Jumat
24 April 2026 | 10 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Jatim, Hasto Lahap Masakan Madura

pdip-jatim-221112-sekjen-sinjai

Bumbu-bumbunya khas, sangat unik sesuai karakter daerah

SURABAYA – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto selama tiga hari terakhir berada di Jawa Timur.

Tidak hanya mengkonsolidasikan para kader PDIP untuk menghadapi Pemilihan Umum tahun 2024, melainkan juga menjelajah kuliner khas Jatim.

Salah satunya menyempatkan makan siang Bebek Sinjay dengan mengunjungi kedainya langsung di Bangkalan, Madura, yang berjarak tempuh sekitar 45 menit dari Pusat Kota Surabaya, Jumat.

Hasto memesan sepotong bebek Sinjay, lengkap dengan sambal mangga muda alias “sambal pencit” yang menggoda lidah.

Secentong nasi hangat menemani sajian bebek legendaris tersebut. Daun kemangi, tumbuhan aromatik yang menguarkan aroma wangi, menjadi sayur pendamping.

Tak lupa, Hasto melengkapi sajian makan siangnya dengan mentimun yang memiliki kandungan air sangat tinggi dan dikenal mengandung anti oksidan.

“Luar biasa lezatnya. Kalau dalam bahasa Madura, nyaman ongguh. Bumbunya meresap ke daging, jadi di setiap gigitan memiliki cita rasa yang optimal,” katanya.

Hasto memuji olahan daging bebek khas Madura yang empuk.

“Saat digigit, daging bebeknya sama sekali tidak alot. Tambah pas minumnya es kelapa muda yang airnya sangat menyegarkan,” ujar doktor alumnus Universitas Pertahanan itu.

Sehari sebelum menjajal Bebek Sinjay, Hasto juga melahap soto khas Madura “Tapak Siring” di kawasan Dharmahusada, Surabaya. Di depot legendaris ini, bisa memilih soto dengan daging, babat, dan usus. Tentu saja juga bisa dicampur.

“Kuahnya gurih. Memang rasanya berbeda dengan soto yang pernah saya coba sebelumnya. Ini enak sekali. Dagingnya empuk dan lembut. Terasa sekali,” katanya.

Yang spesial, kata Hasto, di Soto Tapak Siring, nasi disajikan dengan bungkus daun pisang, sehingga aromanya pun lebih nikmat.

Sajian taburan bawang goreng dan seledri semakin membangkitkan selera ketika menikmati soto legendaris tersebut. “Tambah segar ini. Kita beri perasan jeruk nipis,” ujarnya.

Hasto melengkapi sajian sotonya dengan satu buah telur ayam rebus. “Untuk sementara saya libur jeroan dulu,” katanya.

Hasto mengajak masyarakat untuk bangga kepada kekayaan kuliner Nusantara. Bumbu-bumbunya khas, sangat unik sesuai karakter daerah.

Bahkan meski berasal dari satu jenis masakan, antar daerah itu beda cara masak dan penyajiannya. “Rasanya pun bisa beda di tiap daerah, meski itu satu jenis masakan yang sama,” ujarnya. (antara)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Ribuan Kader Banteng Nganjuk Hadiri Musancab Serentak di Gedung Juang 45

NGANJUK — Ribuan kader PDI Perjuangan Nganjuk tumpah ruah memenuhi Gedung Juang 45, Jl. Dr. Soetomo No.60, Jumat ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Dorong Pariwisata Blitar Naik Kelas, Tekankan Standarisasi dan Kolaborasi

Bupati Rijanto dorong pariwisata Blitar naik kelas melalui standarisasi layanan, kolaborasi, dan penguatan desa ...
SEMENTARA ITU...

Wajah Baru KBS Disiapkan, Surabaya Garap Ikon Wisata Lebih Hidup hingga Malam Hari

KBS Surabaya ditata ulang dengan konsep baru, tambahan satwa, dan pengembangan night zoo untuk menarik wisatawan. ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Banyuwangi Fokus Benahi Internal, Siapkan Program Kaderisasi dan Pemberdayaan

BANYUWANGI – Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, menegaskan bahwa dalam satu tahun ke depan, pihaknya ...
KRONIK

Kanang Kirim Bantuan untuk Warga Korban Puting Beliung di Ngawi

NGAWI – Anggota DPR RI Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, pada Jumat (24/4/2026), menyerahkan bantuan kepada warga ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Musnahkan Ratusan Miras dan Ribuan Rokok Ilegal, Tegaskan Penegakan Perda

Pemkab Kediri musnahkan 735 botol miras dan ribuan rokok ilegal sebagai bentuk penegakan perda dan menjaga ...