oleh

Dewan Dorong Pemkot Selesaikan Relokasi Pedagang Pasar Sememi

pdip-jatim-Syaifuddin-Zuhri-Sek-DPC-Sby.750x375SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya H Syaifuddin Zuhri mendesak pemerintah kota segera menyelesaikan konflik relokasi pedagang Pasar Sememi.

Terlebih setelah terjadinya kebakaran di Pasar Sememi lama yang meludeskan 1 blok pasar, pekan lalu.

Ada dugaan, kebakaran itu sengaja dilakukan oknum penghuni pasar yang kini belum mendapatkan jatah stan di Pasar Sememi Baru, yang baru dibangun Pemkot Surabaya.

Karena itu, Syaifuddin yang menjabat Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini minta pemkot segera turun tangan dan membereskan konflik yang ada di Pasar Sememi.

Menurut Kaji Ipuk, sapaan Syaifuddin, Pasar Sememi yang baru, sudah dibangun sejak 2013. “SK wali kota untuk melakukan penataan dan relokasi dari pasar lama ke pasar baru, hingga saat ini masih belum dilaksanakan,” kata Syaifuddin, kemarin.

Legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini mengatakan, persoalan relokasi pedagang Pasar Sememu sudah dihearingkan Komisi B dan juga Komisi C DPRD Surabaya.

Menurutnya, mermasalahan semakin berkembang. Di antaranya soal temuan bahwa pedagang ada yang ditarik Rp 25 juta hingga Rp 35 juta untuk bisa menempati stan di pasar baru.

Padahal, ujar Ipuk, seharusnya tidak ada proses jual beli di antara pedagang dengan oknum yang hanya mengaku orang dari pemkot.

Dia mengaku sudah memegang nama-nama dari bukti kuitansi pembayaran yang dilakukan pedagang kepada oknum. Setelah nama-nama itu diserahkan ke pemkot, pihaknya berharap segera ditindaklanjuti karena sudah mencoreng nama baik Pemkot Surabaya.

Ipuk juga minta pemkot mempercepat proses relokasi pedagang supaya mereka bisa segera berjualan kembali. Sebab, gedung pasar baru yang bisa memuat 290 stan itu sudah siap ditempati.

Dewan ingin agar Dinas Koperasi dan UMKM sebagai pengelola juga bisa segera mengambil keputusan terkait relokasi pedagang Pasar Sememi. “Kuncinya satu, relokasi segera dilakukan. Dan kami berharap keluhan pedagang lama juga diakomodir,” pungkasnya. (goek)