Jumat
16 Oktober 2026 | 2 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Jatim, Hasto Lahap Masakan Madura

pdip-jatim-221112-sekjen-sinjai

Bumbu-bumbunya khas, sangat unik sesuai karakter daerah

SURABAYA – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto selama tiga hari terakhir berada di Jawa Timur.

Tidak hanya mengkonsolidasikan para kader PDIP untuk menghadapi Pemilihan Umum tahun 2024, melainkan juga menjelajah kuliner khas Jatim.

Salah satunya menyempatkan makan siang Bebek Sinjay dengan mengunjungi kedainya langsung di Bangkalan, Madura, yang berjarak tempuh sekitar 45 menit dari Pusat Kota Surabaya, Jumat.

Hasto memesan sepotong bebek Sinjay, lengkap dengan sambal mangga muda alias “sambal pencit” yang menggoda lidah.

Secentong nasi hangat menemani sajian bebek legendaris tersebut. Daun kemangi, tumbuhan aromatik yang menguarkan aroma wangi, menjadi sayur pendamping.

Tak lupa, Hasto melengkapi sajian makan siangnya dengan mentimun yang memiliki kandungan air sangat tinggi dan dikenal mengandung anti oksidan.

“Luar biasa lezatnya. Kalau dalam bahasa Madura, nyaman ongguh. Bumbunya meresap ke daging, jadi di setiap gigitan memiliki cita rasa yang optimal,” katanya.

Hasto memuji olahan daging bebek khas Madura yang empuk.

“Saat digigit, daging bebeknya sama sekali tidak alot. Tambah pas minumnya es kelapa muda yang airnya sangat menyegarkan,” ujar doktor alumnus Universitas Pertahanan itu.

Sehari sebelum menjajal Bebek Sinjay, Hasto juga melahap soto khas Madura “Tapak Siring” di kawasan Dharmahusada, Surabaya. Di depot legendaris ini, bisa memilih soto dengan daging, babat, dan usus. Tentu saja juga bisa dicampur.

“Kuahnya gurih. Memang rasanya berbeda dengan soto yang pernah saya coba sebelumnya. Ini enak sekali. Dagingnya empuk dan lembut. Terasa sekali,” katanya.

Yang spesial, kata Hasto, di Soto Tapak Siring, nasi disajikan dengan bungkus daun pisang, sehingga aromanya pun lebih nikmat.

Sajian taburan bawang goreng dan seledri semakin membangkitkan selera ketika menikmati soto legendaris tersebut. “Tambah segar ini. Kita beri perasan jeruk nipis,” ujarnya.

Hasto melengkapi sajian sotonya dengan satu buah telur ayam rebus. “Untuk sementara saya libur jeroan dulu,” katanya.

Hasto mengajak masyarakat untuk bangga kepada kekayaan kuliner Nusantara. Bumbu-bumbunya khas, sangat unik sesuai karakter daerah.

Bahkan meski berasal dari satu jenis masakan, antar daerah itu beda cara masak dan penyajiannya. “Rasanya pun bisa beda di tiap daerah, meski itu satu jenis masakan yang sama,” ujarnya. (antara)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...