Selasa
21 Juli 2026 | 3 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Politik Identitas, Agatha Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

pdip-jatim-dprd-jatim-011221-agatha-retnosari-1

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim), Agatha Retnosari menguatkan kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila kepada para pendidik melalui gelaran Wawasan Kebangsaan di Hotel Crown Prince, Surabaya, Selasa (30/11/2021).

Mengambil Tema “Tantangan Pendidikan dalam Merawat Nilai Kebhinekaan”, Agatha mengajak segenap kepala sekolah Katolik, pengurus yayasan, serta pemerhati pendidikan untuk mengingat kembali panggilan jiwa mereka selaku salah satu pembentuk wajah generasi muda di masa mendatang.

“Kalau melihat Indonesia 2045 nanti, kita ingin Indonesia seperti apa? Itu yang bisa membentuk anak, selain orang tua adalah guru. Jadi, guru tidak hanya deliveringcontent tapi juga mendidik mulai dari kepribadian hingga cara berpikir,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, nilai-nilai Pancasila serta toleransi keberagaman harus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Kecerdasan multikultural terus disebarkan, terutama dalam upaya menangkal politik identitas serta radikalisme.

“Saya berfokus pada guru karena saya pribadi punya pendapat bahwa, hanya pendidikan yang bisa melakukan perubahan zaman,” ujarnya.

“Ini penting untuk dibangun, supaya nanti 2024, kalau memang ada pihak yang ingin memainkan isu politik primordial seperti dulu dan lebih keras, sudah tidak mendapat tanggapan dari anak muda. Makanya, kunci sebenarnya ada pada komunikasi. Semakin kenal, otomatis prasangka bisa dihilangkan,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof Dr Anita Lie selaku narasumber dalam acara tersebut mengungkapkan, hal terpenting dalam pendidikan anak adalah meningkatkan ketahanan well being dan pendidikan multikultural.

Pendidikan multikultural ini, ungkapnya, memiliki beberapa manfaat terhadap generasi muda. Diantaranya, mendorong daya berpikir kritis, mencegah prasangka dan diskriminasi berdasarkan SARA, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah untuk semua anak dari berbagai latar belakang.

Well being ini sekarang diterjemahkan menjadi merdeka belajar. Jadi anak-anak ini bisa tetap belajar, dan tetap sehat pola pikir dan mentalnya,” ucap Anita saat memaparkan materinya. (nia/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...