MADIUN – Usman Ependi, calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Daerah Pemilihan (Dapil) Madiun IV untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, menggulirkan peringatan penting untuk menjaga demokrasi dan mencegah kemungkinan kembalinya wajah gelap Orde Baru.
Usman menyatakan, kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar-Mahfud pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dapat mencegah potensi bangkitnya Neo Orde Baru yang disinyalir mulai muncul.
Dia mengingatkan hal itu karena ada kekhawatiran terhadap indikasi kuat bangkitnya Orde Baru, terutama melihat banyaknya aturan hukum yang dianggapnya terabaikan.
“Kita perlu berhati-hati agar tidak terulang masa kelam Orde Baru. Sekarang, kita melihat tanda-tanda Neo Orde Baru yang mencuat, dan hal ini harus diantisipasi dengan bijak,” ungkap Usman Ependi saat peringatan HUT ke-51 PDI Perjuangan di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Minggu (14/1/2024) malam.

Menurut Usman, salah satu cara untuk mencegah kemungkinan tersebut adalah dengan memastikan kemenangan PDI Perjuangan mulai dari pilpres hingga pileg di semua tingkatan pemerintahan, termasuk DPRD daerah, provinsi, dan pusat.
“Dengan memenangkan PDI Perjuangan, kita dapat menjaga demokrasi dan mencegah terulangnya pahitnya masa lalu. Ini adalah langkah nyata untuk memberikan kekuatan kepada rakyat dalam memilih pemimpin yang demokratis dan peduli pada keadilan,” tegasnya.
Usman Ependi juga menekankan perlunya partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik, mulai dari pemilihan legislatif hingga pemilihan presiden. “Rakyat adalah kekuatan sejati dalam menjaga demokrasi. Dengan bersatu, kita dapat melawan potensi ancaman terhadap kebebasan dan hak rakyat,” sambungnya.
Sebagai seorang caleg, Usman Ependi membawa misi untuk mengawal demokrasi dan menghindari kembalinya rezim otoriter. Peringatannya dan dukungannya terhadap pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 mencerminkan kepeduliannya terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

Usman berharap masyarakat dapat bersatu dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan menolak kemungkinan kembalinya Orde Baru.
Usman Ependi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari money politics yang dianggapnya sebagai ancaman serius terhadap proses demokrasi.
Meskipun diakui bahwa menghapusnya dalam waktu singkat mungkin sulit, Usman menekankan pentingnya langkah-langkah bertahap untuk mengurangi praktik money politics.
“Kita tidak bisa menghapusnya dalam waktu singkat, tetapi kita bisa mengurangi money politics secara bertahap,” ujarnya, menegaskan komitmennya terhadap kebersihan proses demokrasi yang bebas dari praktik-praktik yang merugikan dan merusak integritas pemilihan. (ant/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











