Rabu
03 Juni 2026 | 8 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cerita Paiman, Lansial Asal Malang Jalan Kaki dari Gresik, Bisa Mudik Berkat Posko PDI Perjuangan

PDIP-Jatim-Paiman-21032026

SURABAYA – Ada cerita haru sepanjang berlangsungnya Posko Mudik Lebaran PDI Perjuangan Surabaya. Di hari ketiga sejak dibuka 18 Maret 2026, posko di depan area Pasar Turi Surabaya itu berhasil membuka banyak harapan untuk masyarakat bisa pulang kampung. Salah satunya bagi Paiman Budi Prasetyo (56).

Ia seorang buruh proyek di Semarang yang mengalami banyak hal naas. Kecelakaan kerja, terlantar hingga jadi korban pemalakan demi pulang kampung ke Malang.

Paiman bercerita, kisah pilunya bermula di Semarang, tempat ia bekerja sebagai buruh proyek. Kala itu, ia yang sedang mengecat tembok tertimpa musibah. Perancah (scaffolding) tempatnya bekerja ambruk, membuat dirinya dan tiga teman lainnya terjatuh dari lantai dua dan harus menjalani perawatan selama satu bulan di rumah sakit.

Ibarat jatuh tertimpa tangga, penderitaan Paiman makin parah, ketika ia yang mengalami luka sobek di bibir dan patah kaki kiri justru ditelantarkan sang mandor. Membawa kabur gajinya dan meninggalkannya sendiri di rumah sakit.

Untungnya, pihak rumah sakit berbaik hati. Rela memberikan uang bantuan untuk perjalanan mudik. Namun perjuangannya tak semulus itu.

“Pihak rumah sakit kasihan sama saya, akhirnya dikasih uang 250 (ribu). Habis itu saya gak punya uang, saya berhenti jalan,” ujar Pak Paiman, Jumat (20/3/2026).

Meski dapat bantuan, uang yang diberi hanya cukup mengantarnya sampai Kabupaten Gresik. Alhasil, ayah 4 anak ini nekat, memilih jalan kaki seharian menuju Surabaya demi menghemat ongkos pulang.

Sayangnya, barusaja menginjakkan kaki di Kota Pahlawan, Paiman malah dipalak preman di jembatan sekitar Surabaya. Tas, uang dan sebagian bajunya raib. Menyisakan handuk, KTP dan kaos putih serta celana panjang hitam yang ia pakai.

Dengan sisa tenaga, ia tetap berjalan. Bengkak di kakinya tak sebesar kerinduannya pada keluarga di kampung halaman.

“Tadi jalannya dari Gresik, pokoknya yang penting saya jalan lihat. Oh, ini mau ke Malang terus ini mau ke mana? Ke jalan, itu jalan mau apa gini. Terus ada stasiun itu masih jauh saya jalan. Terus setelah malamnya itu saya itu dipalak sama orang jalanan,” sebutnya.

Beruntung di perjalanan ia bertemu seorang tukang becak Madura. Memberinya kantong kresek untuk wadah barang, dan menyarankannya ke Posko Mudik PDI Perjuangan.

“Jadi dari Gresik agak siangan, sampai ke Surabaya pagi. Saya waktu ke sini minta bantuan untuk ganti apa perban. Wih, bengkak ini, lubang jahitan ini enam sama ini enam jahitan masih ada benangnya gitu,” ucapnya sambil menunjukan luka yang dialami.

Setibanya di posko, Paiman langsung disambut petugas dengan ramah. Perban di kakinya yang bengkak segera diganti. Dipersilahkan istirahat di tenda posko dan diberi cemilan serta minuman.

Tak hanya itu, salah seorang pengurus PDI Perjuangan juga hadir memberi santunan. Petugas posko pun sigap mengantar hingga ke terminal Purabaya Bungurasih untuk Paiman melanjutkan perjalanan ke Dampit, Malang, Jawa Timur.

“Insya Allah ini nanti saya ke Bungurasih diantar sama ambulans PDI Perjuangan. Ini aja keluarga belum tahu kalau saya sudah pulang, anak saya empat masih sekolah semua,” jelasnya.

Hal itu sangat disyukurinya. Paiman berkali-kali mengucap terima kasih. Baru kali ini, ia merasakan aksi nyata kehadiran partai politik untuk masyarakat. Posko mudik itu betul-betul menjadi penyelamatnya di tengah linglung dan rasa putus asa.

“Alhamdulillah, ini PDI perjuangan. Saat ini memang dia benar-benar membantu orang-orang yang terlantar yang susah yang sakit,” terangnya.

Ia pun berharap partai soekarnois tersebut terus membersamai rakyat kecil dan terus ada untuk memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Insya Allah ini nanti kalau bisa PDI Perjuangan ini harus terpilih. Semoga PDI Perjuangan ini terus melanjutkan apa peningkatannya, peduli ke rakyat kecil,” tuturnya.

Sementara itu, petugas posko, Sigit Dewantoro, membenarkan pernyataan Paiman, bahwa pihaknya langsung menangani luka Pak Paiman yang kembali berdarah sebelum mengantarkannya melanjutkan perjalanan.

“Memang tugas Partai itu harus siap kapan saja dibutuhkan untuk melayani masyarakat,” jelasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...
KRONIK

DPD PDI Perjuangan Jatim akan Tutup Musancab dengan Tanam Ribuan Pohon di Lumajang

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengisi rangkaian peringatan “Bulan Bung Karno” dengan aksi penanaman ...
SEMENTARA ITU...

Dari Istana Gebang hingga Makam Bung Karno, Pelajaran yang Tak Ditemukan di Buku

Puluhan siswa SD Bangle 02 Blitar mengikuti outing class sejarah ke Istana Gebang, Perpustakaan Bung Karno, dan ...
KABAR CABANG

Erma PDIP Tegaskan Pancasila Sebagai Penuntun Kebijakan dan Kontrol Pemerintahan

TULUNGAGUNG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, Erma Susanti, menegaskan bahwa seluruh kader Partai ...
SEMENTARA ITU...

Saat Rombong Es Teh Bantuan Bupati Kediri Datang, Harapan Baru Mbah Mari Ikut Tiba

Mbah Mari, warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kediri, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah menerima ...