DPC Lumajang Berbagi Makanan Sehat untuk Bumil dan Balita di 21 Kecamatan, Upaya Turunkan Angka Stunting

 2,700 pembaca

LUMAJANG – Merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-50 PDI Perjuangan sekaligus HUT ke-76 Megawati Soekarnoputri,  Ketua Umum Partai,  DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang membagikan makanan sehat kepada  ibu-ibu hamil (bumil) dan menyusui serta bayi usia di bawah lima tahun (balita).

Ribuan paket dibagikan kepada masyarakat di 21 Kecamatan di Lumajang oleh Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Lumajang, dan struktural partai, mulai dari DPC, PAC, dan Pengurus Ranting.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lumajang, Solikin, mengatakan bahwa pembagian tersebut sebagai upaya mendorong program Pemerintahan Joko Widodo untuk menurunkan angka stunting. Yang mana, melalui Kementerian Kesehatan, target nasional berada di 14%. Namun di Kabupaten Lumajang masih mencapai 30%.

“Kita lakukan pembagian ini secara bergilir mulai tanggal 23 Januari sampai dengan tanggal 28 Januari. Ini merupakan bentuk aksi nyata PDI Perjuangan untuk ikut serta menurunkan angka stunting di Lumajang,” katanya, saat dihubungi via telepon selelurnya, Rabu (25/1/2023)

Menurutnya, ada banyak penyebab terjadinya stunting pada anak. Di antaranya pernikahan dini, kelahiran yang tidak terencana, dan lingkungan kumuh yang dapat mempengaruhi gizi anak.

“Apalagi bagi masyarakat yang ada memiliki anak yang banyak. Hanya makan harus dipersiapkan, baik dari segi materi, gizinya untuk pertumbuhanya,” terangnya.

Sementara itu, Bukasan, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lumajang, mengatakan bahwa stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, disamping itu stunting karena infeksi berulang dan stimulan psikososial.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat bersatu padu memberantas stunting atau gagal tumbuh pada anak. Sebab stunting memiliki dampak yang sangat besar terhadap masa depan anak,” paparnya, saat melakukan sosialisasi dan pembagian di Desa Babakan Kecamatan Padang, Senin (23/1/2023).

Selain itu, kata Bukasan, salah satu solusi yang harus dilakukan yaitu bergandengan tangan untuk mengatasinya dari semua pemangku kebijakan. Kemudian mengelompokkan penyebab stunting untuk dilakukan intervensi, mencari solusi dan langkah cepat dalam menyelesaikanya.

“Pemerintah, DPRD, pemerintah daerah, camat, Desa dan masyarakat harus bersatu untuk memberantas ini,” ajaknya.

Bukasan, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang itu juga mengapresiasi kader posyandu, bidan desa, dan puskesmas yang terus memantau kesehatan ibu hamil dan anak serta pihak lainnya yang selama ini berjibaku membantu penanganan stunting di daerah.

“Semoga upaya penekanan angka stunting ini dapat terlaksana dengan baik. Sehingga negara bisa bebas dari stunting, karena Lumajang termasuk zona merah” tutupnya.

Angka stunting di Kabupaten Lumajang masih terbilang tinggi. Meski angka menurun, tetapi tidaklah signifikan.

Dari data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, pada tahun 2019 angka stunting mencapai 34 persen. Sementara sejak 2021, angka stunting mencapai 30 persen atau turun hanya kisaran 4 persen. (ndy/hs)

Tinggalkan Balasan