Kamis
24 September 2026 | 5 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dorong Kadanya Kuatkan Peran Koperasi, PDI Perjuangan Gandeng Menteri Teten

pdip-jatim-211214-webinar-koperasi-dpp-1

JAKARTA – DPP PDI Perjuangan mendorong kepala daerah (kada) dari partai berlambang banteng moncong putih itu untuk menguatkan peran koperasi demi kesejahteraan masyarakat seluas-luasnya. Untuk mewujudkan itu, PDI Perjuangan menggandeng Menteri Koperasi UKM Teten Masduki.

Komitmen PDI Perjuangan itu disampaikan saat menggelar webinar yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo, Senin (13/12/2021).

Dari jajaran DPP PDI Perjuangan, hadir Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua Bidang Usaha Kecil dan Koperasi Mindo Sianipar, Hamka Haq serta Eriko Sotarduga. Kegiatan dilakukan secara hybrid dari kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Hasto Kristiyanto mengatakan, kepala daerah dari PDI Perjuangan harus aktif mencari akses pendanaan untuk memajukan ekonomi rakyat lewat koperasi. Sebab, dengan pengembangan koperasi, maka masyarakat juga memiliki pilihan untuk tumbuh dari segi kesejahteraanya.

“Kalau praktik tentang bagaimana pelatihan-pelatihan ekonomi kerakyatan, itu sudah ribuan yang dilatih Partai. Sekarang kami lihat spirit berdaulat di bidang pangan itu bergema kuat,” kata Hasto.

Menurutnya, program-program Kementerian Koperasi sangat dinanti masyarakat, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Dia juga melihat Presiden Joko Widodo kerap menitipkan pesan kepada jajarannya untuk mendorong ekonomi rakyat.

“Karena amanat konstitusi sangat jelas. Bahwa prinsip keadilan sosial dalam sila ke lima Pancasila yang dimasukkan Bung Karno, sebagai suatu prinsip agar tidak ada kemiskinan dalam alam Indonesia Merdeka,” jelasnya.

Politisi asal Yogyakarta itu juga menyebut negara bertanggung jawab memelihara rakyat miskin dalam konstitusi. Karena itu, peran koperasi sangat sentral.

“Koperasi harus menjadi gerakan perekonomian rakyat. Koperasi adalah usaha bersama dan menjadi wahana terbaik yang ideologis bagi perjuangan meningkatkan kesejahteraan anggota. Karena itulah mengapa koperasi berasaskan kekeluargaan, artinya prinsip tolong menolong dan setiap anggota berkedudukan setara. Itulah hakekat demokrasi ekonomi,” beber Hasto.

Dia juga menyampaikan kepada Teten bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terus menggelorakan kedaulatan pangan. Selama pandemi seluruh kepala daerah partai wajib menanam 10 tanaman pendamping beras.

“Selama pandemi Ibu Ketua Umum mengeluarkan instruksi untuk menanam tanaman yang bisa dimakan. Maka di sini banyak kepala daerah yang menjadi praktisi bagaimana menjadikan tanah-tanah yang tidak produktif, ditanam dengan tanaman yang bisa dimakan. Contoh Kota Semarang, itu menjadi wahana bagi upaya untuk mendorong ekonomi rakyat melalui pertanian kota,” sebutnya.

Sementara itu, Menteri Teten menilai konsep ekonomi berbasis koperasi yang digagas Soekarno-Hatta sejalan dengan spirit gotong royong yang selama ini menjadi landasan ideologis seluruh kader PDIP. Menurut Teten, terjemahan ekonomi koperasi, ide awalnya berangkat dari asas kekeluargaan yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945.

“Karena menurut evaluasi kami, tidak mungkin membangun sektor pangan kita yakni mendukung gagasan besar dari Bung Karno berkaitan kedaulatan pangan. Saya paham betul kader PDI Perjuangan yang punya konsep kuat soal ini,” kata Teten.

Dia pun memaparkan bagaimana pihaknya mendorong petani masuk koperasi. Hasil pangan dari para petani dikonsolidasikan dengan konsep korporatisasi usaha.

Dengan begitu, petani tidak langsung menjual hasil produksi taninya ke pasar, tapi melalui koperasi. Karena selama ini, dengan petani langsung menjual hasilnya ke pasar, pasar lah yang mengendalikan harga.

“Petani tidak akan sejahtera kalau dia bertani sendiri-sendiri dengan skala yang sempit. Karena itu maka ide korporatisasi ini bagaimana mengonsolidasi petani-petani perorangan dalam skala sempit, bergabung ke skala ekonomi lebih besar,” jelasnya.

Sementara itu, Dirut LPDB-KUMKM Supomo menyebut kolaborasi dengan kepala daerah sangat dibutuhkan. Menurutnya, kepala daerah yang mengetahui bagaimana bentuk koperasi yang sehat, sistem operasional yang baik, dan digitalisasi sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

“Kami berterima kasih, acara ini memfasilitasi progam LPDB karena tidak mungkin bisa tercapai kalau tidak ada kolaborasi dengan kepala daerah,” ucap Supomo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...