Kamis
04 Juni 2026 | 10 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Politik Identitas, Agatha Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

pdip-jatim-dprd-jatim-011221-agatha-retnosari-1

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim), Agatha Retnosari menguatkan kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila kepada para pendidik melalui gelaran Wawasan Kebangsaan di Hotel Crown Prince, Surabaya, Selasa (30/11/2021).

Mengambil Tema “Tantangan Pendidikan dalam Merawat Nilai Kebhinekaan”, Agatha mengajak segenap kepala sekolah Katolik, pengurus yayasan, serta pemerhati pendidikan untuk mengingat kembali panggilan jiwa mereka selaku salah satu pembentuk wajah generasi muda di masa mendatang.

“Kalau melihat Indonesia 2045 nanti, kita ingin Indonesia seperti apa? Itu yang bisa membentuk anak, selain orang tua adalah guru. Jadi, guru tidak hanya deliveringcontent tapi juga mendidik mulai dari kepribadian hingga cara berpikir,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, nilai-nilai Pancasila serta toleransi keberagaman harus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Kecerdasan multikultural terus disebarkan, terutama dalam upaya menangkal politik identitas serta radikalisme.

“Saya berfokus pada guru karena saya pribadi punya pendapat bahwa, hanya pendidikan yang bisa melakukan perubahan zaman,” ujarnya.

“Ini penting untuk dibangun, supaya nanti 2024, kalau memang ada pihak yang ingin memainkan isu politik primordial seperti dulu dan lebih keras, sudah tidak mendapat tanggapan dari anak muda. Makanya, kunci sebenarnya ada pada komunikasi. Semakin kenal, otomatis prasangka bisa dihilangkan,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Prof Dr Anita Lie selaku narasumber dalam acara tersebut mengungkapkan, hal terpenting dalam pendidikan anak adalah meningkatkan ketahanan well being dan pendidikan multikultural.

Pendidikan multikultural ini, ungkapnya, memiliki beberapa manfaat terhadap generasi muda. Diantaranya, mendorong daya berpikir kritis, mencegah prasangka dan diskriminasi berdasarkan SARA, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah untuk semua anak dari berbagai latar belakang.

Well being ini sekarang diterjemahkan menjadi merdeka belajar. Jadi anak-anak ini bisa tetap belajar, dan tetap sehat pola pikir dan mentalnya,” ucap Anita saat memaparkan materinya. (nia/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

PSBI Matangkan Persiapan Liga 4 Jatim, Bidik Prestasi hingga Putaran Nasional

PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. ...
LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...