Sabtu
02 Mei 2026 | 6 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Minta Pemprov Perhatikan Peredaran Cabai Impor

pdip-jatim-sw-nugroho-sekin

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, SW Nugroho minta pemerintah provinsi memperhatikan maraknya cabai impor yang belakangan membanjiri lapak pedagang di sejumlah kota di Jatim.

Tidak hanya dari sisi aman dikonsumsi, tapi juga terkait legalitas masuknya cabai dari negara India dan China tersebut.

“Kami minta dinas terkait, selain melakukan uji konsumsi, juga uji edar cabai impor,” kata Nugroho, kemarin.

Menurut dia, uji konsumsi diperlukan untuk mengetahui apakah mengandung zat berbahaya, seperti pewarna, dan zat pengawet.

“Sedang uji edar, yang perlu diperhatikan apakah peredarannya di pasar-pasar tidak menyalahi aturan,” urai legislator yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Pemprov Jatim, sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf menyatakan, terhadap cabai kering impor, sudah dilakukan uji laboratorium. “Hasilnya telah keluar dan ternyata negatif, jadi aman dikonsumsi,” ungkap Gus Ipul, pekan lalu.

Gus Ipul juga minta Disperindag Jatim melakukan investigasi terhadap peredaran cabai kering impor ini. Menurutnya, ada dua macam jenis impor produk, yakni untuk keperluan produksi (industri), dan yang kedua untuk diperjualbelikan secara umum kepada masyarakat.

Bila cabai impor memang untuk diperjualbelikan di masyarakat umum, terang dia, berarti tidak ada masalah. “Sebaliknya, bila ini untuk industri, berarti peredaran ini menyalahi aturan,” katanya.

Terkait tingginya harga cabai, tambah Nugroho, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemprov, dalam hal ini Disperindag Jatim. Misalnya, terkait adanya indikasi melambungnya harga cabai karena ulah pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.

Namun, sesuai data di lapangan, ungkap Nugroho, melambungnya harga cabai ini lebih dikarenakan faktor cuaca.

Dampak cuaca itu, imbuhnya, membuat hasil panen cabai lokal asal Jatim jumlahnya terus menyusut sehingga membuat harga cabai terus meroket.

Diberitakan, cabai merah kering impor dari China dan India sudah ditemukan beredar di pasar tradisional di beberapa daerah seperti Sidoarjo, Mojokerto, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan beberapa daerah lainnya di Jawa Timur.

Cabai merah kering impor ini dijual dengan harga lebih murah, yakni antara Rp 50-70 ribu. Sedang cabai segar lokal harganya masih di atas Rp 100 ribu per kilogram. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tekankan Rekrutmen Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran, Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Mas Dhito tekankan rekrutmen Sekolah Rakyat Kediri harus tepat sasaran bagi desil 1 dan 2, progres pembangunan ...
LEGISLATIF

May Day Produktif, Doding Ajak Buruh Tanam Pohon Perkuat Lingkungan dan Ketahanan Pangan di Trenggalek

Doding Rahmadi ajak buruh tanam pohon saat May Day di Trenggalek, dorong ketahanan pangan dan lingkungan ...