MOJOKERTO – Pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Ikfina Fahmawati dan Sa’dulloh Syarofi (Idola), menunjukkan performa gemilang dalam debat Pilkada Kabupaten Mojokerto yang digelar KPU setempat, di Graha JTV Surabaya, Senin (14/10/24) malam.
Debat publik perdana tersebut mengangkat tema “Strategi Pembangunan Daerah dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Mojokerto.” Pada sesi debat pertama, yakni, penajaman visi-misi yang dilanjutkan sesi tanya jawab antar paslon.
Pasangan calon Ikfina-Sa’dulloh (Idola) tampil dengan penuh keyakinan, memaparkan visi-misi mereka. Dalam debat yang ditayangkan secara langsung, pasangan tersebut fokus menuntaskan permasalah infrastruktur di Kabupaten Mojokerto.
Pertanyaan pertama dilontarkan panelis terkait pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Dengan latar belakang persoalan kesenjangan atau disparitas kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang tinggi, yaitu 11,79 persen di pedesaan dan perkotaan 7,09 persen.
Cabup nomor urut 1, Ikfina Fahmawati berpendapat, pembangunan infrastruktur adalah hal pertama yang harus dikerjakan, karena menjadi sarana konektivitas antar desa ke desa, maupun desa dengan perkotaan.
Dirinya menilai, infrastruktur merupakan sarana utama untuk kemajuan berbagai macam bidang, terutama ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan.
Selama menjabat sebagai Bupati Mojokerto, pihaknya banyak membangun jalan poros desa. Termasuk, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) plus-plus di setiap kecamatan, dengan harapan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa.
“Untuk desa-desa di Kabupaten Mojokerto semuanya sudah kategori mandiri. Sehingga ke depan kami akan meningkatkan ekonomi desa, sesuai potensi masing-masing dan kami mendukungnya dengan infrastruktur sebagai penunjangnya,” kata Ikfina dalam debat yang diakses dari YouTube KPU Kabupaten Mojokerto, Senin (14/10/2024) malam.
Selanjutnya soal bagaimana masing-masing paslon menurunkan angka kemiskinan. Secara detail, cabup Ikfina membeberkan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto, mulai tahun 2004 lalu.
Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto di angka 16,09 persen, menjadi 12,23 persen tahun 2010 dan 10,08 persen tahun 2018.
Sedangkan selama menjabat Bupati Mojokerto, menurut Ikfina angka kemiskinan dapat menekan hingga angka 9,37 persen per tahun 2024.
“Ini hasil upaya yang kami lakukan, karena fokus kami menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Dengan harapan akhir 2024 menjadi nol,” ucap Ikfina.
Menurut dia, capaian menekan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto berasal dari sejumlah program, di antaranya validasi data kemiskinan di tingkat desa.
Upaya terpadu yang terintegrasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), dapat secara obyektif fokus terhadap sasaran target sesuai hasil validasi data tersebut.
“Kemudian melalui berbagai program produktif, pelatihan-pelatihan. Pemberian bantuan untuk ekonomi produktif dan perbaikan lingkungan sebagai pendukung kantong kemiskinan,” sambung Ikfina.
Cawabup Mojokerto, SaDulloh Syarofi (Gus Dulloh) menanggapi, pendataan penduduk miskin akan diperkuat jika dirinya dan Ikfina terpilih menjadi memimpin Kabupaten Mojokerto.
Dengan pendataan yang diperkuat itu, maka berdampak terhadap bantuan langsung dari pemerintah daerah yang tepat sasaran.
Karena kemiskinan kategori ekstrem terkini yang berhasil ditekan hingga nyaris nol yaitu tinggal 0,39 persen.
“Dengan program pengurangan beban pengeluaran. Agar penduduk dengan pendapatan di bawah garis kemiskinan itu, lebih mendapatkan nilai dari apa yang mereka dapatkan setiap bulannya,” tambahnya.
Dilain sisi, menurut Afida, sekretaris tim pemenangan Idola, debat publik ini merupakan momentum bagi paslon Idola untuk adu gagasan dan menunjukkan kualitasnya dalam memimpin Kabupaten Mojokerto.
Selain itu, juga menjadi momen penting bagi Paslon Ikfina-Sa’dulloh (Idola) untuk semakin memperkuat dukungan masyarakat menjelang pemungutan suara pada 27 November mendatang.
“Paslon kami berbicara berdasarkan data dan fakta karena selama Ikfina menjabat sebagai Bupati Mojokerto selama 3 tahun ini, beliau betul-betul melaksanakan tugasnya secara maksimal,” jelasnya. (fath/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










