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama yang kerap macet pada jam sibuk.

“Efisiensi waktu sangat krusial karena berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai keputusan tersebut menunjukkan adanya perhatian Pemkot Surabaya terhadap aspirasi pengguna transportasi umum sekaligus upaya meningkatkan kualitas layanan publik di sektor transportasi.

Meski demikian, ia memberikan sejumlah catatan, terutama terkait konsistensi jadwal dan frekuensi layanan agar manfaat pemangkasan waktu tempuh benar-benar dirasakan masyarakat.

“Percuma waktu tempuh lebih cepat jika headway antar-armada masih lama atau tidak menentu. Evaluasi berkala dan transparansi informasi kepada publik menjadi kunci,” tegas Eri.

Ke depan, dia juga mendorong evaluasi penggunaan armada feeder pada rute dengan volume penumpang tinggi. Jika diperlukan, layanan dapat kembali menggunakan bus berkapasitas lebih besar untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi operasional.

“Bus berukuran sedang lebih rasional dari sisi kapasitas dan kenyamanan. Ini juga bisa menekan penumpukan penumpang serta mengurangi kendaraan di jalan,” ujarnya.

Eri berharap penguatan layanan transportasi publik terus dilakukan agar transportasi umum menjadi arus utama mobilitas warga Surabaya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...