JEMBER – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember membangun tradisi baru. Yakni menjadikan focus group discussion (FGD) sebagai salah satu wadah mendengar usulan masyarakat dalam menyusun program partai kedepan.
“Selain perintah DPP PDI Perjuangan menjelang konferensi cabang (Konfercab), FGD adalah salah satu kiat menentukan sikap politik partai. Sehingga rumusan politik kedepan tidak hanya digagas oleh internal,” terang Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, S.S, Minggu (9/11/2025).
Apalagi, kata Widarto, merujuk FGD yang digelar di Hotel Cempaka tersebut mengundang akademisi, aktivis perempuan, perwakilan organisasi kemahasiswaan, jurnalis dari perwakilan PWI dan AJI, serta para senior-senior partai. Harapannya, dengan input gagasan dari berbagai kalangan masyarakat, rumusan penyusunan program partai sejalan dengan kemauan rakyat.
“Kami tidak mau program partai bertolak belakang atau tidak nyambung dengan masyarakat. Kami ingin ke utara sementara, masyarakat ke selatan akhirnya ada gap,” ujarnya.

Masih kata Widarto, dengan FGD yang digelar dan diikuti 200 peserta dari internal partai itu, soal pendidikan, kesehatan dan pertanian masih menjadi isu yang harus dipertajam perjuangannya demi menuju kesejahteraan masyarakat.
“Pemberdayaan UMKM dan peningkatan kesejahteraan dari sektor pertanian paling banyak diusulkan oleh kalangan tokoh masyarakat,” beber Widarto.
Sekadar informasi, acara yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu berakhir pada pukul 14.30 WIB. Dari tiga akademisi Universitas Jember, yakni Dr Fendy Setiawan, S.H, M.H, Dr Muhamad Iqbal, S.Sos, M.Si, dan Hermanto Rohman S.Sos, M.PA sepakat agar tradisi baru DPC PDI Perjuangan tidak hanya dilaksanakan sekali saja.
Ketiganya sepakat FGD berkelanjutan guna mengukuhkan keberpihakan PDI Perjuangan sebagai partai politik yang selalu berpihak terhadap kepentingan masyarakat atau sebagai partai wong cilik. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










