Minggu
01 November 2026 | 3 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Debat Paslon Pilwali Batu 2024, KriDa: Transformasi Sektor Pertanian dan Pariwisata Jadi Fokus Utama

pdip-jatim-241022-krida-debat-perdana

BATU – Dalam debat publik perdana yang digelar KPU Kota Batu pada Senin (21/10/2024) malam, pasangan calon (paslon) usungan PDI Perjuangan, Kris Dayanti dan Kresna Dewanara Phrosakh (KriDa), menegaskan komitmennya untuk masa depan Kota Batu.

Transformasi sektor pertanian dan pariwisata menjadi fokus utama dalam pembangunan kota yang digagas oleh paslon KriDa.

Krisdayanti menyampaikan pentingnya mengintegrasikan pertanian lokal ke dalam industri pariwisata, dengan kebijakan yang mendorong hotel-hotel untuk menggunakan produk pertanian dari petani setempat.

“Ini adalah pasar yang luar biasa, pertanian akan jadi penopang pariwisata mendunia yang kami rencanakan. Ini akan jadi momen kami mengembalikan kejayaan apel Kota Batu bersama-sama,” ujar KD.

KD menambahkan, pihaknya ingin memberikan penguatan kepada kelompok-kelompok tani wanita dan menciptakan kebijakan yang pro petani.

Keduanya berencana untuk membatasi para investor agar memperhatikan lingkungan hidup dengan menciptakan peraturan yang jelas mengenai kebutuhan ruang hijau.

“Kami akan memperjuangkan ruang-ruang yang statusnya sudah kuning untuk dikembalikan menjadi lahan produktif,” tegasnya.

Dalam konteks pertanian, anggota DPR RI periode 2019-2024 ini juga menyoroti pentingnya penghematan pemanfaatan air, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Saya banyak bertemu dengan petani yang senang dengan komitmen kami. Panen apel harus dilakukan dengan sistem lahan pertanian yang hemat air,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, banyak petani di Thailand yang dapat dijadikan contoh dalam hal inovasi pertanian.

“Kami ingin semua petani milenial memiliki konsep hebat dan melakukan pendampingan melalui kebijakan yang jelas,” jelas Kresna.

Sementara itu, Dewa, dalam kesempatan yang sama, menambahkan masih banyak cara untuk membawa wisata Kota Batu mendunia, seperti melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami akan mengajak seluruh kepala desa untuk mulai meng-upgrade wisata dengan potensi lokal masing-masing,” tuturnya.

Debat publik ini dihadiri lima panelis dari tiga perguruan tinggi di Malang Raya, di antaranya Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya Malang. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...