Selasa
27 Oktober 2026 | 4 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dibuat UMKM Lokal, Pemkab Banyuwangi Siapkan 1 Juta Masker

pdip-jatim-anas-masker-140420

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memesan satu juta masker kain untuk membendung arus penyebaran virus Corona (Covid-19). Masker kain itu diproduksi ratusan UMKM dan penjahit setempat, lalu dibagikan gratis ke masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sesuai rekomendasi WHO, semua orang baik sakit maupun sehat disarankan memakai masker, terutama ketika berkegiatan di luar rumah.

“Maka Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi terus membagikan masker kain kepada masyarakat. Masker-masker itu dipesan dari UMKM-UMKM konveksi lokal,” kata Anas, kemarin.

Untuk model atau maskernya telah dipandu dinas terkait, sehingga bisa memenuhi standar yang dibutuhkan untuk mengurangi potensi penularan virus.

”Dengan melibatkan UMKM, ini sekaligus memberdayakan konveksi-konveksi lokal yang saat ini ordernya menurun karena wabah Covid-19,” jelas Anas.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nanin Oktaviantie menambahkan, pada tahap awal pihaknya memesan 500.000 masker. Setelah itu baru 500.000 masker tahap dua, sehingga total 1 juta masker.

Pendistribusian akan dilakukan berdasarkan pesanan yang sudah jadi alias tidak menunggu semua proses pengerjaan masker rampung dilakukan. Sejauh ini sudah sekitar 27.000 masker kain dibagikan, seperti ke pedagang pasar dan warga di beberapa ruas jalan.

”Kita harap 500.000 masker tahap pertama selesai dalam 10 hari ke depan. Tapi untuk distribusinya tidak menunggu semua selesai. Pesanan di UMKM mana yang sudah jadi, langsung didistribusikan ke masyarakat. Distribusi ke depan akan dilakukan melalui kecamatan dan desa/kelurahan,” ujarnya.

Hady, pemilik konveksi Hady sebagai salah satu UMKM yang diberi pesanan Pemkab Banyuwangi, bersyukur usaha miliknya tetap eksis dengan order masker yang masuk.

Selama ini, konveksinya memproduksi kaos untuk berbagai toko oleh-oleh di Banyuwangi. Namun, karena dunia pariwisata sudah tak bergeliat, order dari toko oleh-oleh pun berhenti.

“Kami bersyukur ada order masker, sehingga bisa terus menjaga usaha konveksi ini. Setiap hari kami ditargetkan bisa memproduksi 300 masker kain,” terang Hady. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medal

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...