Jumat
05 Juni 2026 | 12 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Hari Pahlawan, Janda Perintis Kemerdekaan Ini Merasa Bahagia

pdip-jatim-211111-maidi-inda-hari-pahlawan-1

MADIUN – Moedjiati, janda perintis kemerdekaan berusia 80 tahun warga Jalan Asahan, Kota Madiun merasa terharu sekaligus bahagia saat Wali Kota Madiun Maidi mengunjungi rumahnya pada Rabu (10/11/2021).

Tak hanya menengok langsung kondisi warganya, di momen Hari Pahlawan ini wali kota dari PDI Perjuangan tersebut juga memberikan tali asih dan bingkisan.

“Rasanya bahagia dan senang, Bapak Wali Kota masih perhatian kepada kami. Semoga ini bisa jadi berkah untuk semuanya,” ucapnya.

Moedjiati merupakan satu-satunya janda perintis di Kota Madiun. Meski usianya sudah senja, namun raganya masih tampak kuat.

Saat ini, Moedjiati tinggal bersama sanak saudaranya setelah sang suami meninggal dunia 2008 lalu.

Moedjiati mengungkapkan, suaminya, Simin, merupakan anggota TNI Angkatan Darat. Sebelum menikah dengan dirinya, Simin telah melaksanakan tugas menjaga kedaulatan NKRI di berbagai wilayah.

Dia pun berharap agar generasi penerus bangsa bisa melanjutkan perjuangan para pahlawan. Yakni, dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang bermanfaat. “Semoga Indonesia semakin maju, kuat, dan lebih baik dari negara lain,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya menyerahkan santunan sosial setelah selesai upacara Peringatan Hari Pahlawan di halaman Balai Kota Madiun.

Sebagai Ketua Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45, dia membagikan santunan sosial untuk sesepuh DHC 45 dan untuk anak yatim non panti. Total ada 30 orang yang menerima bantuan sosial.

“Ini gelombang pertama, nanti rangkaiannya akan dilanjutkan di bulan Desember di setiap kelurahan,” tutur Inda.

Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan. Diharapkan bisa mencukupi asupan gizi bagi para anggota DHC yang rata-rata sudah lansia, ditambah dengan satu paket perlengkapan protokol kesehatan (1 box masker, handsoap dan handsanitizer).

“Untuk anak-anak yatim non panti juga sama, makanan tambahan termasuk susu dan satu paket alat-alat sekolah,” imbuhnya.

“Kami harapkan, anak-anak bisa memaknai arti perjuangan dengan melihat para sesepuh yang dulunya adalah pejuang sebagai salah satu pemicu semangat belajar, agar nantinya “merdeka” di saat mereka dewasa,” harap Inda. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Angkat Isu Pemanasan Global dalam Bimtek Legislator se-Indonesia

Fraksi PDI Perjuangan DPRD se-Jawa Timur mengangkat isu pemanasan global dan perubahan iklim dalam Bimtek Fraksi ...
KRONIK

Jalur Sarangan dan Tinap Magetan Butuh Penanganan Segera

MAGETAN – Kondisi infrastruktur dan fasilitas keselamatan jalan di sejumlah titik strategis Kabupaten Magetan ...
KRONIK

Selama Bulan Juni, Bupati Sumenep Imbau ASN Pakai Peci Hitam

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan ...
LEGISLATIF

Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah, Novita Hardini Soroti 3 Persoalan Fundamental Pariwisata

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menggarisbawahi tiga persoalan fundamental yang harus segera dituntaskan ...
KRONIK

Jamaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Manfaatkan Posko Makanan Gratis yang Disediakan Nila Yani Hardiyanti

GRESIK – Posko makanan gratis yang didirikan Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, ...
HEADLINE

319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali

Sebanyak 319 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti Bimtek ...