Rabu
12 Agustus 2026 | 6 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dibanding Pemilu 2019, Elektabilitas PDI Perjuangan Naik Luar Biasa

pdip-jatim-bendera-pdip-301220

JAKARTA – Sebanyak 31,3 persen warga akan memilih PDI Perjuangan seandainya pemilu dilakukan sekarang. Hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ini merupakan kenaikan luar biasa dibandingkan hasil Pemilu 2019, di mana PDI Perjuangan saat itu meraih 19,3 persen suara.

“Walau pemilu sesungguhnya masih berlangsung 3-4 tahun lagi, hasil ini merupakan modal penting bagi PDI-Perjuangan dan peringatan bagi partai-partai lainnya,” kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam rilis daring survei nasional SMRC bertajuk “Sentimen Publik Nasional terhadap Kondisi Ekonomi-Politik tahun 2020 dan Prospek 2021”, di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Survei SMRC menunjukkan partai pemenang Pemilu 2019 ini mendapat dukungan paling tinggi jika pemilu diadakan sekarang (31,3%), disusul Gerindra (13,4%), Golkar (5,6%), PKS (5,2%), Demokrat (4,5%), Nasdem (3,1%), PKB (3%). Dukungan terhadap partai-partai lain di bawah 3% dan yang tidak tahu atau tidak menjawab sekitar 30,7%.

Jika dibandingkan hasil pemilu 2019, jelas Sirojuddin, partai politik yang perolehan suaranya relatif stabil atau mengalami sedikit peningkatan adalah Gerindra, yaitu dari 12,6% pada 2019 menjadi 13,4%.

Partai-partai lain mengalami penurunan, seperti Golkar menurun dari 12,3% menjadi 5,6%, PKS menurun dari 8,2% menjadi 5,2%, dan Demokrat suaranya menurun dari 7,8% menjadi 4,5%. 

Lalu Nasdem menurun dari 9,1% menjadi 3,1%, dan suara PKB menurun dari 9,7% menjadi 3%.

Menurut Abbas, menurunnya perolehan suara yang berlangsung merata di hampir semua partai harus juga dikaitkan dengan tingginya tingkat persentase mereka yang tidak menyatakan pendapat. Ada sekitar 30% yang tidak menyatakan pendapat.

Selain itu, survei SMRC juga menunjukkan bahwa saat ini ada indikasi peningkatan apatisme warga terhadap partai politik. Jumlah warga yang menyatakan tidak memilih partai apapun dalam survei Desember 2020 ini mencapai 30,7%.

“Padahal dalam survei Maret 2020, angkanya hanya 21,9%. Begitu juga pada survei 2010 dan 2015, yaitu survei-survei 4 tahun menjelang pemilihan, jumlah yang tidak memilih partai antara 18-26.5%,” ucapnya.

Survei Nasional SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon kepada 1202 responden yang dipilih secara acak (random) pada 23-26 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 2,9%. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...