Sabtu
07 Februari 2026 | 5 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi: Surabaya Butuh Pemimpin Petarung

pdip-jatim-220112-eri-cah

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, Kota Surabaya butuh pemimpin petarung. Bukan pemimpin yang hanya bekerja di belakang meja.

Eri terus minta agar camat dan lurah turut serta turun ke lapangan membantu dan berkolaborasi bersama pejabat fungsional.

Dia juga mengingatkan kembali kepada Sekda, asisten, kepala OPD dan staf ahli untuk bangkit berkolaborasi melayani masyarakat Kota Surabaya.

“Saya titip Kota Surabaya kepada panjenengan semua, karena Surabaya ini butuh pemimpin-pemimpin petarung,” tegas Eri Cahyadi, di Surabaya, Selasa (11/1/2022).

“Jangan hanya ada di belakang meja dan tidak berani mengambil sebuah keputusan. Ini memang tugas berat, tapi Insya Allah menjadi amal jariyah buat panjenengan,” ujarnya.

Eri juga minta jajarannya di Pemkot bekerja sesuai output dan outcome. Dia menegaskan, tidak ingin ada perbedaan antara pejabat struktural dan fungsional. Sebab, keduanya memiliki tugas dan kewajiban yang sama, yaitu melayani warga Kota Surabaya.

“Kalau ada yang bilang, fungsional bukan struktural, itu perannya tidak penting, salah besar. Jadi, ke depan jangan pernah ada perbedaan antara struktural dan fungsional,” tandas kader PDI Perjuangan ini.

Menurutnya, setiap pegawai mempunyai kontrak kinerja yang berlaku selama setahun. Di dalam kontrak kinerja tersebut, terdapat perjanjian output dan outcome yang harus ditepati.

Jika output dan outcome tidak ditepati, maka, pegawai struktural maupun fungsional tersebut secara otomatis dipersilakan mengundurkan diri dari jabatannya.

“Ketika ada pejabat yang tidak bisa memenuhi kotrak kinerjanya, harus siap mengundurkan diri dan siap diberhentikan tanpa menuntut suatu apapun,” tegasnya.

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu juga mengingatkan, supaya tidak ada perbedaan antara sekolah SD – SMP negeri dan swasta.

“Jangan sampai nantinya mental anak kita yang terpengaruh karena adanya perbedaan negeri dan swasta. Pikiran-pikiran itu harus dihilangkan,” ujar Cak Eri.

Dia juga mengingatkan fungsional yang bertugas di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Ia berharap, struktural maupun fungsional yang bertugas di lingkungan Dinkes Surabaya harus tahu kondisi kesehatan masyarakat, terutama perkara stunting di Kota Pahlawan.

Menurutnya, tugas fungsional lah yang paling tepat untuk mengatasi masalah stunting di lapangan.

“Bedanya kan yang struktural mengurus anggarannya saja. Nah, kalau sudah menjadi fungsional, kalau bisa ayo turun, panjenengan semua itu dibutuhkan oleh masyarakat, terutama kesehatan dan pendidikan, masih ada gizi buruk, ibu hamil, anak nggak bisa sekolah dan sebagainya,” paparnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Reses di Manding, Said Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur hingga Kesejahteraan Guru Madin

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menggelar kegiatan reses di Desa Giring, ...
EKSEKUTIF

Perkuat Agenda Kepemudaan, Bupati Trenggalek Pilih Pejabat Dispora Berbasis Kapabilitas

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan bahwa pengisian pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga ...
KRONIK

Reses di Pangarangan, Said Abdullah Salurkan Bantuan untuk UMKM dan Pengurus Musala

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, memanfaatkan masa reses dengan turun langsung ...
KRONIK

Rekrutmen Terbuka PAC PDIP, Susy Cecilia Dorong Peran Aktif Perempuan dan Kaum Muda di Politik

SURABAYA – Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Susy Cecilia A.S., mengajak generasi muda untuk mulai ...
KRONIK

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Stimulan Tahap II untuk Korban Puting Beliung di Karduluk

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyalurkan bantuan stimulan tahap kedua kepada warga terdampak ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Jaring 164 Nama Calon Ketua PAC di Dapil 5 dan 6

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan mesin partai ...