Kamis
14 Mei 2026 | 12 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ekonomi Sedang Sulit, UMKM Perlu Penurunan Bunga KUR dan Jaminan Sosial

IMG-20260507-WA0020_copy_722x483
Anggota DPR RI Novita Hardini menyerahkan bantuan kepada sejumlah pegiat UMKM saat pelaksanaan reses di Kabupaten Ngawi, Kamis (7/5/2026).

NGAWI – Kondisi perekonomian yang sedang sulit membuat para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya bisa menjalankan usaha dalam mode bertahan. Diperlukan intervensi dari pemerintah agar UMKM tetap berkembang.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, saat melaksanakan kegiatan serap aspirasi di Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Dalam agenda tersebut, Novita menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah situasi ekonomi yang dinilai semakin berat.

Kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan baku dalam beberapa waktu terakhir disebut sangat memengaruhi keberlangsungan usaha para pelaku UMKM. Kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kesulitan mempertahankan keuntungan.

Novita mengatakan, pihaknya di Komisi VII DPR RI terus mendorong Kementerian UMKM untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna membantu pelaku usaha kecil, terutama skala mikro dan ultra mikro.

“Kami mendorong Kementerian UMKM meningkatkan kolaborasi lintas sektor dan memberikan insentif khusus kepada pelaku UMKM,” ujarnya.

Harga khusus bahan baku produksi UMKM
Menurutnya, salah satu bentuk perlindungan yang perlu diberikan adalah skema harga khusus bahan baku bagi pelaku UMKM agar biaya produksi tidak mengikuti harga pasar umum.

“Ada harga-harga khusus yang memang harus bisa diakses UMKM supaya mereka tetap bisa menjalankan aktivitas produksinya,” katanya.

Selain itu, Novita juga mendorong terciptanya ekosistem usaha yang terintegrasi antara UMKM dan industri besar. Menurutnya, industri besar tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pelaku UMKM sebagai pemasok di sektor hulu.

“Kita ingin ada sinkronisasi dari hulu ke hilir. Hulunya pelaku UMKM, hilirnya industri besar. Jadi tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Menekan bunga pinjaman dan perlindungan sosial
Ia menambahkan, perlindungan terhadap UMKM tidak hanya berupa insentif ekonomi, tetapi juga jaring pengaman sosial bagi pelaku usaha yang terdampak langsung kondisi ekonomi.

“UMKM yang sangat terancam keberlangsungan usahanya perlu mendapatkan perlindungan seperti BPJS kesehatan dan bantuan sosial lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Novita menyebut DPR RI juga terus mendorong pemerintah menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar akses permodalan semakin ringan bagi pelaku usaha kecil.

“Bunga KUR yang sebelumnya sekitar 6 persen sekarang sudah ada yang turun menjadi 4 persen. Bahkan nanti diharapkan ada subsidi tambahan dari industri untuk membantu UMKM,” tandasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...