Selasa
21 Juli 2026 | 9 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Diana Sasa dan UPT Dinsos Jatim di Magetan Sigap Menolong Nenek Wainem

pdip-jatim-dprd-jatim-181021-diana-sasa-a

MAGETAN – Gerak cepat anggota DPRD Jatim, Diana Amaliyah Verawatingisih dan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT-PSTW) Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur di Magetan dan perangkat desa dalam menolong nenek Wainem membuahkan hasil. Senin (18/10/2021), kondisi Wainem membaik.

Jum’at (15/10) lalu, seperti biasa, Diana Amaliyah Verawatingisih atau akrab disapa Diana Sasa menggelar Jumat berkah. Rutinitas yang ia lakoni dalam bersilaturahmi khususnya dengan warga Magetan yang tidak mampu secara ekonomi. Ketika itu, wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini bertandang ke Desa Baron Kecamatan Magetan.

“Saat itu kebetulan kami berkunjung ke rumah mbah (nenek) Wainem. Melihat kondisinya yang sangat memprihatinkan, kami terpanggil untuk menindaklanjutinya. Kami menghubungi Kepala UPT PSTW Provinsi Jatim di Magetan,” tutur Diana Sasa.

Menurut perangkat Desa Baron, Puji Suwito, Nenek Wainem berusia 69 tahun dan tercatat sebagai warga RT 5 RW 1. Ia tinggal bersama anaknya, Purwadi (44 tahun) dan dua cucu. Salah seorang anak dari Purwadi atau cucu dari Wainem yang berusia 18 tahun adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Sebagai orang tua tunggal, Purwadi tentu berat dalam menghidupi dan mengurus ibu sekaligus dua anaknya. Apalagi, pekerjannya hanya serabutan.  

“Saat Purwadi bekerja, kadang anak perempuannya (ODGJ) dibawa ke tempat kerja, karena seringkali memukuli neneknya,” terang Puji Suwito.

Siang tadi, Senin (18/10), Diana Sasa mengunjungi Nenek Wainem di panti. Langkah Diana Sasa dan perangkat desa serta petugas UPT memindahkan sang nenek dari rumah ke panti beberapa hari lalu tepat kiranya.

Alhamdulillah kini kondisinya sudah jauh membaik. Komunikasi lancar, terlihat ceria, dan sudah mau makan. Bahkan dengan perangkat desa yang ikut datang ke panti, Mbah Wainem bisa mengenal,” kata Sasa.  

Kondisi tersebut berbeda dengan sebelumnya. Saat masih di rumah, mbah Wainem bahkan tidak mengenali anaknya.

Setelah Wainem tertangani, selanjutnya adalah memikirkan kondisi sang cucu yang ODGJ agar segera mendapatkan pengobatan ataupun terapi psikotik. Diana Sasa berencana membuatkan BPJS mandiri. Pasalnya, Purwadi dan anak-anaknya tak mempunyai akses jaminan kesehatan berupa BPJS.

“Informasi yang kami terima, sebenarnya Purwadi sudah diusulkan oleh Pemdes Baron untuk mendapatkan BPJS PBI (penerima bantuan iuran) melalui DTKS. Tapi sampai sekarang belum keluar BPJS PBI-nya,” pungkas Sasa. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...