Sabtu
05 September 2026 | 5 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewan Desak Pemkot Selesaikan Masalah Purabaya Bulan Depan

wpid-img-20150717-wa0004.jpg
image

SURABAYA – Komisi A DPRD Surabaya mendesak pemerintah kota secepatnya menyelesaikan perjanjian kerjasama terkait bagi hasil (sharing) Terminal Purabaya dengan Pemkab Sidoarjo. Kalangan dewan menunggu langkah nyata Pemkot Surabaya hingga pertengahan Agustus depan.

“Jika tidak ada penyelesaian konkret, komisi akan undang penyelesaian konkret terminal,” tegas Wakil Ketua Komisi A, Adi Sutarwijono, kemarin.

Legislator yang akrab disapa Awi ini menilai,  berlarutnya masalah tersebut karena para asisten Sekota Surabaya kurang bertindak proaktif. Selama ini, ungkapnya, para asisten berdalih lamanya penyelesaian sharing Purabaya lantaran menunggu hasil review dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Anehnya, lanjut pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu, begitu hasil review keluar pada Februari 2015 lalu, tidak ada follow up yang dilakukan. “Jajaran asisten yang diserahi bertindak pasif,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, hasil review BPKP menyebutkan perjanjian apapun dibuat netto atau bruto, dengan berapapun komposisinya semua bergantug pada kesepakatan kedua pemerintah daerah.

Sementara, lanjut Awi, Wali Kota Tri Rismaharini sebenarnya tak mempersoalkan berapa proporsi pembagian hasil Terminal Purabaya. Dengan kebijakan wali kota tersebut, tambah dia, sebenarnya lebih memudahkan jajaran birokrasi dalam melakukan perundingan.

“Sebenarnya Bu Risma tak menetapkan angka. Tapi menunjukkan sinya akomodatif. Policynya, ditetapkan semacam apapun asal diterima kedua pihak,” ujarnya.

Apalagi, tambah Awi, selama ini alokasi pembiayaan pengelolaan UPTD terminal Purabaya untuk pelayanan kepada masyarakat. “Kalau orientasi untung, UPTD mana yang untung. Semua pasti tombok (rugi),” jelas dia.

Jika mengejar target keuntungan, dia khawatir akan memperlambat tercapainya titik temu dalam perundingan. Pihaknya juga mendorong penyelesaian tanggungan yang harus dibayar Pemkot Surabaya ke Pemkab Sidoarjo yang nilainya sekitar Rp. 400 juta agar segera tercapai kesepakatan dengan Pemkab Sidoarjo.

“Kita mendorong pemerintah kota menyelesaikan tanggungan pada PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) APBD 2015,” tandas Awi.

Covered area pelayanan Terminal Purabaya, imbuhnya, cukup luas, tidak hanya untuk warga Surabaya dan Sidoarjo, melainkan sudah lintas pulau. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah kota mengutamakan pelayanan tanpa menghitung keuntungan yang diraup. “Jadi kalau untung Rp. 1 miliar atau rugi Rp 2 miliar tidak signifikan untuk dipersoalkan,” tuturnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...