Rabu
23 September 2026 | 7 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Nganjuk Investigasi Kasus Meninggalnya Bayi ‘Berubah Kelamin’

pdip-jatim-tatit-030920

NGANJUK – DPRD Nganjuk bakal membentuk tim investigasi terkait kasus meninggalnya bayi ‘tertukar’ di RSUD Nganjuk. Tim ini segera memanggil pihak-pihak terkait, khususnya dari RSUD Nganjuk.

“Saya akan perintahkan Komisi 4 secepatnya memanggil dan membentuk tim investigasi. Saya tegaskan secepatnya digelar terbuka bersama seluruh media,” tandas Tatit, kemarin.

Diberitakan, anak kedua pasutri Fery Sujarwo dan Arum Rosalia yang saat lahir pada 18 Agustus 2020 dinyatakan sebagai perempuan, “berubah” jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Perubahan itu diketahui setelah bayi prematur itu meninggal di RSUD Nganjuk pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Feri mengambil jenazah bayinya yang saat itu sudah berada di luar inkubator. Bayi yang sudah tidak dilengkapi gelang tanda pengenal di tangan itu dibawanya pulang.

Tanpa ada surat keterangan kematian, bayi mungil itu dibawa pulang dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di rumah, jenazah bayi itu dimandikan untuk dimakamkan.

Para pelayat dan keluarga langsung geger saat itu. Jika sebelumnya mereka meyakini bayinya berjenis kelamin perempuan, saat itu mereka terkejut melihat bayinya berubah kelamin. “Kelaminnya laki-laki,” kata Feri.

Tatit mengatakan, kasus ini merupakan kejadian buruk di institusi RSUD Nganjuk. Karena dengan adanya insiden ini maka citra pelayanan akan semakin terpuruk di hadapan masyarakat.

Mengenai fasilitas yang diberikan kepada masyarakat, meskipun sudah menjadi jenazah, sebut Tatit, harus menjadi prioritas khusus bukan sebaliknya.

“Kalau memang benar dari hasil investigasi jenazah pulang tanpa mobil ambulans itu kesalahan fatal bagi RSUD,” tegas wakil rakyat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini.

Menurutnya, saat ini pemerintah sudah membebaskan refokusing untuk rumah sakit dan pendidikan. Karena itu, dia merasa heran, hanya sekadar mobil ambulans saja RSUD Nganjuk tidak bisa menyediakan.

“Saya anggap ironis, ada puluhan ambulans di Nganjuk, namun membiarkan jenazah pulang dengan dibungkus jarik tanpa ada upaya dari pihak RSUD Nganjuk,” ucapnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...
BERITA TERKINI

Mulai Oktober, Eri Cahyadi Instruksikan ASN Pemkot Surabaya Bertugas di Balai RW

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan mulai Oktober 2026 seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Targetkan 3–5 Sekolah Tiap Wilayah Dapil 7 Miliki Marching Band

Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jatim memiliki 3–5 sekolah dengan fasilitas marching band dan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Wisata Alam Pegunungan Trenggalek Dipadu Kuliner

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam pegunungan yang dipadukan kuliner untuk ...