Sabtu
17 Oktober 2026 | 3 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Balik Ramainya Muktamar NU, Ada Kisah Jedar dan Robert yang Dapat Pertolongan di Posko Baguna

pdip jatim 260830 posko baguna muktamar 01

JOMBANG — Di tengah padatnya aktivitas Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tidak semua cerita tentang Muktamar berlangsung di ruang-ruang sidang. Ada kisah-kisah sederhana dari mereka yang datang, lelah, sakit, kemudian menemukan pertolongan di sebuah posko.

Salah satunya Jedar, pedagang UMKM asal Sidoarjo. Sehari jelang penutupan Muktamar NU ke-35, Minggu (30/8/2026), ia mendatangi Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Jawa Timur setelah mengeluhkan sakit pada bagian kaki.

Tak banyak yang ia cari. Hanya ingin mendapatkan pertolongan agar bisa kembali beraktivitas. “Alhamdulillah, kaki saya sudah membaik. Sempat sakit. Saya sangat senang ada posko PDI Perjuangan ini,” ungkap Jedar.

Bagi Jedar, keberadaan posko kesehatan menjadi sangat berarti di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Jombang selama Muktamar. Peserta, pedagang, pengunjung dan masyarakat berdatangan dari berbagai daerah.

“Tentunya banyak orang yang membutuhkan pertolongan darurat dalam situasi ini. Dan PDI Perjuangan memberikan gratis, dengan teman-teman panitia yang ramah,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Robert Alexander, tukang potong rambut asal Prambon, Nganjuk. Aktivitasnya sempat terganggu karena tubuhnya terasa linu.

Baca juga: Posko Baguna Berbagi Ratusan Kotak Makanan untuk Muktamirin dan Warga

Ia kemudian mendatangi posko dan memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang tersedia. “Alhamdulillah ada pengobatan gratis di sini. Jadi saya yang linu dapat sehat. Semangat kerja, cari rezeki,” ucap Robert.

Dua cerita tersebut menjadi gambaran kecil bagaimana sebuah pelayanan sederhana dapat berarti bagi orang yang sedang membutuhkan.

Apalagi Muktamar NU ke-35 menjadi magnet yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah. Kepadatan aktivitas membuat kebutuhan terhadap tempat beristirahat, makanan, minuman hingga layanan kesehatan semakin terasa.

Posko Baguna PDI Perjuangan Jawa Timur hadir sebagai salah satu ruang singgah bagi mereka yang membutuhkan.

Tak hanya menyediakan tempat beristirahat, posko tersebut juga menyediakan makanan dan minuman, termasuk kopi dan makanan ringan, serta layanan kesehatan ringan yang dapat dimanfaatkan secara gratis.

Pelayanan kesehatan dan dapur umum disiapkan selama 24 jam, mulai 27 hingga 31 Agustus, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sekitar lokasi Muktamar.

Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, KH Abdul Wahab Yahya, mengatakan kehadiran posko tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang datang mengikuti Muktamar NU ke-35.

Menurut Gus Wahab, sapaan akrabnya, masyarakat yang datang dari berbagai daerah tentu membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak setelah menempuh perjalanan dan mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar yang padat.

“Orang yang datang dari jauh tentu membutuhkan tempat untuk berhenti sejenak. Kita siapkan ruang untuk beristirahat, makanan, minuman, sekaligus layanan kesehatan. Sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi mereka yang datang ke Jombang,” ungkap Gus Wahab saat berada di Posko Baguna.

Ia mengatakan, gotong royong tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk kegiatan besar. Kepedulian justru dapat dimulai dari tindakan sederhana yang langsung dirasakan orang lain.

Menurut Gus Wahab, kehidupan beragama juga tidak dapat dilepaskan dari kepedulian terhadap sesama. Nilai agama akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Agama mengajarkan kita untuk memuliakan tamu dan membantu orang lain. Karena itu, ketika saudara-saudara kita datang ke Jombang untuk bermuktamar, sudah semestinya kita ikut memastikan mereka dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman,” ujarnya.

Apresiasi terhadap kehadiran Posko Baguna juga disampaikan Solahudin, Pengurus MWC NU Sedati, Sidoarjo. Ia menilai pelayanan yang diberikan PDI Perjuangan menunjukkan hubungan yang baik dengan NU sekaligus menjadi wujud gotong royong dalam mendukung kelancaran Muktamar.

“PDI Perjuangan dan NU dari dulu sudah saudara dekat. Harapannya semoga kita dapat saling bergotong royong dalam mendukung kebaikan,” kata Solahudin.

Ia berharap keterlibatan dalam pelayanan masyarakat seperti yang dilakukan PDI Perjuangan dapat menjadi contoh bagi kelompok dan organisasi lainnya.

Bagi Gus Wahab, Muktamar bukan hanya tentang gagasan yang dibicarakan dalam forum. Pertemuan warga dari berbagai daerah juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan melalui tindakan-tindakan sederhana.

“Yang kita rawat bukan hanya pertemuannya, tetapi juga persaudaraannya. Ketika orang dari berbagai daerah berkumpul, kita punya kesempatan untuk saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan. Itu bagian dari kekuatan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Dan bagi Jedar maupun Robert, makna itu mungkin terasa jauh lebih sederhana: ketika kaki sakit ada yang membantu, ketika badan linu ada tempat untuk berobat, ketika lelah ada ruang untuk beristirahat.

Di tengah hiruk-pikuk Muktamar, kebaikan memang tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Kadang, ia hadir dalam secangkir kopi, sepiring makanan, tempat duduk untuk melepas lelah, atau tangan yang membantu seseorang agar kembali bisa melanjutkan perjalanan. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...
KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...