Selasa
27 Oktober 2026 | 7 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Politik Identitas, Agatha Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

pdip-jatim-dprd-jatim-011221-agatha-retnosari-1

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim), Agatha Retnosari menguatkan kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila kepada para pendidik melalui gelaran Wawasan Kebangsaan di Hotel Crown Prince, Surabaya, Selasa (30/11/2021).

Mengambil Tema “Tantangan Pendidikan dalam Merawat Nilai Kebhinekaan”, Agatha mengajak segenap kepala sekolah Katolik, pengurus yayasan, serta pemerhati pendidikan untuk mengingat kembali panggilan jiwa mereka selaku salah satu pembentuk wajah generasi muda di masa mendatang.

“Kalau melihat Indonesia 2045 nanti, kita ingin Indonesia seperti apa? Itu yang bisa membentuk anak, selain orang tua adalah guru. Jadi, guru tidak hanya deliveringcontent tapi juga mendidik mulai dari kepribadian hingga cara berpikir,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, nilai-nilai Pancasila serta toleransi keberagaman harus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Kecerdasan multikultural terus disebarkan, terutama dalam upaya menangkal politik identitas serta radikalisme.

“Saya berfokus pada guru karena saya pribadi punya pendapat bahwa, hanya pendidikan yang bisa melakukan perubahan zaman,” ujarnya.

“Ini penting untuk dibangun, supaya nanti 2024, kalau memang ada pihak yang ingin memainkan isu politik primordial seperti dulu dan lebih keras, sudah tidak mendapat tanggapan dari anak muda. Makanya, kunci sebenarnya ada pada komunikasi. Semakin kenal, otomatis prasangka bisa dihilangkan,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof Dr Anita Lie selaku narasumber dalam acara tersebut mengungkapkan, hal terpenting dalam pendidikan anak adalah meningkatkan ketahanan well being dan pendidikan multikultural.

Pendidikan multikultural ini, ungkapnya, memiliki beberapa manfaat terhadap generasi muda. Diantaranya, mendorong daya berpikir kritis, mencegah prasangka dan diskriminasi berdasarkan SARA, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah untuk semua anak dari berbagai latar belakang.

“Well being ini sekarang diterjemahkan menjadi merdeka belajar. Jadi anak-anak ini bisa tetap belajar, dan tetap sehat pola pikir dan mentalnya,” ucap Anita saat memaparkan materinya. (nia/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Rijanto Ajak Muslimat NU Jadi Penggerak Pembangunan dan Kesejahteraan Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak lebih dari 3.000 anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat peran ...
KRONIK

Ina Ammania Ingatkan Guru Madrasah, AI Tak Bisa Gantikan Keteladanan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan guru madrasah agar tidak menyerahkan proses ...
SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medali

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...