Minggu
19 April 2026 | 7 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Surabaya Soroti Program Bedah Rumah

pdip-jatim-hearing-bedah-rumah

pdip-jatim-hearing-bedah-rumahSURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya menyoroti pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK). Selain pemanfaatannya dinilai tak tepat sasaran, komisi bidang kesejahteraan rakyat ini menengarai ada pungli terhadap warga penerima hibah bedah rumah.

“Banyak yang tidak tepat sasaran. Orang gak mampu banyak yang tidak menerima,” kata Ketua Komisi D, Agustin Poliana, kemarin.

Warga yang tidak mendapatkan hibah bedah rumah, ungkap Agustin, sebagian besar, karena tak mempunyai surat tanah. Mereka kebanyakan tinggal di bantaran sungai, bantaran rel, dan daerah kumuh lainnya.

“Semestinya mereka yang menerimanya, karena sesuai peraturan wali kota (perwali), persyaratannya hanya wajib mencantumkan surat keterangan tinggal dan surat keterangan miskin,” papar perempuan yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Dia menduga, ada pemahaman yang keliru dalam mengimplementasikan perwali tersebut. Di sisi lain, dalam pelaksanaan di lapangan, kegiatan bedah rumah juga menyisakan persoalan lain.

Pasalnya, warga yang tempat tinggalnya direhabilitasi, justru dibebani untuk mengembalikan sekitar 50 persen dari besaran dana pembangunan yang diterima. Laporan yang diterima anggota dewan saat reses, pungutan itu diduga dilakukan petugas yang terlibat dalam program tersebut.

“Dalihnya untuk pemerataan. Tapi ini kan memberatkan warga penerima program bedah rumah,” tandas Titin, sapaan akrab Agustin Poliana.

Pihak yang terlibat dalam rehabilitasi rumah kumuh, sebut Titin, antara lain Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) serta LKMK (Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan).

Dia menambahkan, pihak penerima hibah tak ikut campur tangan dalam kegiatan pembangunan. Seluruh prosesnya, mulai pembelanjaan bahan hingga pembangunan, ditangani IPSM.

“Petugas-petugas itu yang menyeleksi data dan membelanjakannya,” papar perempuan yang sudah empat periode sebagai legislator di DPRD Surabaya itu.

Titin menambahkan, dalam program bedah rumah tahun lalu, alokasi anggaran untuk tiap unit mencapai Rp 10 juta. Jumlah tersebut meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Mulainya 2012 dengan anggaran sekitar Rp 4 juta, kemudian naik menjadi 7,5 juta, naik lagi Rp 10 juta,” terangnya.

Jika penerima diminta mengembalikan setengah dari dana pembangunan yang dikucurkan, sebut Titin, tentu akan semakin membebani. Pasalnya, dalam rehabilitasi rumah tersebut, kadang warga kerap tekor, karena alokasi biaya kurang untuk membeli bahan bangunan, ongkos tukang, dan sebagainya.

“Untuk rehabilitasi itu kadang gak cukup Rp 15 juta. Makanya mereka harus cari pinjaman lagi. Itu belum harus mengembalikan sebagian, meski diangsur,” urainya.

Terkait itu, Komisi D kemarin mengundang jajaran pejabat Dinas Sosial Kota Surabaya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...