Selasa
21 April 2026 | 11 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPP Gelar Wayangan, Temanya: Ketidakadilan Para Dewata Karena Berpihak pada Istrinya

pdip-jatim-240609-dpp-wayangan

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menggelar wayangan bersama Dalang Ki Warseno Slank dan Ki Amar Pradopo dengan lakon Pandu Swargo disajikan untuk warga di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (8/6/2024) malam.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto, Wakil Sekertaris Jenderal PDIP, Utut Adianto hingga anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo dan Deddy Sitorus terlihat hadir di lokasi. Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri turut menyaksikan wayangan melalui daring.

Dalam sambutan pembukaan acara, Hasto menyampaikan, pagelaran malam ini dikisahkan tentang Pandu Suargo. Tokoh ini punya suatu persoalan karena ketidakadilan para Dewata yang lebih berpihak kepada istrinya.

“Jadi ada kan Batara Guru ini istrinya bernama Badari Durga yang kadang berwatak baik, tapi kadang-kadang juga kurang baik. Kadang-kadang juga seperti itu muncul suatu spiritnya muncul egonya, ego membela suaminya, ego membela anaknya. Itu juga ada di dalam cerita pewayangan tentang kisah ini,” kata Hasto membeber lakon Pandu Swargo.

Menurut Hasto, Pandu Dewanata ini menerima perlakuan yang tidak adil. “Nah disini lalu dibela oleh anak-anak dari Pandu Dewanata tersebut yaitu Ksatria Pandawa. Sehingga cerita ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana kita harus berhormat pada orang tua kita harus hormat pada orang yang mendidik kita, yang membesarkan kita,” jelasnya.

Politisi asal ‘Yogjakarta ini mengatakan, wayang menyajikan suatu kisah-kisah kehidupan inspiratif tentang apa yang terjadi dalam kehidupan manusia, yang kemudian disajikan di dalam cerita yang menarik.

Selain itu, dengan melihat wayang bisa memahami apa yang disampaikan oleh Bung Karno dan Megawati tentang kesabaran revolusioner.

“Namanya Pandawa ini ketika kalah dalam suatu permainan dia pernah kehilangan istana yang kemudian muncullah suatu kisah bagaimana dia dibuang tetapi kebenaran selalu akan menang, Satyam Eva Jayate,” urai Hasto.

“Wayang ini kita juga belajar tentang keyakinan kita dan kita diajarkan oleh Bung Karno oleh Ibu Mega, oleh para pendiri bangsa yang lain bahwa kebenaran itulah jalan PDI Perjuangan. Kita bukan menempuh jalan yang lain, jalan kebenaran itu yang kita lakukan malam ini,” imbuhnya. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Gembleng Kader Muda di Sekolah Politik, Siapkan Mesin 2029

PDIP Kabupaten Madiun akan menggembleng kader muda melalui sekolah politik sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 ...
KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Jombang

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyerahkan bantuan alat dan ...
KRONIK

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Kabupaten Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

Deni Wicaksono menegaskan Musancab PDIP se- Kabupaten Madiun sebagai bagian restrukturisasi organisasi untuk ...