Selasa
21 Juli 2026 | 6 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Depan 400 Kepala Sekolah, Sugiri: Wawasan Kebangsaan Dimulai dari Bapak-Ibu

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-23032022

PONOROGO – Menghadapi bonus demografi, wawasan kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda menjadi berkualitas dan memiliki jiwa nasionalisme di masa mendatang. Bonus demografi sendiri merupakan suatu keadaan di mana usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak daripada usia non profuktif. Puncak bonus demografi diperkirakan akan terjadi pada 10 sampai 20 tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat menyampaikan pidato di hadapan sekitar 400 kepala sekolah, penilik dan pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo. Pembinaan wawasan kebangsaan ini sebagai upaya pemerintah dalam memberi pengarahan untuk menyamakan persepsi kepada para guru sebelum disampaikan kepada anak didiknya.

“Pentingnya menyamakan persepsi bahwa NKRI clear, Pancasila final, Bhinneka Tunggal Ika tidak bisa dibantah lagi. Ini harus sampai ke siswa didik, bahkan generasi muda,” ungkap Bupati Sugiri saat pidato di Gedung PGRI Ponorogo, Rabu (23/3/2022).

Karena itu, agar tersampaikan dengan mudah, guru dan kepala sekolahlah yang efektif dalam menyampaikan wawasan kebangsaan kepada anak didiknya. Pun mereka merupakan garda terdepan dalam bidang pendidikan.

“Saat ini anak-anak kita diasuh medsos. Kita menyamakan persepsi seperti apa anak didik ke depannya, bagaimana karakternya, attitude, moral, dan kualitasnya. Harus ada inovasi ke depannya. Wawasan kebangsaan dimulai dari bapak ibu kepsek sebagai pengemban amanah,” imbuhnya.

Wawasan kebangsaan memang perlu didapatkan para anak didik yang juga sebagai calon penduduk usia produktif, agar kelak bisa menjadi generasi yang tidak luntur rasa nasionalismenya, berkualitas, dan bisa bersaing dengan bangsa lain.

“Menghadapi bonus demografi ini beban kita tidak gampang. Harus menyuguhkan generasi yang berkualitas. Jangan sampai generasi yang letoy kita sodorkan kepada dunia,” tegas Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, yang hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, mengatakan, pembinaan ini menjadi penting karena saat ini sudah mulai ada kelompok-kelompok radikal yang yang mencoba mengacau NKRI, mengadu domba atas nama agama, menentang NKRI, menentang kemajemukan, dan menyebarkan ujaran kebencian.

“Dan hal ini kalau terus menyebar kepada pejabat, aparat, guru-guru, dan seluruh masyarakat akan membahayakan masa depan negara. Makin banyak yang terpapar, makin membahayakan negara,” paparnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...