Senin
29 Juni 2026 | 2 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DP3AK Dialokasikan Rp 27 M di RAPBD Jatim 2023, Untari: Harus Ditambah Anggarannya!

pdip-jatim-220206-rakercab-kota-malang-untari

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyoroti alokasi anggaran untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) di RAPBD Jatim 2023

Untari menyebut, alokasi yang dianggarkan untuk DP3AK di RAPBD Jatim 2023 masih sangat kecil, yakni hanya Rp 27 miliar.

“Kita cukup kaget. Di saat kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak di Jatim masih tinggi, justru dinas yang berkaitan dengan persoalan ini malah mendapatkan anggaran kecil. Apakah cukup anggaran sebesar itu untuk menangani persoalan perempuan dan anak di Jatim?” kata Untari.

Hal itu dia ungkapkan usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jatim, dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Jatim 2023 oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (30/9/2022).

Dengan kondisi semacam ini, kata Untari, bagaimana pemprov bisa melakukan upaya dalam mengatasi persoalan perempuan dan anak di Jatim.

Untuk itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini akan minta penjelasan kepada tim anggaran Pemprov Jatim untuk mengevaluasi lagi anggaran tersebut.

“Harus ditambah itu anggarannya. Kalau anggarannya minim semacam ini, bagaimana kita akan bisa maksimal dalam melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Jatim. Ini harus dipikirkan serius oleh Pemprov Jatim,” tandasnya.

Apalagi, imbuh Untari, saat ini pemerintah sudah mengesahkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang di dalamnya juga mengatur terkait dengan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Selain persoalan minimnya anggaran di Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Kependudukan, pihaknya juga akan minta penjelasan beberapa dinas yang juga memiliki hubungan dengan persoalan perempuan dan anak.

Seperti Dinas Kesehatan terkait anggaran yang berhubungan dengan kesehatan ibu hamil dan kesehatan anak untuk mengurangi angka stunting di Jatim yang juga masih tinggi.

“Juga di dinas tenaga kerja, bagaimana anggaran untuk BLK- BLK terkait pelatihan kepada perempuan untuk mandiri, Dinas UKM dan Koperasi, bagaimana pemberdayaan ekonomi untuk perempuan dengan usaha usaha yang dilakukannya. Serta dinas-dinas lainnya,” beber Untari.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini juga akan menanyakan secara detail ke Bapedda berapa total anggaran untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak di Jatim. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Berbekal Marhaenisme, Ibu Rumah Tangga Novita Hardini Konsisten di Jalan Politik

MAGETAN – Pemikiran Bung Karno menjadi pemantik sekaligus panduan bagi Novita Hardini menapak jalan politik. Dari ...
KABAR CABANG

REDTalks PAC Prajuritkulon Tuai Apresiasi, Dinilai Jadi Model Dialog Politik untuk Generasi Muda

MOJOKERTO – Pelaksanaan REDTalks menyambut Bulan Bung Karno yang digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajuritkulon ...
KRONIK

Rumah Aspirasi STD Tutup Bulan Bung Karno dengan Aksi Nyata untuk Rakyat Bondowoso

Rumah Aspirasi Sonny T. Danaparamita Bondowoso menutup rangkaian Bulan Bung Karno 2026 dengan menyalurkan ratusan ...
HEADLINE

Rocky Gerung: Marhaen Adalah Kita, PDIP Magetan Hidupkan Kembali Marhaenisme untuk Gen Z

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan memilih membumikan pemikiran Bung Karno melalui ruang dialektika. ...
KRONIK

Festival Jaranan Shenterewe Tulungagung 2026, Wadah Ekspresi Seniman Muda

TULUNGAGUNG – Festival Jaranan Shenterewe 2026 yang diselenggarakan di lapangan Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, ...
KABAR CABANG

Didik Gatot Usul Penerima MBG Dievaluasi, Daerah Mapan Bisa Dialihkan ke Bantuan Pendidikan

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengusulkan evaluasi sasaran Program Makan Bergizi ...