oleh

Dewan Minta Pemprov juga Antisipasi Harga Cabai dalam Jangka Panjang

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno minta pemerintah provinsi melakukan antisipasi mencegah kasus melonjaknya harga cabai, dalam jangka panjang.

Antisipasi jangka panjang itu, kata Sri Untari, di antaranya dengan adanya sinergi konkret antara Dinas Pertanian Provinsi Jatim dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sinergi itu diperlukan untuk menentukan masa tanam dan masa panen cabai, mengingat kondisi iklim yang berubah-ubah saat ini.

“Kondisi iklim dan cuaca seperti sekarang harus dicermati dan ditelaah bersama,” kata Sri Untari, kemarin.

Sedang terkait melonjaknya harga cabai saat ini, perempuan yang menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengatakan, pemerintah provinsi harus memastikan pemenuhan kebutuhan jangka pendek.

Di antaranya, dengan mengimpor cabai. “Impor adalah kebutuhan jangka pendek untuk mengatasi naiknya harga, karena produksi cabai yang menurun,” jelasnya.

DPRD Jatim, sebut Untari, siap menyetujui impor komoditas cabai, karena alasan kepentingan masyarakat, termasuk dukungan mengenai subsidi untuk menekan harga.

“Kami di dewan siap menyetujuinya selama itu buat kepentingan rakyat,” ujar politisi asal Malang ini.

Sebelumnya, cabai impor dari China dan India banyak ditemukan di daerah Blitar, Tulungagung dan Sidoarjo. Peredaran cabai impor ini menjadi perhatian DPRD Provinsi Jawa Timur ditengah mahalnya harga cabai di pasaran.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya telah melakukan investigasi atas cabai impor asal China dan India.

Kepala Disperindag Jatim Ardi Prasetiawan mengatakan cabai impor asal China dan India yang beredar di wilayah Jatim tersebut sudah memenuhi syarat dan aman dikonsumsi.

“Cabai yang beredar di pasaran itu API-U semua dan aman,” kata Ardi, setelah menghadiri kunjungan dari Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, 1 Maret 2017.

Wagub Jatim Saifullah Yusuf beberapa waktu lalu memang minta disperindag dan BBPOM Surabaya menginvestigasi cabai impor tersebut. Gus Ipul menjelaskan, ada dua jenis impor produk atau Alat Pengenal Importir (API), yakni API-P atau impor barang untuk produksi (industri) serta API-U atau impor produk untuk diperjualbelikan secara umum kepada masyarakat. (goek)