Jumat
16 Oktober 2026 | 4 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Djarot: Dengan Jamu, Sehatkan Indonesia!

pdip-jatim-djarot-minum-jamu-bareng2

JAKARTA – Jamu, yang bahannya dari rempah-rempah, menjadi salah satu materi yang akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai 10 hingga 12 Januari 2020.

“Karena sebetulnya jamu itu metode pengobatan ala timur. Dan sekarang ini kita lebih banyak ‘dijajah’ obat-obat kimia. Dan kita ingin angkat kembali,” kata Wakil Ketua Steering Comite Rakernas I, Djarot Saiful Hidayat dalam jumpa pers di lokasi Rakernas, Kamis (9/1/2020).

Sejak zaman dulu kala, lanjut dia, Indonesia kaya akan bahan obat alami. Ada Secang, Kunyit, Butrowali, Temulawak, Vanili, Kapulaga, dan sebagainya.

Baca juga: Pembagian Buku Resep Masakan Indonesia dan Minum Jamu Bareng Warnai Rakernas I

“Bahkan Pak Jokowi setiap hari minum Temulawak dicampur dengan Kacang Hijau,” sebut Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPP PDI Perjuangan ini.

Materi perihal mengangkat kembali jalur rempah dalam Rakernas I akan disampaikan Aria Bima. Pembahasan rempah diharapkan agar seluruh kader PDIP mengangkat seluruh kekhasan jalur rempah untuk bisa dikemas dan dipasarkan baik nasional maupun internasional. “Agar menjadi  nilai tambah perekonomian,” katanya.

Untuk itu, tambah Djarot, rakernas juga mengundang pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Harapannya agar BPOM bisa mendorong UMKM, memberikan asistensi, advokasi, bimbingan agar produk-produk UMKM bisa mendapatkan hak akan merek dan kekayaan intelektual.

“Dengan jamu, sehatkan Indonesia,” ujar Djarot mengangkat gelas sekaligus menutup jumpa pers.

Pada kesempatan tersebut dia didampingi Wakil Sekjen Bidang Kerakyatan DPP PDIP sekaligus Sekretaris Steering Comite Rakernas I Sadarestuwati dan Aria Bima.

Sejumlah ibu-ibu jamu gendong turut mengiringi jumpa pers dan menyuguhkan jamu pada awak media. Ibu Darmi, mbok jamu dari Laskar Jamu Gendong Lestari Jakarta, kepada reporter media ini di lokasi rakernas mengatakan, harga sejumlah bahan jamu mengalami kenaikan belakang ini.

“Jahe naik kisaran 70-80 ribu rupiah. Mungkin karena musim hujan ya,” katanya.

Meski begitu, kata dia, hasil penjualan jamu gendong relatif stabil dari waktu ke waktu. (her)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...