Kamis
24 September 2026 | 1 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Mata Jokowi, Ganjar Pranowo Pemimpin Berani dan Punya Nyali

pdip-jatim-230607-jkw-rakernas-1

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa wejangan kepada Bacapres 2024 yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo. Wejangan Jokowi, pemimpin ke depan, yang penting adalah berani dan punya nyali, dan Ganjar diyakininya memiliki kualitas itu.

Jokowi mengatakan itu saat ditanya awak media dalam konferensi pers usai pembukaan Rakernas III PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/2023).

Wartawan yang bertanya menyampaikan bahwa Uni Eropa berusaha menghalangi komoditas unggulan Indonesia ke Eropa dengan mengimplementasikan beberapa kebijakan pada 2024-2030. Lalu ada tantangan terkait kebijakan Ekonomi Hijau.

Di sisi lain, pemerintahan saat ini juga mendorong ekonomi syariah. Lalu bagaimana strategi jangka panjang terkait semua isu itu, dan wejangan apa yang Jokowi sampaikan ke Ganjar terkait isu-isu itu.

“Kalau pemimpin ke depan seperti Pak Ganjar, yang paling penting itu nyali nomor satu. Berani nomor satu, berani dan punya nyali dan saya lihat Pak Ganjar punya,” ujar Jokowi.

Saat konferensi pers itu, Jokowi didampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Puan Maharani, serta Ganjar Pranowo.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinannya, punya keinginan kuat untuk menghapus kemiskinan ekstrem pada 2024.

“Berkaitan dengan kemiskinan ekstrem, sebetulnya sudah kita rencanakan pada periode kedua ini agar 2024 sudah pada posisi nol kemiskinan ekstrem kita. Kita kerja keras dan mati-matian,” ungkapnya.

Kepala negara mengaku Indonesia mengalami kendala dalam dua tahun terakhir, seperti pandemi Covid-19 demi menghapus kemiskinan ekstrem pada 2024.

Namun, Jokowi tetap percaya diri kemiskinan ekstrem bisa terhapus dengan berbagai langkah pemerintah seperti alokasi anggaran besar untuk bantuan sosial.

“Artinya kalau kita mau fokus ke sana dan supaya kita tahu, anggaran untuk bansos di negara kita besar sekali, di atasnya hanya infrastruktur. Artinya kalau target sudah keliatan, sangat mudah menyelesaikan,” ujar Jokowi.

“Memang perlu kerja konsolidasi di antara kementerian, lembaga, dan pemda. Semuanya harus bersama. Bukan barang yang sulit, tetapi memang perlu konsolidasi dan waktu,” sebutnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah: Bukan UU Baru, Aturan Turunan P2SK dan Kelembagaan yang Perlu Diakselerasi

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Said Abdullah menilai kebutuhan mendesak sektor keuangan saat ini bukan ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Dorong Hidroponik dan Greenhouse untuk Petani Muda Blitar

BLITAR – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Guntur Wahono mendorong pengembangan pertanian hidroponik dan greenhouse ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Gandeng Bintang Timur Gelar Coaching Clinic Futsal ke Sekolah SD-SMP

SURABAYA — Wali Kota Eri Cahyadi merancang program coaching clinic futsal yang melibatkan langsung pemain dan ...
BERITA TERKINI

PDI Perjuangan Trenggalek Rutin Droping Air Bersih ke Pelosok, Sasar Warga yang Kesulitan Air

TRENGGALEK — Memasuki puncak musim kemarau, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus menggencarkan bantuan air ...
KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...