Kamis
22 Oktober 2026 | 5 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPP Gelar Wayangan, Temanya: Ketidakadilan Para Dewata Karena Berpihak pada Istrinya

pdip-jatim-240609-dpp-wayangan

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menggelar wayangan bersama Dalang Ki Warseno Slank dan Ki Amar Pradopo dengan lakon Pandu Swargo disajikan untuk warga di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (8/6/2024) malam.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto, Wakil Sekertaris Jenderal PDIP, Utut Adianto hingga anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo dan Deddy Sitorus terlihat hadir di lokasi. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri turut menyaksikan wayangan melalui daring.

Dalam sambutan pembukaan acara, Hasto menyampaikan, pagelaran malam ini dikisahkan tentang Pandu Suargo. Tokoh ini punya suatu persoalan karena ketidakadilan para Dewata yang lebih berpihak kepada istrinya.

“Jadi ada kan Batara Guru ini istrinya bernama Badari Durga yang kadang berwatak baik, tapi kadang-kadang juga kurang baik. Kadang-kadang juga seperti itu muncul suatu spiritnya muncul egonya, ego membela suaminya, ego membela anaknya. Itu juga ada di dalam cerita pewayangan tentang kisah ini,” kata Hasto membeber lakon Pandu Swargo.

Menurut Hasto, Pandu Dewanata ini menerima perlakuan yang tidak adil. “Nah disini lalu dibela oleh anak-anak dari Pandu Dewanata tersebut yaitu Ksatria Pandawa. Sehingga cerita ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus berhormat pada orang tua kita harus hormat pada orang yang mendidik kita, yang membesarkan kita,” jelasnya.

Politisi asal ‘Yogjakarta ini mengatakan, wayang menyajikan suatu kisah-kisah kehidupan inspiratif tentang apa yang terjadi dalam kehidupan manusia, yang kemudian disajikan di dalam cerita yang menarik.

Selain itu, dengan melihat wayang bisa memahami apa yang disampaikan oleh Bung Karno dan Megawati tentang kesabaran revolusioner.

“Namanya Pandawa ini ketika kalah dalam suatu permainan dia pernah kehilangan istana yang kemudian muncullah suatu kisah bagaimana dia dibuang tetapi kebenaran selalu akan menang, Satyam Eva Jayate,” urai Hasto.

“Wayang ini kita juga belajar tentang keyakinan kita dan kita diajarkan oleh Bung Karno oleh Ibu Mega, oleh para pendiri bangsa yang lain bahwa kebenaran itulah jalan PDI Perjuangan. Kita bukan menempuh jalan yang lain, jalan kebenaran itu yang kita lakukan malam ini,” imbuhnya. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...