Rabu
13 Mei 2026 | 9 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Paham Anti Pancasila, Mindo Bumikan 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara

pdip-jatim-220417-4-pilar-mind

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Mindo Sianipar menyebut, bangsa Indonesia saat ini tengah digoyah oleh paham-paham ataupun aliran-aliran yang berseberangan dengan Pancasila seperti paham radikalisme dan intoleran.

Hal itu dia sampaikan secara virtual saat sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di I-Club, Kota Madiun, Sabtu (16/4/2022) sore, diikuti segenap jajaran pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Kota Madiun, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Menurut Mindo, kondisi tersebut tentu sangat berbahaya jika tidak segera disikapi dengan serius. Karena itu, legislator banteng ini menekankan tentang pentingnya empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena itu, dengan sosialisasi seperti ini akan menambah pengetahuan masyarakat bagaimana ciri-ciri aliran atau paham anti Pancasila. Selain itu, diharapkan sosialisasi ini mampu menambah rasa nasionalisme masyarakat dan kecintaan terhadap bangsa dan negara,” jelas Mindo, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini.

Selain Mindo Sianipar yang menjadi pemateri secara virtual, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Anton Kusumo, Sekretaris DPC Heri Supriyanto dan Indriani dosen dari Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) Kota Madiun, juga didapuk sebagai pemateri secara tatap muka.

Menurut Anton Kusumo, saat ini paham radikalisme dan intoleransi penyebarannya sudah kuat. Maka, rakyat Indonesia harus betul-betul menjaga empat pilar berbangsa dan bernegara. Salah satunya dengan sosialiasi seperti ini.

“Ini wajib, dan menurut saya tidak boleh dilakukan cuma satu kali tetapi saya berharap dilakukan berkali-kali. Tidak hanya internal partai tetapi juga oleh masyarakat di Kota Madiun,” ujar Anton.

Dia berharap, penanaman empat pilar berbangsa dan bernegara kepada masyarakat terus dilakukan. Tidak hanya oleh wakil rakyat di DPR pusat, provinsi, tetapi anggota dewan yang ada di tingkat kota/kabupaten wajib mensosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara.

“Implementasinya dalam kehidupan sehari-hari seperti saling menghormati dan saling menyayangi. Dan ini bagian dari Pancasila, harus terus disampaikan kepada masyarakat. Karena tanpa rasa saling menghormati dan menyayangi akan menimbulkan kondisi yang tidak baik dalam kehidupan bermasyarakat,” paparnya. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sensus Ekonomi 2026, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Memberikan Data yang Benar dan Jujur

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyambut baik Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Minta Pengawasan Daycare Diperketat usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Novita Hardini meminta pengawasan daycare diperketat usai kasus dugaan kekerasan anak di Yogyakarta menjadi sorotan ...
KABAR CABANG

Perkuat Narasi Digital, DPC Ngawi Gembleng Kader Muda Kelola Media Sosial

NGAWI – Dinamika era digital telah mengubah perilaku publik secara fundamental, mulai dari cara mengakses informasi ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Judi Online Internasional

Puan Maharani mengingatkan pentingnya antisipasi agar Indonesia tidak menjadi basis operasional judi online ...
SEMENTARA ITU...

Dari Anak Buruh Tani, Hafif Memilih Masuk Politik: “Anak Muda Jangan Cuma Mengeluh dari Kejauhan”

Kisah Hafif Rohmatullah, anak buruh tani asal Jember yang memilih masuk politik lewat PDIP demi memperjuangkan ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Pramuka Harus Cetak Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia

Rijanto menegaskan Gerakan Pramuka harus menjadi ruang pembinaan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan ...