oleh

Dari Usaha Tahu, Kader Banteng Kota Probolinggo Ini Berdayakan Pengurus Ranting

-Berita Terkini, UMKM-357 kali dibaca

PROBOLINGGO – Menjalani usaha sendiri, bagi kader PDI Perjuangan Kota Probolinggo Hapid Effendi, bukan semata bisnis belaka. Di balik usaha pembuatan tahu yang ia kelola, juga jadi momentum untuk menebar ideologi Partai sekaligus membuka lapangan pekerjaan. 

Langkah progresif itu, dilakukan Hapid yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Wonoasih, Kota Probolinggo. Ia menjelaskan bagaimana inspirasi membuka pabrik tahu di kediamannya Jalan Ir.Sutami Kelurahan Pakistaji Kota Probolinggo. 

“Saya itu tidak pernah bekerja di pabrik tahu, namun beberapa teman saya punya pengalaman di sana. Sehingga berbekal diskusi itulah, saya nekat membuka pabrik dan produksi tahu pada tahun 2013,” jelas pria 41 tahun ini, Minggu (21/3/2021). 

Dalam sehari produksi, dia menghabiskan sebanyak 3-4 kuintal kedelai. Sehari pula, ia bisa sampai memproduksi sampai 160 kotak atau cetakan dengan jumlah setiap kotak ada 66 biji tahu. 

Meski begitu, bukan tanpa hambatan dan kendala ia memproduksi tahu. Menurutnya, harga bahan baku kedelai impor selalu naik. 

Saat ini menjadi Rp 10 ribu/kilogram, sebelumnya hanya Rp 7 ribu/kilogram sehingga ia sedikit menaikkan harga tahunya.

Ia mengaku, omzetnya bisa sampai Rp 3,5 juta dalam sehari. Biasanya, pembeli mendatangi tempatnya, atau ia menjual di tempat langganan seperti di daerah Muneng, Bantaran, Kabupaten Probolinggo. 

Yang menarik, ia menggunakan tenaga warga sekitar rumahnya yang berjumlah 8 orang sebagai karyawan. Bahkan, mengetahui Hapid sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan, sejumlah karyawannya justru tertarik bergabung bersama PDI Perjuangan.

“Disamping bisnis, ini bentuk upaya agar PDI Perjuangan ini lebih kokoh dan lebih besar lagi khususnya di Kota Probolinggo. Mereka akhirnya tertarik menjadi pengurus ranting dan ini justru membuat saya lebih semangat,” jelas Hapid saat memantau produksi tahunya.

Hapid juga berharap, PDI Perjuangan bisa hattrick, kembali memenangkan Pemilu pada 2024 nanti. Dengan begitu, roh ideologi partai bisa terus diimplementasikan dalam segala lini termasuk dalam kemandirian ekonomi sesuai asas Trisakti Bung Karno. (drw)