Selasa
11 Agustus 2026 | 1 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Soroti Kenaikan Harga Gula di Jatim

pdip-jatim-tjong-ping-nyanyi

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Go Tjong Ping mendesak Pemerintah Provinsi Jatim segera melakukan langkah strategis untuk mengatasi kenaikan harga gula yang terjadi saat ini. Sebab, kenaikan harga gula berdampak pada kehidupan masyarakat, mengingat gula merupakan kebutuhan pokok.

“Ini harus segera diselesaikan. Di Tuban dan Bojonegoro kenaikan harga gula juga dirasakan oleh masyarakat dan mereka mengeluhkan kenaikan ini,” kata Tjong Ping, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, kenaikan gula yang terjadi ini cukup signifikan sehingga dikeluhkan masyarakat. Seperti di Tuban dan Bojonegoro kenaikan mencapai Rp 800 sampai Rp 1.200 perkilogram.

“Sebelumnya harga gula disana penjualan partai kisaran 12.000 perkilogram sekarang mencapai 13.000 sampai 13.200. Dan untuk eceran mencapai 14.000. Ini kan luar biasa kenaikannya,” ungkapnya.

Belum lagi, katanya, masyarakat juga ada yang kesulitan mendapatkan gula tersebut di pasaran. “Di beberapa wilayah di Tuban dan Bojonegoro, ada masyarakat yang biasanya begitu mudah mendapatkan gula saat ini juga agak kesulitan dan harganya naik dibandingkan sebelumnya,” jelas Tjong Ping.

Kondisi ini, sebutnya, tidak bisa dibiarkan. Sebab bila tidak ada langkah cepat dari pemerintah maka kenaikan akan terus terjadi dan ini semakin memberatkan masyarakat.

“Saya minta Disperindag segera melakukan operasi pasar untuk intervensi harga gula tersebut. Jangan sampai ini terus naik harganya,” harap dia.

Politisi PDI Perjuangan asal Tuban ini juga menilai kenaikan harga gula yang terjadi saat ini ada yang ganjil. Mengingat kondisi gula juga dikatakan cukup dan tidak ada kekurangan stok.

“Ini kan aneh. Kita banyak memiliki pabrik gula. Tidak ada puso terkait tanaman tebu. Pabrik terus produksi. Ini ada apa? Masak kita kekurangan stok? Kan ini perlu dipertanyakan,” ujarnya.

Menurutnya, dari data yang ada stok gula di Jawa Timur dalam kondisi aman, bahkan surplus. Berdasarkan produksi gula tahun 2019 dari delapan pabrik gula di Jatim ada produksi sebanyak 1.046.855 ton dalam setahun.

“Saat ini persediaan gula di Jatim masih ada 185.785 ton. Hingga bulan Mei 2020 mendatang, konsumsi gula Jatim diperkirakan sebanyak 175.500 ton. Sehingga terdapat surplus 10.000 hingga musim giling bulan Mei tiba,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...
KRONIK

Apresiasi Kegiatan Rejotangan Fun Trail Run, Erma Susanti: Pengungkit Wisata Desa

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengapresiasi dan mendukung ...