Jumat
18 September 2026 | 3 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Magetan Tahlilan untuk Korban Kudatuli

pdip-jatim-dpc-270722-magetan-1

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan menggelar doa bersama untuk arwah (tahlilan) para pejuang Partai dan rakyat yang gugur dalam kerusuhan 27 Juli 1996 (kudatuli). 

Acara dilaksanakan di rumah Ketua DPC Magetan era 90-an, Prayogo Prayitno di Desa Kauman Kecamatan Karangrejo, Selasa (26/7/2022) malam.

Sejumlah kader, anggota maupun simpatisan Partai turut dalam acara peringatan peristiwa kelam tersebut. Baik dari structural partai, DPC, PAC, banda-badan dan sayap Partai.

Ketua panitia acara sekaligus Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Magetan, Parmin mengatakan, acara berkirim doa sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang partaii khususnya, juga pejuang rakyat dalam melawan kediktatoran rezim kala itu.

Dijelaskan Parmin, momentum ini merupakan pengingat untuk saling menguatkan antar keluarga besar Partai agar tidak mudah terpecah belah.

“Ini kesempatan  bekerja sama dengan semua komponen dalam membesarkan Partai,” ujarnya

Sesepuh Partai, Prayogo Prayitno menyampaikan, peristiwa Kudatuli menunjukkan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang dibangun dengan keringat, air mata dan darah para pejuang.

“Inilah yang membuat PDI perjuangan  ada dan besar sampai saat ini,” ungkap Prayogo, mantan Ketua DPRD Magetan dua periode ini.

Prayogo menambahkan, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut.

“Jadi, Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Perkuat demokrasi dengan Pancasila sebagai pondasi, dan harus memiliki totalitas, kesetiaan dan loyalitas kepada Partai,” tandasnya.

Karena itu, Prayogo berharap, kader-kader muda harus belajar sejarah partai agar tahu apa saja momen, peristiwa penting yang menjadikan PDI Perjuangan kuat dan besar. Berikutnya yakni memperkuat konsolidasi dengan sesame anggota dan menyatu, menangis dan tertawa bersama rakyat.

Prayogo berharap para pejuang maupun korban peristiwa berdarah Itu bisa lebih mendapat perhatian dan apresiasi dari Partai. Apalagi di Magetan saat ini masih ada korban dan saksi hidup peristiwa Kuda Tuli.

“Kami semua  tidak ingin lagi  kejadian kelam terulang lagi. Mari bersama membangun Indonesia dengan demokratis,” pesan Prayogo. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...
KRONIK

Hari Kesadaraan Nasional, Bupati Ipuk: Birokrat Harus Peka

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di ...
KRONIK

Sadarestuwati: Padi MSP 65 Bisa Jadi Salah Satu Solusi Swasembada Pangan

JOMBANG – Padi MSP 65 atau GP 65 Bogor yang dikembangkan di lahan demplot Kabupaten Jombang menunjukkan hasil di ...
HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...