Sabtu
15 Agustus 2026 | 7 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Drama Pewayangan Nusantara Berulang: Megawati, Said dan Siasat Penguasa

IMG_7267(1)_copy_868x589
Ketua DPP MH Said Abdullah mendengarkan arahan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri, di lokasi kongres ke-VI, di Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025).

Oleh Suga Ayip JBT Rewok*

DI PANGGUNG besar politik Indonesia, tempat cahaya kekuasaan menari bersama bayang-bayang sejarah, nama Megawati Soekarnoputri kembali mengguncang gelanggang. Di tengah guncangan internal PDI Perjuangan pasca-kekalahan pemilu, Megawati berdiri sebagai sosok yang menatap jauh ke lorong sejarah, ke tempat gema leluhur dan siasat para raja silam masih berbisik.

Dalam keheningan langkah elite, bayangan Majapahit tiba-tiba menjelma kembali. Tujuh abad lalu, ketika Singhasari runtuh dan Mongol mengancam Jawa, Raden Wijaya tidak mencari pertolongan ke pusat kekuasaan. Ia bergerak ke timur, ke tanah Madura, tempat kesetiaan tidak pernah ditawar.

Di sanalah, Arya Wiraraja, penguasa Madura yang teguh, memberi perlindungan dan strategi. Dari aliansi itu: siaga melawan Mongol tersusun rapi, kekacauan dipatahkan, dan Majapahit bangkit menjadi kerajaan terbesar Nusantara. Sejarah mencatat: kekuatan yang kerap dianggap pinggiran justru sering menjadi fondasi kebangkitan.

Kini, babak serupa seakan hadir kembali. PDI Perjuangan menurun pamornya, barisan internal merenggang, elite mudanya saling mencurigai dan struktur partai goyah diterpa arus perubahan. Di tengah gemuruh itu, Megawati justru menoleh ke figur yang selama ini jarang berdiri di garis depan panggung nasional, namun pengaruhnya di akar rumput tak terbantahkan: Said Abdullah.

Said bukan sekadar kader senior. Ia adalah penjaga jaringan politik Jawa Timur–Madura, figur yang dekat dengan kiai, tokoh adat, dan lapisan masyarakat bawah, organisator yang mampu menggerakkan massa solid dan sosok yang tak pernah berkonflik dengan keluarga inti PDI Perjuangan.

Dalam bahasa pewayangan, Said bukan ksatria yang sibuk mengayun senjata di medan perang, melainkan senopati penjaga gerbang kerajaan,pilar yang tetap kokoh ketika istana retak dari dalam.

Siasat sejarah tidak pernah mati. Ketika pusat melemah, Raden Wijaya membangun kekuatan dari timur. Ketika Majapahit terancam, keputusan menggandeng Madura justru menjadi awal kejayaan baru.

Hari ini, Megawati seakan mengikuti pola yang sama: menguatkan poros timur sebagai penopang kebangkitan. Madura hadir lagi, bukan sebagai sekadar wilayah, melainkan sebagai simbol kesetiaan politik, tanah yang dalam lintasan sejarah Nusantara berkali-kali menjadi tempat kerajaan bangkit dari kehancuran.

Sejarah adalah gamelan yang dentingnya tak pernah padam. Maka keputusan Megawati merapatkan langkah kepada Said Abdullah menjadi pertalian dua lakon: ratu tua penjaga warisan dan senopati timur pemikul kesetiaan.

Pewayangan Nusantara mengajarkan: saat istana retak, carilah pilar dari tanah yang tak mengenal pengkhianatan; saat para pewaris saling berebut mahkota, sandarkan diri pada sosok yang tetap teguh; saat masa depan gelap, dengarkan kembali mantra siasat para leluhur.

Dan di situlah sejarah berputar, lakon kembali menyatu: Megawati dan Said Abdullah. Raden Wijaya dan Arya Wiraraja. Dua zaman, dua tokoh, satu pola agung: siasat tak pernah mati.

*Pengamat Budaya Politik Nusantara

Sumber tulisan: https://swararakyat.com

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur ...
SEMENTARA ITU...

Punjul: Kepemimpinan Bukan soal Kedudukan, tapi Seberapa Besar Manfaat

BATU – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Batu, Punjul Santoso, mengingatkan para pengurus muda ...
SEMENTARA ITU...

Pesan Doding untuk Paskibraka Trenggalek: Kalian Bukan Sekadar Pengibar Bendera

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berpesan kepada Paskibraka 2026 agar tidak memaknai tugas pengibaran bendera ...
KRONIK

Gesah Bareng Ambi Bupati: Cara Ipuk Cari Solusi Langsung Masalah Pangan

BANYUWANGI – Berbagai persoalan yang dihadapi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan di Banyuwangi ...
KRONIK

Relief Gumuk Lumpang Rusak, DPRD Jember Minta Dugaan Perusakan Diusut

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta polisi mengusut dugaan perusakan Objek Diduga Cagar ...
LEGISLATIF

Kelebihan Bayar Rp 566 Juta Proyek Alun-Alun Sidoarjo, DPRD Desak Pemkab Benahi Manajemen Pengawasan

SIDOARJO – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kelebihan pembayaran sebesar Rp 566,44 juta pada ...