oleh

Deni Wicaksono Ajak Mahasiswa Kawal Proses Pembuatan Perda

-Legislatif-64 kali dibaca

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak kalangan mahasiswa ikut melihat dan mengawal proses perumusan Peraturan Daerah (Perda) di DPRD Jatim.

Deni juga mengajak mahasiswa melihat secara langsung kerja-kerja kedewanan, seperti bagaimana DPRD melakukan fungsi-fungsinya sebagai lembaga legislatif.

Ajakan ini dia sampaikan saat menjadi pemateri kegiatan Sekolah Legislatif yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Mahasiswa Untag (DPM Untag) Surabaya, dengan tema kegiatan “Membentuk Legislator Muda yang Demokratis, Solutif, dan Aspiratif”, Jumat (25/6/2021).

Menurut Deni, pihaknya tak jarang memberi kesempatan kepada pihak luar, termasuk mahasiswa, untuk turut serta melihat proses penyusunan Perda yang tengah berlangsung.

“Biasanya, dalam rapat paripurna umum diikuti kawan-kawan mahasiswa seperti BEM. Kalau kami biasa menyebut sebagai fraksi balkon, karena posisi kawan-kawan ada di atas di balkon. Kami seringkali juga menerima kawan-kawan mahasiswa dari berbagai fakultas universitas yang ikut atau hadir dalam rapat rapat paripurna yang ada di DPRD Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Deni juga membeberkan tugas-tugas anggota dewan. Di antaranya melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD.

“Kami sebagai anggota legislatif punya tugas dan wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program dan kebijakan yang sudah diatur di dalam Perda dan APBD Pemprov Jatim,” jelas anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim itu.

Seperti dalam masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya telah berupaya dan memberikan usulan serta pertimbangan kepada Pemprov Jatim untuk melakukan refocusing anggaran.

Hal ini ditujukan semata-mata untuk mempercepat penanganan dampak yang ditimbulkan dari wabah Covid-19 yang melanda tanah air.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sesuai dengan usulan ataupun saran dari kami di DPRD Jawa Timur melakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19. Kurang lebih hampir Rp. 2 triliun yang di-refocusing untuk penanganan wabah Covid-19,” beber Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini. (yols/pr)