Kamis
14 Mei 2026 | 2 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Acara Sarasehan BKN Jatim, Pekerja Seni Blitar Keluhkan Ini

pdip-jatim-bkn-sarasehan-seni-budaya-290521-1

BLITAR – Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPD PDI Perjuangan menggelar acara Sarasehan dan Gelar Seni Budaya dalam tema “Kebudayaan Menjawab Tantangan Jaman” di Desa Tambakboyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Sabtu (29/5/2021) malam.

Acara yang rutin digelar BKN Jatim di daerah-daerah ini pun tak ayal dimanfaatkan para pekerja seni yang hadir, untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi. Khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

Seperti disampaikan Wawan Yudha Hariyanto pekerja seni yang tergabung dalam Paguyuban Jaranan Blitar Dwijaloka. Dia berharap kegiatan ini mampu memberikan solusi terhadap kondisi yang tengah dihadapi para pekerja seni di Kabupaten Blitar.

Baca juga: Wujudkan Trisakti Bung Karno, BKN Jatim Aktif Nguri-uri Budaya Lokal

Karena pandemi Covid-19, sebutnya, telah berimplikasi terhadap kehidupan para pekerja seni. Utamanya berkaitan dengan ekonomi.

“Salah satu penghasilan yang saya dapatkan adalah melalui pertunjukan kesenian. Dan saat ini semua kegiatan itu terhenti karena pandemi,” keluh Wawan.

Oleh karena itu, dia minta kepada para wakil rakyat, utamanya perwakilan dari PDI Perjuangan supaya dapat membantu mengurai permasalahan saat ini.

“Nasib kita saat ini kita gantungkan kepada anggota dewan, bagaimana para wakil rakyat ini mencarikan jalan keluar dan mengubah nasib pekerja seni agar menjadi lebih baik,” harapnya.

Disinggung persoalan yang tengah dihadapi pekerja seni pada masa pandemi Covid-19 saat ini, Kepala BKN PDI Perjuangan Jawa Timur Ony Setiawan menegaskan, PDI Perjuangan memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan nasib para pekerja seni.

Salah satu upayanya mendorong pertunjukan seni melalui media virtual guna menghindari kerumunan.

“Kita terus upayakan para pekerja seni ini bisa bangkit dan eksis kembali untuk terus berkarya, Namun dengan catatan, protokol kesehatan Covid-19 harus selalu dikedepankan,” ujar dia.

Ony berharap, kegiatan ini mampu memberikan semangat dan energi serta mampu menumbuhkan loyalitas terhadap kesenian tradisional. Sebab, berkembangnya teknologi dan zaman terus mengikis keberadaan seni dan budaya yang kita miliki.

Sebelumnya, Sekretaris BKN DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Guntur Wahono mengatakan, sebagai bentuk nyata pengabdian BKN PDI Perjuangan Jatim dalam melestarikan budaya dan seni yang ada, pihaknya selalu memfasilitasi dan membantu kelompok-kelompok seni dan budaya untuk terus berkarya.

“Kita memfasilitasi mereka untuk bisa action/tampil kemudian. Kita juga memberikan bantuan kepada mereka manakala mereka membutuhkan dukungan bantuan,” ujarnya.

Di acara sarasehan itu, Ony Setiawan juga mendorong kelompok budaya dari Blitar Raya dan Tulungagung agar terus mempertahankan dan memajukan kesenian dan budaya melalui pendidikan.

Ony menjelaskan bahwa sarasehan dan gelar seni budaya ini untuk melestarikan serta mengembangkan kebudayaan kesenian dan tradisi lokal.

Kesenian tradisional, kata Ony sangat penting untuk dijaga kelestariannya. Sebab, kesenian merupakan jati diri dan identitas bangsa.

Menurutnya, Presiden pertama RI Soekarno disebut juga pecinta seni dan sangat menghargai sebuah kesenian dan kebudayaan.

Sejalan dengan pemikiran dan cita-cita Bung Karno dalam menghargai kesenian, telah dibuktikan dengan beberapa warisan dalam bentuk seni arsitektur.

“Pada masa itu Bung Karno membangun Gedung MPR/DPR, Gelora Bung Karno, Jembatan Semanggi, dan Masjid Istiqlal. Padahal di zaman itu, banyak orang yang belum terpikirkan untuk membuat bangunan dengan bentuk seunik itu,” katanya.

Oleh sebab itu, kader PDI Perjuangan khususnya yang tergabung dalam BKN memiliki komitmen untuk memperjuangkan nasib para pekerja seni. Salah satunya yang ada di Blitar.

Sebab di Blitar terdapat banyak kesenian daerah yang terbilang cukup terkenal. Baik dalam kancah nasional maupun internasional.

“Kita tahu sendiri, bahwa Blitar selain disebut Kota Proklamator juga dikenal sebagai Kota Raja. Tentunya banyak ragam kesenian dan kebudayaan lahir di sini,” terangnya.

“Kesenian tradisional itu, sebagian di antaranya telah ditetapkan menjadi warisan budaya. Antara lain, Jaranan, Tari Reyog Bulkiyo, Tari Barong Rampong, Kentrung dan banyak lagi,” bebernya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...