Senin
22 Juni 2026 | 12 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Nganjuk Investigasi Kasus Meninggalnya Bayi ‘Berubah Kelamin’

pdip-jatim-tatit-030920

NGANJUK – DPRD Nganjuk bakal membentuk tim investigasi terkait kasus meninggalnya bayi ‘tertukar’ di RSUD Nganjuk. Tim ini segera memanggil pihak-pihak terkait, khususnya dari RSUD Nganjuk.

“Saya akan perintahkan Komisi 4 secepatnya memanggil dan membentuk tim investigasi. Saya tegaskan secepatnya digelar terbuka bersama seluruh media,” tandas Tatit, kemarin.

Diberitakan, anak kedua pasutri Fery Sujarwo dan Arum Rosalia yang saat lahir pada 18 Agustus 2020 dinyatakan sebagai perempuan, “berubah” jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Perubahan itu diketahui setelah bayi prematur itu meninggal di RSUD Nganjuk pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Feri mengambil jenazah bayinya yang saat itu sudah berada di luar inkubator. Bayi yang sudah tidak dilengkapi gelang tanda pengenal di tangan itu dibawanya pulang.

Tanpa ada surat keterangan kematian, bayi mungil itu dibawa pulang dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di rumah, jenazah bayi itu dimandikan untuk dimakamkan.

Para pelayat dan keluarga langsung geger saat itu. Jika sebelumnya mereka meyakini bayinya berjenis kelamin perempuan, saat itu mereka terkejut melihat bayinya berubah kelamin. “Kelaminnya laki-laki,” kata Feri.

Tatit mengatakan, kasus ini merupakan kejadian buruk di institusi RSUD Nganjuk. Karena dengan adanya insiden ini maka citra pelayanan akan semakin terpuruk di hadapan masyarakat.

Mengenai fasilitas yang diberikan kepada masyarakat, meskipun sudah menjadi jenazah, sebut Tatit, harus menjadi prioritas khusus bukan sebaliknya.

“Kalau memang benar dari hasil investigasi jenazah pulang tanpa mobil ambulans itu kesalahan fatal bagi RSUD,” tegas wakil rakyat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini.

Menurutnya, saat ini pemerintah sudah membebaskan refokusing untuk rumah sakit dan pendidikan. Karena itu, dia merasa heran, hanya sekadar mobil ambulans saja RSUD Nganjuk tidak bisa menyediakan.

“Saya anggap ironis, ada puluhan ambulans di Nganjuk, namun membiarkan jenazah pulang dengan dibungkus jarik tanpa ada upaya dari pihak RSUD Nganjuk,” ucapnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Haul Bung Karno, PDIP Kediri Libatkan 60 Gen Z dan Gen Alpha dalam Doa Lintas Agama

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar doa lintas agama memperingati Haul Bung Karno dengan melibatkan 60 ...
KABAR CABANG

Soekarno Fun Walk Tulungagung 2026, Ribuan Masyarakat Lintas Generasi Tumpah Ruah

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Soekarno Fun Walk 2026 dengan titik start dan ...
KABAR CABANG

PAC Takeran Magetan Gotong Royong Mengecat Tugu Pancasila

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila, sejumlah kader pimpinan anak cabang ...
KABAR CABANG

Peringati Haul Bung Karno, PDIP Trenggalek Gelar Semaan Alquran dan Doa Bersama

DPC PDI Perjuangan Trenggalek memperingati Haul Bung Karno ke-56 dengan semaan Alquran, doa bersama, dan tumpengan ...
KABAR CABANG

PDIP Jember Gelar 1 Juta Sholawat untuk Bung Karno dan Kedamaian Negeri

DPC PDI Perjuangan Jember menggelar gerakan 1 Juta Sholawat untuk Bung Karno dan Kedamaian Negeri dalam rangka ...
LEGISLATIF

Romy Soekarno Tampung Aspirasi Warga Blitar, Soroti Teknologi Sampah hingga Industri Lokal

Anggota DPR RI Romy Soekarno menyerap aspirasi masyarakat Blitar terkait modernisasi industri kecil, pengelolaan ...