Jumat
19 Juni 2026 | 2 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Jatim, Hasto Lahap Masakan Madura

pdip-jatim-221112-sekjen-sinjai

Bumbu-bumbunya khas, sangat unik sesuai karakter daerah

SURABAYA – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto selama tiga hari terakhir berada di Jawa Timur.

Tidak hanya mengkonsolidasikan para kader PDIP untuk menghadapi Pemilihan Umum tahun 2024, melainkan juga menjelajah kuliner khas Jatim.

Salah satunya menyempatkan makan siang Bebek Sinjay dengan mengunjungi kedainya langsung di Bangkalan, Madura, yang berjarak tempuh sekitar 45 menit dari Pusat Kota Surabaya, Jumat.

Hasto memesan sepotong bebek Sinjay, lengkap dengan sambal mangga muda alias “sambal pencit” yang menggoda lidah.

Secentong nasi hangat menemani sajian bebek legendaris tersebut. Daun kemangi, tumbuhan aromatik yang menguarkan aroma wangi, menjadi sayur pendamping.

Tak lupa, Hasto melengkapi sajian makan siangnya dengan mentimun yang memiliki kandungan air sangat tinggi dan dikenal mengandung anti oksidan.

“Luar biasa lezatnya. Kalau dalam bahasa Madura, nyaman ongguh. Bumbunya meresap ke daging, jadi di setiap gigitan memiliki cita rasa yang optimal,” katanya.

Hasto memuji olahan daging bebek khas Madura yang empuk.

“Saat digigit, daging bebeknya sama sekali tidak alot. Tambah pas minumnya es kelapa muda yang airnya sangat menyegarkan,” ujar doktor alumnus Universitas Pertahanan itu.

Sehari sebelum menjajal Bebek Sinjay, Hasto juga melahap soto khas Madura “Tapak Siring” di kawasan Dharmahusada, Surabaya. Di depot legendaris ini, bisa memilih soto dengan daging, babat, dan usus. Tentu saja juga bisa dicampur.

“Kuahnya gurih. Memang rasanya berbeda dengan soto yang pernah saya coba sebelumnya. Ini enak sekali. Dagingnya empuk dan lembut. Terasa sekali,” katanya.

Yang spesial, kata Hasto, di Soto Tapak Siring, nasi disajikan dengan bungkus daun pisang, sehingga aromanya pun lebih nikmat.

Sajian taburan bawang goreng dan seledri semakin membangkitkan selera ketika menikmati soto legendaris tersebut. “Tambah segar ini. Kita beri perasan jeruk nipis,” ujarnya.

Hasto melengkapi sajian sotonya dengan satu buah telur ayam rebus. “Untuk sementara saya libur jeroan dulu,” katanya.

Hasto mengajak masyarakat untuk bangga kepada kekayaan kuliner Nusantara. Bumbu-bumbunya khas, sangat unik sesuai karakter daerah.

Bahkan meski berasal dari satu jenis masakan, antar daerah itu beda cara masak dan penyajiannya. “Rasanya pun bisa beda di tiap daerah, meski itu satu jenis masakan yang sama,” ujarnya. (antara)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kabar Duka: Dokter Relawan Itu Berpulang

SIDOARJO – Keluarga besar PDI Perjuangan diselimuti duka mendalam atas berpulangnya dokter Rismala Fitria Dewi pada ...
SEMENTARA ITU...

Saat Ribuan Warga Berkumpul di Pantai Serang, Merawat Tradisi dan Menjaga Harapan

Ribuan warga memadati Pantai Serang, Blitar, untuk mengikuti tradisi Larung Sesaji menyambut 1 Suro. Tradisi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Kecamatan dan Kelurahan Kawal Sensus Ekonomi 2026

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak kecamatan dan kelurahan mengawal Sensus Ekonomi 2026 agar ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Cari Solusi Agar PPPK Tak Terdampak Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta Pemkab mengoptimalkan PAD untuk mengantisipasi dampak kebijakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...
LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...