Rabu
12 Agustus 2026 | 7 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Nganjuk Investigasi Kasus Meninggalnya Bayi ‘Berubah Kelamin’

pdip-jatim-tatit-030920

NGANJUK – DPRD Nganjuk bakal membentuk tim investigasi terkait kasus meninggalnya bayi ‘tertukar’ di RSUD Nganjuk. Tim ini segera memanggil pihak-pihak terkait, khususnya dari RSUD Nganjuk.

“Saya akan perintahkan Komisi 4 secepatnya memanggil dan membentuk tim investigasi. Saya tegaskan secepatnya digelar terbuka bersama seluruh media,” tandas Tatit, kemarin.

Diberitakan, anak kedua pasutri Fery Sujarwo dan Arum Rosalia yang saat lahir pada 18 Agustus 2020 dinyatakan sebagai perempuan, “berubah” jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Perubahan itu diketahui setelah bayi prematur itu meninggal di RSUD Nganjuk pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Feri mengambil jenazah bayinya yang saat itu sudah berada di luar inkubator. Bayi yang sudah tidak dilengkapi gelang tanda pengenal di tangan itu dibawanya pulang.

Tanpa ada surat keterangan kematian, bayi mungil itu dibawa pulang dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di rumah, jenazah bayi itu dimandikan untuk dimakamkan.

Para pelayat dan keluarga langsung geger saat itu. Jika sebelumnya mereka meyakini bayinya berjenis kelamin perempuan, saat itu mereka terkejut melihat bayinya berubah kelamin. “Kelaminnya laki-laki,” kata Feri.

Tatit mengatakan, kasus ini merupakan kejadian buruk di institusi RSUD Nganjuk. Karena dengan adanya insiden ini maka citra pelayanan akan semakin terpuruk di hadapan masyarakat.

Mengenai fasilitas yang diberikan kepada masyarakat, meskipun sudah menjadi jenazah, sebut Tatit, harus menjadi prioritas khusus bukan sebaliknya.

“Kalau memang benar dari hasil investigasi jenazah pulang tanpa mobil ambulans itu kesalahan fatal bagi RSUD,” tegas wakil rakyat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini.

Menurutnya, saat ini pemerintah sudah membebaskan refokusing untuk rumah sakit dan pendidikan. Karena itu, dia merasa heran, hanya sekadar mobil ambulans saja RSUD Nganjuk tidak bisa menyediakan.

“Saya anggap ironis, ada puluhan ambulans di Nganjuk, namun membiarkan jenazah pulang dengan dibungkus jarik tanpa ada upaya dari pihak RSUD Nganjuk,” ucapnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...