Kamis
30 April 2026 | 2 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Ingin Bangun Surabaya dari Kampung Dulu, Baru Kota

pdip-jatim-241101-ec-emak-emak

SURABAYA – Ratusan emak-emak hadir dalam Kegiatan Bersinerji Dadi Siji di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kamis (31/10/2024).

Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama sang istri Rini Indriyani, turut hadir pada kegiatan yang diselenggarakan di Perumahan Gunungsari Indah tersebut.

Pada kesempatan itu, Eri menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pembangunan Kota Surabaya.

Berbagai prestasi yang diraih Kota Surabaya, unkapnya, seperti berhasil jadi kota pertama Indonesia yang Raih Predikat AA dari SAKIP, kota dengan predikat Terbaik 1 dalam hal pembangunan berkelanjutan, pelayanan publik nomer 1, kota layak anak internasional dan masih banyak lagi prestasi membanggakan lainnya.

“Saya mohon doanya, untuk kita bangun Surabaya, bangun Surabaya bukan soal wali kota. Tapi bareng-bareng, dengan mahabbah kita seduluran semua membangun Kota Surabaya,” kata Eri.

Politisi PDI Perjuangan itu juga bercerita tentang pengalamannya ketika menjadi Wali Kota Surabaya yang belum maksimal dan penuh tantangan karena pandemi Covid-19.

“Di Kota Surabaya saya tidak sampai 5 tahun menjadi wali kota. Karena Pilkada Serentak masa jabatan saya hanya 3,5 tahun. Tapi karena covid terjadi 2 tahun, saya dan Cak Ji efektif bekerja hanya 1,5 tahun,” ungkapnya.

Dia pun menyampaikan kerja keras Pemkot Surabaya saat ini ialah agar para generasi penerus mampu merasakan pemerintahan yang maju dan berkualitas.

“Bangun Surabaya itu bukan karena siapa yang terbaik, tapi apa yang bisa kita berikan untuk anak cucu kita,” tutur Eri.

Oleh karena itu dia pun menegaskan apabila ada kebutuhan kampungnya yang belum terealisasi, agar segera dilaporkan kepada Pemkot Surabaya.

“Saya maunya bangun Surabaya itu dari kampung dulu baru kota. Jadi kalau ada yang belum dikerjakan seperti paving dan lainnya yang dibutuhkan, RT/RW, LPMK segera masukkan ke berita acara. Saya inginnya 2025 atau maksimal 2026 tidak ada lagi kampung yang belum dipaving, kemudian tidak ada salurannya,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dewan dan Tim Medis di Magetan Jenguk Pasien Kecelakaan Kerja 11 Tahun Lalu, Sarankan Mau Dirujuk

MAGETAN – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan Suyono Wiling bersama tim Medis RSUD dr. Sayidiman mendatangi ...
LEGISLATIF

Ina Ammania Minta Dana Haji Tak Diinvestasikan ke Proyek Jangka Panjang

Ina Ammania minta BPKH tidak menempatkan dana haji pada investasi jangka panjang demi menjaga likuiditas dan ...
KRONIK

Hj. Ansari Sosialisasikan Pengelolaan Dana Haji, untuk Memberikan Manfaat pada CJH

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menghadiri Forum Keuangan Haji bertema “Membangun Kepercayaan, ...
KRONIK

Yogi Sukses Budidaya Lele, Bupati Ipuk: Inspirasi bagi Anak-Anak Muda

BANYUWANGI – Yogi Deri Hendrawan (31), pemuda Desa/Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, sukses budidaya lele dengan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Blitar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan, Antisipasi Dampak El Nino

Pemkab Blitar perkuat kesiapsiagaan hadapi kekeringan akibat El Nino dengan distribusi air dan strategi pertanian. ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Dorong Pansus Hak Angket Terkait Dugaan Pelanggaran Perjalanan Dinas

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang dorong pembentukan Pansus Hak Angket untuk telusuri dugaan pelanggaran perjalanan ...