Jumat
10 April 2026 | 3 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dibuat UMKM Lokal, Pemkab Banyuwangi Siapkan 1 Juta Masker

pdip-jatim-anas-masker-140420

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memesan satu juta masker kain untuk membendung arus penyebaran virus Corona (Covid-19). Masker kain itu diproduksi ratusan UMKM dan penjahit setempat, lalu dibagikan gratis ke masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sesuai rekomendasi WHO, semua orang baik sakit maupun sehat disarankan memakai masker, terutama ketika berkegiatan di luar rumah.

“Maka Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus membagikan masker kain kepada masyarakat. Masker-masker itu dipesan dari UMKM-UMKM konveksi lokal,” kata Anas, kemarin.

Untuk model atau maskernya telah dipandu dinas terkait, sehingga bisa memenuhi standar yang dibutuhkan untuk mengurangi potensi penularan virus.

”Dengan melibatkan UMKM, ini sekaligus memberdayakan konveksi-konveksi lokal yang saat ini ordernya menurun karena wabah Covid-19,” jelas Anas.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nanin Oktaviantie menambahkan, pada tahap awal pihaknya memesan 500.000 masker. Setelah itu baru 500.000 masker tahap dua, sehingga total 1 juta masker.

Pendistribusian akan dilakukan berdasarkan pesanan yang sudah jadi alias tidak menunggu semua proses pengerjaan masker rampung dilakukan. Sejauh ini sudah sekitar 27.000 masker kain dibagikan, seperti ke pedagang pasar dan warga di beberapa ruas jalan.

”Kita harap 500.000 masker tahap pertama selesai dalam 10 hari ke depan. Tapi untuk distribusinya tidak menunggu semua selesai. Pesanan di UMKM mana yang sudah jadi, langsung didistribusikan ke masyarakat. Distribusi ke depan akan dilakukan melalui kecamatan dan desa/kelurahan,” ujarnya.

Hady, pemilik konveksi Hady sebagai salah satu UMKM yang diberi pesanan Pemkab Banyuwangi, bersyukur usaha miliknya tetap eksis dengan order masker yang masuk.

Selama ini, konveksinya memproduksi kaos untuk berbagai toko oleh-oleh di Banyuwangi. Namun, karena dunia pariwisata sudah tak bergeliat, order dari toko oleh-oleh pun berhenti.

“Kami bersyukur ada order masker, sehingga bisa terus menjaga usaha konveksi ini. Setiap hari kami ditargetkan bisa memproduksi 300 masker kain,” terang Hady. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

WFH Jumat ASN Surabaya: Tekan Emisi, Pangkas Anggaran, Genjot Kinerja

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mengunci arah baru birokrasi dengan kebijakan kerja fleksibel ...
KRONIK

Soekarno Cup 2026 Digelar di Tiga Kota, Bupati Lukman: Penguatan Kolaborasi Antardaerah

SURABAYA – Kabupaten Bangkalan mendapat kepercayaan menjadi salah satu tempat berlangsung Soekarno Cup 2026. Hal ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Mojokerto Sampaikan 18 Rekomendasi Strategis LKPJ Wali Kota 2025

MOJOKERTO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto secara resmi menyerahkan 18 poin rekomendasi ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jombang Perkuat Kader Muda dan Siapkan Strategi Ketahanan Pangan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang secara resmi menerima hasil uji kompetensi dan psikotes calon ...
KRONIK

Eri Irawan Siap Kawal Implementasi Bagi Hasil Parkir Digital di Surabaya

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan langkah Dinas Perhubungan yang menon-aktifkan izin ...
KRONIK

Bangun Ekonomi Rakyat, Koperasi Mega Bhakti PDIP Jatim Perkuat Partisipasi Anggota

SURABAYA — Ketua Koperasi Mega Bhakti DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terpilih, Erma Susanti, menegaskan komitmennya ...